Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i., M.M.
BLOGGURU – Kompetensi literasi bagi seorang guru perlu diasah, termasuk salah satunya adalah kemampuan menulis. Tentu saja yang dimaksud disini adalah menulis tidak sembarang menulis, tapi menulis sesuai kaidah-kaidah kepenulisan. Guru yang menyadari akan pentingnya meningkatkan kompetensi literasi, malahan meluangkan waktunya secara khusus mengikuti workshop atau pelatihan menulis, sekaligus harus berbayar mahal untuk kebutuhan itu.
Untuk sampai pada kemampuan mahir menulis, memang yang dibutuhkan tak hanya sekadar teori, tetapi yang paling penting adalah pembiasaan menulis. Ya, kunci sukses penulis adalah menulis, menulis dan tetap menulis. Seorang yang akan menjadi penulis, pada saat yang sama juga harus membiasakan dirinya untuk mengakrabi buku. Mengapa demikian? Tentu karena penulis yang baik adalah pembaca yang hebat.
Karena itu teruslah menulis, pada saat yang sama terus pula membaca. Ya, harus membaca apa saja untuk menajamkan pengertian dan wawasan, termasuk diantaranya wawasan kepenulisan. Beberapa prinsip atau materi dasar menulis harus dipahami dengan baik. Setelah itu, teruslah berlatih menulis, baik fiksi maupun non fiksi.
Berikut ini beberapa materi dasar kepenulisan, yang seharusnya dibaca dan semoga pula layak dibaca:
Mengenal PUEBI sebagai Pondasi Tulisan
Awalan “me” pada Konsonan yang berdiri sendiri
Menulis: Kebutuhan untuk Berkembang
Filsafat Komunikasi dalam Menulis
Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)
Muhammad Farid Wajdi, S.H.i., M.M., Guru dan Penulis, Founder Media/Komunitas Palontaraq