
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Banyak kitab yang mengisahkan tentang perjalanan hidup, sirah, thabaqat, sejarah para Salaf, salah satu diantaranya kitab Hilyatul Auliya wa Thabaqatul Asyfiya, yang berarti Perhiasan para wali dan tingkatan orang-orang suci. Kitab Hilyatul Auliya merupakan Ensiklopedia Islam yang memaparkan sejarah dan biografi para ulama Salaf terdahulu secara detail berdasarkan hadits dan atsar berserta sanad-nya. menceritakan sejarah hidup generasi Islam mulai dari generasi Sahabat, Tabi’in, tabiut tabiin dan seterusnya dari ulama-ulama Ahli Sunnah.
Sistematika penyajian kitab Hilyatul Auliya mengacu kepada sumber-sumber klasik yang valid dan keontetikan ceritanya pun dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah melalui pengkajian hadits dan atsar. Oleh kerana itu Kitab Hilyatul Auliya karya Al Imam Abu Nuaim Al Ashfani -rahimahulloh memang layak menjadi referensi utama dalam disiplin ilmu Sejarah. Nama lengkap penulisnya adalah Ahmad bin Abdullah bin Ahmad Al-Ashfahani. Beliau lahir pada tahun 336 H, dan wafat pada tahun 430 H.
Imam Adz-Dzahabi -rahimahulloh- mengatakan,
“Dia adalah Imam Al-Hafizh (penghafal Hadis), Ats-Tsiqah (terpercaya), sangat ‘alim, Syaikhul Islam.”
Imam Al-Khatib Al-Baghdadi -rahimahulloh- mengatakan,
“Saya tidak melihat orang yang layak menyandang gelar Al-Hafizh (pada zaman itu) selain dua orang: Abu Nu’aim Al-Ashfahani dan Abu Hazim Al-A’raj.”
Ibnu Ahmad Al-Hambali -rahimahulloh- mengatakan,
“Abu Nu’aim adalah satu-satunya orang di dunia ini yang memiliki isnad tertinggi yang disertai dengan kuatnya hafalan dan kedalaman pengetahuan dalam bidang Hadis dan disiplin ilmu-ilmunya.” (lihat : SyadzaratAdz-Dzahab)
Ibnu Mardawaih -rahimahulloh- mengatakan,
“Abu Nu’aim adalah orang yang didatangi banyak orang pada zamannya. Di seluruh penjuru dunia ini tidak ada orang yang lebih baik sanad dan hafalannya daripada dia. Para huffadh (penghafal Hadis) dunia berkumpul di sisinya. Sehingga setiap hari menjadi giliran salah seorang di antara mereka untuk membaca apa yang dia inginkan sampai menjelang Zhuhur. Lalu ketika dia (Abu Nu’aim) pulang ke rumahnya, terkadang ada orang yang membaca satu juz di hadapannya selama di jalan dan dia sama sekali tidak mengeluh. Dia selalu sibuk dengan menulis atau menyampaikan Hadis.”
Berikut ini terjemah dari Muqaddimah Hilyatul Auliya:
Artinya:
Segala puji bagi Allah pencipta alam semesta dan benda benda
Artinya:
Dan pencipta tiang-tiang dan waktu
Artinya:
Dan pencipta akal dan badal
Artinya:
Dan pemilih para kekasih dan para teman
Artinya:
Penerang rahasia-rahasia orang bagus dengan penerang dan pengetahuan yang ia titipkan
Artinya:
Dan pengotor hati-hati orang jelek dengan kewaspadaan dan keyakinan yang ia halangi
Artinya:
Yang ucapan dan lisan menjelaskan tentang pengetahuannya
Artinya:
Yang menerjemahkan tentang tandanya telapak dan jari, yang sesuai dengan quran
Artinya:
Yang cocok dengan dalil dan keterangan
Artinya:
Maka ia menetapkan bukti dengan para pemimpin dari para utusan
Artinya:
Dan mempopulerkan jalan dengan para orang mulia dari para ahli kebenaran
Artinya:
Yang Allah jadikan mereka para pengganti para nabi
Artinya:
Dan kenalan Orang-orang suci
Artinya:
Yang didekatkan pada derajat yang luhur
Artinya:
Dan dijauhkan dari nisbat yang rendah
Artinya:
Yang menyampaikan pengetahuan dan kebenaran
Artinya:
Dan menegakkan ikut dan kebenaran
Artinya:
Dengan sebuah pengetahuan yang mengikuti pengetahuan mereka sebuah kecocokan
Artinya:
Dan menetapkan pada hukum diri mereka sebuah perpisahan
Artinya:
Dan mewajibkan pada layanan kesaksian mereka sebuah rangkulan
Artinya:
Dan menjelaskan pada jalan utusan mereka sebuah pertemanan
Artinya:
Dan selawawat semoga untuk orang yang menyampai kan dan mensyariatkan dari Allah
Artinya:
Dan dengan perintah Allah ia berdiri dan melarang
Artinya:
Dan pada para pengikutnya ia menanam dan memanen
Artinya:
Yaitu muhammad yang dipilih dan dibuat kekasih
Artinya:
Dan untuk saudara-saudaranya dari para nabi dan rasul
Artinya:
Dan untuk keluarganya dan sahabat-sahabat beliau yang dipilih, dan semoga Allah menyampai kan salam.
Demikian sedikit catatan tentang Terjemah Muqaddimah Hilyatul Aulia. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.