
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – JIka Cinta Dunia Sudah Terpaut di Dalam Hati maka waspadalah. Cinta Dunia begitu amat membahayakan. Malik bin Dinar rahimahullah mengatakan:
Artinya:
“Sesungguhnya apabila badan sakit, maka makan, minum, tidur, dan istirahat tidak enak baginya. Begitu juga dengan hati, apabila sudah terpaut dengan cinta kepada dunia, maka nasihat-nasihat tidak lagi berguna baginya.” [Sumber: Sifatush Shafwah, jilid 3, hlm. 278]
Dunia Dicela Ketika Tak Mendapatkan Bagiannya?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
Artinya:
“Jangan melihat banyaknya celaan manusia terhadap dunia jika bukan karena agama. Sebab, mayoritas orang-orang awam hanyalah mencelanya karena mereka tidak mendapatkan kepentingan mereka.” [Sumber: Majmu’ul Fatawa, jilid 20, hlm. 148]
Karakter Pengekor Hawa Nafsu
Syaikh Abdus Salam bin Barjas rahimahullah berkata,
Artinya:
“Jika seseorang marah ketika disebutkan kejelekan-kejelekan yang tujuannya agar diwaspadai, berarti dia adalah pengekor hawa nafsu. Di dalam hatinya terdapat kotoran.” [Sumber: Al-Jarh wat Ta’dil ‘Indas Salaf, hlm. 40]
Hawa Nafsu Membuat Cinta Buta
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
Artinya:
“Hawa nafsu seringnya menjadikan pemiliknya seakan-akan tidak mengetahui kebenaran sama sekali. Karena, sesungguhnya kecintaanmu terhadap sesuatu membuat buta dan tuli.” [Sumber: Majmu’ul Fatawa, jilid 27, hlm. 91]
Mewaspadai Jiwa yang Selalu Mengajak Kepada Keburukan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
Artinya:
“Ketika seseorang sendirian dan tidak ada orang lain yang melihatnya, jiwanya mengajaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan (buruk). Jiwanya tidak mengajaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan buruk itu ketika ada orang lain. Akalnya melarangnya dari perbuatan-perbuatan tersebut, sedangkan hawa nafsunya berusaha untuk mengalahkannya.” [Sumber: Majmu’ul Fatawa, jilid 14, hlm. 440]
Demikianlah beberapa nasehat ulama agar berhati-hati pada kecenderungan cinta dunia dan menurutkan hawa nafsu. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.