Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Menulis Puisi untuk Pentas Budaya Arab IV UNHAS (2): Bahasa Arab: Jiwa dan Jati Diri

Menulis Puisi untuk Pentas Budaya Arab IV UNHAS (2): Bahasa Arab: Jiwa dan Jati Diri

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, Segala puji hanya kepada Allah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, malam ini, Rabu malam (26/11/2025), penulis menyempatkan diri menulis puisi buat anakda santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep yang akan mengikuti Lomba Membaca Puisi Berantai di Pekan Budaya Arab IV bertema “Menapaki Jejak Budaya Arab dalam Kreativitas Seni dan Sastra” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Asia Barat Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Himab KMFIB UNHAS).

Lomba Puisi Berantai merupakan salah satu item kegiatan dalam Pekan Budaya Arab IV UNHAS yang akan diselenggarakan pada Tanggal 1-3 Desember 2025. Terkait rencana mengikuti lomba ini penulis telah menyeleksi dan menunjuk 3 santriwati. Penulisan puisi berjudul “Bahasa Arab: Jiwa dan Jati Diri” ini merupakan karya spontan penulis, merujuk kepada salah satu tema lomba puisi dimaksud, “Bahasa Arab, Kebanggaan dan Identitasku”. Sungguh sebuah tema yang menarik. Berikut ini adalah puisi yang merangkai Bahasa Arab sebagai kebanggaan dan identitas, menyoroti perannya sebagai bahasa ilmu, pergaulan, ibadah, dan kunci menuju pengenalan diri dan ciptaan Tuhan.

Bahasa Arab: Jiwa dan Jati Diri

karya: Muhammad Farid Wajdi

 

Diantara gemuruh aksara dan lisan yang melafadzkan, Terukir satu suara, kalam yang tak lekang zaman.

Bukan sekadar kata dan untaian bunyi. Inilah Bahasa Arab, nadi ilmu, detak jiwa muslim dalam ibadahnya

Ia bukan hanya warisan yang tersimpan dalam kitab, Namun jiwa yang bergerak, di setiap huruf yang terucap.

 

Identitasku tegak, dari janji lisan yang menampung cahaya.

Denganmu, kutemukan kunci, membuka perpustakaan raya,

Di mana Ibnu Sina dan Al-Farabi menata maknanya.

 

Bahasa Arab adalah Bahasa Ilmu, fondasi peradaban gemilang, Dari filsafat hingga matematika, cemerlang.

Bahasa Arab adalah jembatan di pasar dan di mimbar, Bahasa Pergaulan dari timur hingga ke barat.

Menyatukan hati dari Yaman hingga ke Nusantara, Satu sapaan, satu ukhuwah, satu saudara.

 

Bahasa Arab adalah Bahasa Ibadah, Pelabuhan hati saat sujud menjemput berkah.

Alhamdulillah, Allahu Akbar, dalam lafaz suci Al-Qur’an,

Tanpamu, shalatku hening, makna tak tersampaikan.

Tak ada kebanggaan yang lebih patut kuangkat tinggi, melebihi lisan yang mampu menggapai Diri Sejati.

Bahasa Arab adalah Bahasa Dunia dan Akhirat yang abadi, Menyimpan kalam Tuhan, janji dan risalah Ilahi.

Sebab denganmu, aku mulai mengenal diri sendiri lebih baik, Menyelami kedalaman takwa yang tertulis dan terukir.

 

Bahasa Arab adalah kehormatan yang kupegang teguh. Jati diriku yang berakar pada kata yang diberi harakat.

Di balik setiap fa’il dan maf’ul, setiap harf dan isim, tersembunyi rahasia agung, mengantarkan pada keimanan yang karim.

Maka, biarkanlah lisan ini terus fasih mengenali nahwu shorof, karena pada setiap kata Arab, kutemukan berjuta makna, termasuk didalamnya cinta yang ilmiah.

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Penulis Buku Antologi Puisi “Penjara Suci” dan “Menjawab Waktu”/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR