Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Free Course dan Email dari Al-Kautsar Institute

Free Course dan Email dari Al-Kautsar Institute

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Q & A Furu al Fiqh Lesson (1): Purification/Thaharah, Meraih “Certificate of Completion” Introduction to Hanbali Fiqh dari Al-Kautsar Institute

BLOGGURU – Alhamdulillah, selama 2 hari terakhir penulis kembali menyambangi website Al-Kautsar Online, suatu media pembelajaran online yang diorganisir Al-Kauthar Institute, yang didirikan pada tahun 2006. Al-Kautsar Institute didirikan sebagai wakaf amal (charitable endowment/waqf) dan merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam akademik pelopor yang menyediakan Studi keislaman dan Bahasa Arab dalam bahasa Inggris, meliputi berbagai kursus yang sepenuhnya diselenggarakan secara online. AlKauthar Institute terdaftar sebagai lembaga amal di bawah AlKauthar Institute Incorporated pada Australian Charities and Not-for-profits Commission. Kantor Pusatnya berada di 4/77 Croydon Street, Lakemba, NSW 2195, Australia.

Hari ini, Selasa (17/3/2026), penulis menuntaskan satu Free Course, “Pillars of Mercy: The Fiqh of the Zakat & Ramadan” dengan Instruktur: Bilal Ismail. (Tentang Bilal Ismail: Lahir di Afrika Selatan dan menghafal Al-Qur’an sejak usia muda, kemudian melanjutkan studinya hingga meraih gelar Sarjana (BA) dalam bidang Hukum Islam dari Universitas Madinah. Ia bergabung dengan tim AlKauthar Institute pada tahun 2008 dan telah mengajar lebih dari 100 seminar akhir pekan AlKauthar di lebih dari 20 kota di berbagai negara di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah menghabiskan banyak waktu untuk melakukan perjalanan dan penelitian mendalam mengenai sejarah Islam dari berbagai sumber. Ia juga mendampingi kelompok Knowledge Hive sebagai tutor utama dalam pembelajaran yang membahas tentang sejarah Islam).

***

Penulis senang mengikuti konten Free Course yang disediakan Al-Kautsar Institute ini. Selain bisa waktu dengan materi khazanah keilmuan Islam, juga secara tidak langsung belajar Bahasa Inggris, karena materi kursus disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Semangat dan kebahagiaan bisa mengakrabi situs al-Kautsar Institute adalah satu keberkahan tersendiri dalam Bulan Suci Ramadhan 1447 H ini, dan setelah mengecek email yang masuk, penulis juga menerima pesan dari Al-Kautsar Institute, tentunya ini sebagai pesan dan penyemangat dalam belajar/menuntut ilmu. Berikut ini isi emailnya:

As-salāmu‘alaykum Muhammad Farid

The Prophet ﷺ said:
 
“Fast when they fast, and break your fast when they break their fast, and sacrifice the day they sacrifice.” [Tirmidhi]
 
Imam at-Tirmidhi said, “Some of the People of Knowledge explained this hadith by saying: Its meaning is to fast and break the fast along with the jama’ah and the majority of people.”

Thus, in this blessed month we can sense an increased feeling of unity and of being a single Ummah due to our fasting and breaking our fast collectively. We also feel an increased awareness about the state of affairs of the Muslims and of the hardships that they endure, because: “During the fast, a Muslim feels and experiences what his needy and hungry brothers and sisters feel, who are forced to go without food and drink for many days.

Our aiding and assisting one another – is one of the great fundamentals upon which the Religion of Islam is built, as Allah said,

“And hold fast altogether to the rope of Allah and do not be divided.” [Quran 3: 103]

“The Believers – men and women – and friends and protectors to one another.” [Quran 9: 44]

Ramadan is a time to increase our sense of unity and brotherhood, and our commitment to Allah and His Religion, and this sense of unity necessitates that we all work together as required by Islam.

“Our Lord, let not our hearts deviate after You have guided us and grant us from Yourself mercy. Indeed, You are the Bestower.” [Quran 3: 8]

Semoga catatan singkat ini, bukan hanya sebagai pengingat kegiatan yang telah diikuti tapi juga membawa manfaat bagi yang membacanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 17 Maret 2026

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR