
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Media pemuatan artikel jurnal ISSN non SINTA merujuk pada jurnal ilmiah yang sudah memiliki nomor identitas resmi (ISSN – International Standard Serial Number) namun belum atau tidak terakreditasi oleh sistem SINTA (peringkat S1 hingga S6).
Berikut adalah daftar media, sumber, dan hal penting yang perlu Anda ketahui mengenai jurnal jenis ini:
1. Dimana Mencari Jurnal ISSN Non SINTA?
Karena jurnal ini tidak muncul di daftar pencarian Sources di website SINTA, maka bisa menemukannya melalui Portal GARUDA (Garba Rujukan Digital). Caranya Masuk ke Web/Situs Garuda. Banyak jurnal di sini yang sudah ber-ISSN namun masih dalam proses pengajuan akreditasi (Non SINTA). Pun bisa ditemukan pada Repositiori Universitas. Hampir setiap kampus memiliki jurnal internal yang dikelola oleh Program Studi atau Fakultas. Banyak jurnal baru di tingkat prodi yang sudah punya ISSN tapi belum masuk SINTA.
Yang paling mudah adalah pencarian melalui Google Scholar. Cari dengan kata kunci “Jurnal [Bidang Ilmu Anda] ISSN”. Anda akan menemukan banyak jurnal yang terindeks Google Scholar namun tidak memiliki logo SINTA di websitenya. Selain itu bisa pula lewat ISJD (Indonesian Scientific Journal Database). Portal milik BRIN yang mendata seluruh jurnal yang memiliki ISSN resmi di Indonesia.
2. Karakteristik Jurnal Non SINTA
Beberapa karakteristik Jurnal Non SINTA adalah:
– Proses Terbit Lebih Cepat. Karena antrean artikel biasanya tidak sepadat jurnal SINTA 1 atau 2, proses review dan publish cenderung lebih singkat.
– Cocok untuk Syarat Kelulusan Tertentu. Biasanya digunakan oleh mahasiswa S1 (tergantung kebijakan kampus) yang hanya mensyaratkan “artikel terbit di jurnal ber-ISSN”.
– Biaya Lebih Murah/Gratis. Banyak jurnal non SINTA yang dikelola kampus tidak memungut biaya (Zero APC), meski ada juga jasa publikasi berbayar yang menawarkan “pasti terbit”.
– Tahap Menuju Akreditasi. Banyak jurnal non SINTA adalah jurnal berkualitas yang sedang menunggu masa terbit minimum (biasanya 2 tahun) sebelum bisa mengajukan akreditasi SINTA.
3. Contoh Nama Jurnal (Berdasarkan Database Umum)
Beberapa jurnal yang sering menjadi wadah artikel non SINTA (seringkali berupa jurnal multidisiplin atau jurnal baru) adalah: Jurnal Inovasi Penelitian (JIP), Journal of Digital Law Studies, Jurnal Pengabdian Masyarakat (tertentu yang baru rilis), dan Berbagai Prosiding Seminar Nasional (Prosiding juga memiliki ISSN/ISBN dan statusnya non SINTA).
Hal yang Perlu Diwaspadai adalah bahwa meskipun non SINTA legal secara hukum (selama ada ISSN), tetap harus berhati-hati terhadap Jurnal Predator. Ciri-cirinya adalah: (1) Menjanjikan Terbit Instan. Terbit dalam 1-3 hari tanpa revisi yang berarti, (2) Website Kurang Profesional. Link banyak yang mati atau tata letak berantakan. (3) Cakupan Terlalu Luas. Menerima semua bidang ilmu dalam satu jurnal tanpa reviewer yang jelas. Jadi, Pastikan mengecek nomor ISSN-nya di laman untuk memastikan legalitas penerbitnya di Indonesia.
Demikian catatan singkat ini terkait Media Pemuatan Artikel Jurnal Non SINTA. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene, Pangkep, Sulsel.