Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Taisirul Kholaq – 3 : Adab yang Harus Dipenuhi Murid

Terjemah Taisirul Kholaq – 3 : Adab yang Harus Dipenuhi Murid

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengenal Kitab Taisirul Kholaq

BLOGGURU – Apa itu Kitab “Taisirul Kholaq”? Kitab Taisirul Khalaq yaitu kitab yang berisi tentang Akhlaq-akhlaq agama yang baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia. Kitab ini sangat cocok untuk dijadikan pembelajaran bagi orang yang pemula dalam mempelajari tentang Akhlaq. Objek pembahasan ilmu akhlaq ialah tingkah laku baik atau jeleknya. Adapun buah ilmu akhlaq ialah kebaikan hati dan semua anggota badan ketika di dunia dan keberhasilan mencapai derajat yang mulia di akhirat nanti.

Berikut ini terjemah (3) Kitab Taisirul Kholaq: Soal Adab yang Harus Dipenuhi Murid

Murid atau pelajar itu mempunyai adab yang berkaitan dengan dirinya sendiri, adab dengan guru dan adab dengan teman-temannya.

Adapun adab murid yang berhubungan dengan dirinya sendiri itu banyak, antara lain : Meninggalkan sifat ujub, tawadlu’ atau ramah, jujur supaya disenangi dan dapat dipercaya, tenang, berwibawa, tidak banyak menoleh ketika berjalan dan tidak memandang hal-hal yang dilarang agama, jujur dengan Ilmu pengetahuan yang dimiliki. Maksudnya, tidak menjawab persoalan yang belum dia ketahui.

Adapun etika murid terhadap guru, antara lain :

Berkeyakinan, bahwa kemuliaan gurunya melebihi kemuliaan kedua orang tuanya sendiri. Sebab, dialah yang mendidik jiwanya. Tunduk ketika di hadapan guru. Duduk dengan sopan, ketika sedang menerima pelajaran dari guru dan mendengarkannya dengan baik. Tidak bergurau. Tidak mengunggul-unggulkan guru lain di hadapan gurunya, agar dia tidak tersinggung. Tidak malu bertanya kepada guru tentang persoalan yang belum dipahaminya.

Adapaun etika murid terhadap sesama temannya, antara lain : Menghormati meerka, tidak melecehkan mereka, tidak menyombongi mereka, tidak menghina merekan karena kelambatannya dalam memahami pelajaran, dan tidak merasa senang apabila guru mencemooh salah seorang dari mereka yang bebal, sebab, sikap yang demikian itu menyebabkan terjadi permusuhan.

 

(***)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Teks dan Terjemah Usfuriyah (1)
Oleh : Immim pangkep

Teks dan Terjemah Usfuriyah (1)

0 Komentar

KELUAR