Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – 4 (Bait 33-42)

Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi –  4 (Bait 33-42)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Sebelumnya:  Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – 3 (Bait 23-32)

BLOGGURU – Nadhom apa itu Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi? Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi disebut juga dengan nama “Nashihatul Ikhwan wa Mursyidatul Khullan”, yang artinya Nasehat bagi saudara-saudara, dan Petunjuk bagi para sahabat.

Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi adalah sebuah nadhom tentang hukum dan adab, berisi pesan dan nasehat yang bijak, petunjuk kepada manusia tentang apa-apa yang bermanfaat dan baik sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akherat.  Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi dapat juga dimaknai sebagai Qosidah yang luas maknanya, sempurna bentuknya, dan dalam bahasa yang bagus, dan indah. Sehingga sebagian bait dari qosidah atau nadhom tersebut menjadi mutiara hikmah yang seringkali dibawakan dalam majelis ilmu, ceramah dan dauroh ilmiyah.

Siapa sebenarnya Ibnul Wardi? Beliau bernama lengkap Umar bin Mudzoffar bin Umar bin Muhammad bin Abil Fawaris Abu Hafs Zainuddin ibnul Wardi. Beliau lahir Tahun 691 H (1292 M) dan wafat dalam Tahun 749 H (1349 M).

Karya tulis Ibnul Wardi selain Nadhom Laamiyah Ibnul Warni, diantaranya adalah:

1. Kharīdat al-ʿAjā’ib wa farīdat al-gha’rāib (Mutiara Keajaiban dan Keunikan hal-hal aneh), sebuah risalah geografis dengan bagian-bagian tentang sejarah alam.

2. Nadzmul Bahjah al Wardiyah, nadhom fiqih sebanyak 5063 bait.

3. Al Lubab fil I’rob

4. Syarah Alfiyah ibnu Malik

5. Syarah alfiyah ibnu Mu’ti.

Diantara ulama yang mensyarah karyanya adalah Syaikh Mas’ud Bin Hasan Al-Qinawi, yang mensyarah Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi, dengan judul karya “Fathur Rohimir Rohman”.

Demikian sekilas tentang Ibnul Wardi dan berikut ini, Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – Part 4 (Bait 33-42):

 

– Laamiyah Ibnul Wardi – 

 

ليس ما يحوي الفتى من عزمه  *   لا ولا ما فاتَ يومـاً بالكسلْ

 

Kesuksesan seseorang bukan karena jerihpayahnya dan kegagalan seseorang bukan karena kemalasannya.

 

اطـرحِ الدنيا فمنْ عاداتها  *   تخفِضُ العاليْ وتُعلي مَنْ سَفَلْ

 

Tinggalkanlah dunia karena sifat dunia adalah merendahkan yang mulia dan memuliakan yang rendah.

 

عيشةُ الزاهد في تحصيلِها  *   عيشـةُ الجاهد بل هذا اذل

 

Orang zuhud dan orang yang cinta dunia hidupnya sama. Sedangkan yang cinta dunia menjadi hina.

 

كَـمْ جَهولٍ وهو مثر مكثر  *   وحكيم مات منها بالعِلَلْ

 

Banyak orang bodoh yang kaya raya, dan banyak orang cerdas yang mati karena banyak penyakit

 

كمْ شجاعٍ لم ينلْ فيها المنى  *  وجبـانٍ نـالَ غاياتِ الأملْ

 

Banyak pemberani yang tak mampu mewujudkan mimpinya, dan banyak penakut yang mampu mewujudkan mimpinya.

 

فاتـركِ الحيلةَ فيها واتَّئد  *  إنـما الحيلةُ فـي تركِ الحِيَلْ

 

Tidak perlu berusaha terlalu keras, bersantailah.

 

أيُّ كفٍّ لمْ تنلْ منها المُنى *  فرمـاهـا اللهُ منـهُ بـالشَّلَلْ

 

Setiap tangan yang enggan memberi, Niscaya Allah akan memberikan kelumpuhan.

 

لا تقلْ أصلي وفَصلي أبداً * إنماأصلُ الفَتى ما قـد حَصَلْ

 

Jangan katakan inilah ayahku atau ini lah anakku, karena sesungguhnya pemuda adalah dilihat dari apa yang dihasilkanya

 

قدْ يسودُ المرءُ من غير أبٍ  *  وبِحسنِ السَّبْكِ قدْ يُنفى الزغل

 

Seorang menjadi pemimpin bukan disebabkan ayahnya. Dengan dilebur nampak mana emas dan mana yang palsu.

 

إنـما الوردُ منَ الشَّوكِ وما *  يَنـبُتُ النَّرجسُ إلا من بَصَلْ

 

Sesungguhnya bunga mawar yang indah terlahir dari ranting yang berduri. Dan bunga bakung yang menawan bermuncul dari bawang.

 

(Bersambung)

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR