Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Bahaya Cinta Dunia dan Menurutkan Hawa Nafsu

Bahaya Cinta Dunia dan Menurutkan Hawa Nafsu

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – JIka Cinta Dunia Sudah Terpaut di Dalam Hati maka waspadalah. Cinta Dunia begitu amat membahayakan. Malik bin Dinar rahimahullah mengatakan:

 

إِنَّ الْبَدَنَ إِذَا سَقَمَ لَا يَنْجَعُ فِيهِ طَعَامٌ وَلَا شَرَابٌ وَ لَا نَوْمٌ وَ لَا رَاحَةٌ. وَ كَذَلِكَ الْقَلْبُ إِذَا عَلَّقَ حُبُّ الدُّنْيَا لَمْ يَنْجِعْ فِيهِ الْمَوَاعِظُ

 

Artinya:

“Sesungguhnya apabila badan sakit, maka makan, minum, tidur, dan istirahat tidak enak baginya. Begitu juga dengan hati, apabila sudah terpaut dengan cinta kepada dunia, maka nasihat-nasihat tidak lagi berguna baginya.” [Sumber: Sifatush Shafwah, jilid 3, hlm. 278]

Dunia Dicela Ketika Tak Mendapatkan Bagiannya?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

 

لَا تَنْظُرُ إِلَى كَثْرَةِ ذَمِّ النَّاسِ الدُّنْيَا ذَمًّاً غَيْرَ دِينِيٍّ؛ فَإِنَّ أَكْثَرَ الْعَامَّةِ إِنَّمَا يَذُمُّونَهَا لِعَدَمِ حُصُولِ أَغْرَاضِهِمْ مِنْهُ

 

Artinya:

“Jangan melihat banyaknya celaan manusia terhadap dunia jika bukan karena agama. Sebab, mayoritas orang-orang awam hanyalah mencelanya karena mereka tidak mendapatkan kepentingan mereka.” [Sumber: Majmu’ul Fatawa, jilid 20, hlm. 148]

Karakter Pengekor Hawa Nafsu

Syaikh Abdus Salam bin Barjas rahimahullah berkata,

 

‏فإذا غضب أحد بذكر المساوئ حتى تُحذر، فهو صاحب هوى وفي قلبه دخن.

 

Artinya:

“Jika seseorang marah ketika disebutkan kejelekan-kejelekan yang tujuannya agar diwaspadai, berarti dia adalah pengekor hawa nafsu. Di dalam hatinya terdapat kotoran.” [Sumber: Al-Jarh wat Ta’dil ‘Indas Salaf, hlm. 40]

Hawa Nafsu Membuat Cinta Buta

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

 

والهوى غالباً يجعل صاحبه كأنه لا يعلم من الحق شيئا، فإن حُبك للشيء يعمي ويصم

 

Artinya:

“Hawa nafsu seringnya menjadikan pemiliknya seakan-akan tidak mengetahui kebenaran sama sekali. Karena, sesungguhnya kecintaanmu terhadap sesuatu membuat buta dan tuli.” [Sumber: Majmu’ul Fatawa, jilid 27, hlm. 91]

Mewaspadai Jiwa yang Selalu Mengajak Kepada Keburukan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

 

والإنسان تدعوه نفسه في السر إذا لم يره أحد إلى أفعال لا تدعو إليها علانية، وعقله ينهاه عن تلك الأفعال، ونفسه تغلبه عليها

 

Artinya:

“Ketika seseorang sendirian dan tidak ada orang lain yang melihatnya, jiwanya mengajaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan (buruk). Jiwanya tidak mengajaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan buruk itu ketika ada orang lain. Akalnya melarangnya dari perbuatan-perbuatan tersebut, sedangkan hawa nafsunya berusaha untuk mengalahkannya.” [Sumber: Majmu’ul Fatawa, jilid 14, hlm. 440]

Demikianlah beberapa nasehat ulama agar berhati-hati pada kecenderungan cinta dunia dan menurutkan hawa nafsu. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR