
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengenal Pelajaran Muhadatsah
BLOGGURU – Apa itu Imla’? Imla’ adalah salah satu cabang ilmu bahasa Arab yang mempelajari tata cara dan kaidah penulisan Bahasa Arab (Al-Lughah al-Arabiyah) yang benar. Pelajaran Imla’ sangat penting bagi siapa saja yang ingin belajar menulis bahasa Arab, namun dalam kenyataannya tidak banyak yang mempelajarinya.
Di Madrasah dan Pondok Pesantren, seharusnya Imla’ menjadi pelajaran dasar yang sudah harus dikuasai sebelum mempelajari cabang ilmu Bahasa Arab lainnya. Cara mengajar Imla’ bisa dengan mendiktekan kepada santri dengan suara keras agar mereka memindahkan secara baik dan benar dari segi bahasa dan mempelajarinya. Itulah sebabnya Metode Imla’ selain disebut metode menulis, disebut juga metode dikte.
Dalam bahasa Arab, kata Imla’ adalah bentuk mashdar (kata benda dasar) yang berarti dikte/mendiktekan. Pelajaran Imla’ memiliki tugas memberi pemahaman dan pengertian yang mendalam terkait bahasa Arab dengan cara mempelajari tata cara dan kaidah penulisannya. Jadi, Imla’ merupakan salah satu metode pembelajaran bahasa Arab yang tujuan utamanya mendidik seseorang agar mampu menulis kalimat-kalimat bahasa Arab secara benar dan mampu menempatkan huruf-huruf sesuai tempatnya. Dengan begitu, tercapai kesesuaian antara kata dan makna tulisan.
Metode mengajar Imla’ yang umum ditemukan adalah Ustadz/Ustadzah membacakan pelajaran, dengan menyuruh Santri untuk menulis di buku tulis atau di papan tulis. Dan imla’ dapat pula berlaku, di mana Ustadz dan Ustadzah menuliskan materi pelajaran Imla’ di papan tulis, dan setelah selesai diperlihatkan kepada Santri maka materi Imla’ tersebut kemudian dihapus, dan menyuruh Santri untuk menuliskannya kembali di buku tulisnya atau di papan tulis langsung.
Mengapa mesti belajar Imla’? Ya, tujuan pembelajaran Imla’ agar siswa dapat menulis huruf maupun kalimat dalam bahasa arab dengan mahir dan benar. Materi yang digunakan dalam pembelajaran Imla’ terkait dengan materi dalam buku. Jadi, Kaidah imla’ sangat dibutuhkan di dalam penulisan bahasa Arab. Ilmu ini termasuk syarat terpenting dalam kelurusan dan kejelasan makna kalimat.
Apa yang kemungkinan terjadi jika tidak memahami kaidah Imla’? Tidak sedikit para penulis dalam menulis tulisan Arab masih banyak terjatuh dalam kesalahan. Oleh karena itu, semestinya para penuntut ilmu juga memperhatikan dan mempelajari dengan serius salah satu cabang ilmu bahasa Arab ini. Semoga catatan ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.