
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Donwload Nadhom ‘Imrithi’: DISINI
BLOGGURU – Secara umum Imrithi adalah sebuah kitab yang menadzomkan Matan Jurumiyyah. Maksud menadzomkan yaitu pengarang, Syaikh Syarafuddin Yahya al-Imrithi (w 890 H/1485 M), mengambil materi-materi di dalam Jurumiyyah yang berbentuk prosa, lalu dikreasi ulang menjadi karangan yang berbentuk nadhom (syair atau puisi). Secara keseluruhan isi Imrithi merupakan pengembangan dari kitab Matan Ajurumiyah.
Di kalangan santri, kitab Imrithi’ ini menjadi salah satu sorogan favorit dan ilmu alat tata Bahasa Arab lanjutan. Umumnya diberikan setelah tahapan Kitab Ajurumiyah dapat terhapal dan terpahami dengan baik. Karena berupa nadhom (syair), maka harus dibahas dengan cara dihafalkan oleh setiap santri untuk memudahkan mengingat setiap perubahan dan kedudukan kalimat yang dibahas dalam kitab kuning.
Pengarang Kitab Ta’lim al-Muta’allim Ila Thariqah al-Ta’allum, Syaikh Burhanuddin Al-Zarnuji (w 620 H/1223 M), mengungkapkan cara belajar efektif bagi pelajar muslim dan santri agar ”Setiap pelajaran hendaknya dipelajari dengan cara menghafal, baru kemudian memahaminya. Setelah menghafal dan memahami, baru melakukan pencatatan. Jangan mencatat sebelum paham karena itu akan membuang-buang waktu.”
Nadhom Imrithi secara keseluruhan berjumlah sekitar 204 syair. Dalam kitab ini, juga ada Nadhom Maqshud karya Syaikh Ahmad bin Abdurrahim. Nazam Maqshud berisi sekitar 113 bait syair, yang berisi tentang perubahan (i’rab) kalimat di dalam bahasa Arab.
Syaikh Syarafuddin al-Imrithi memulai pembahasan kitabnya dengan bab al-Kalam. Dalam kitabnya ini, pengarang menyebutkan tentang definisi kalam (kalimat). “Kalamuhu lafzhun mufidun musnadin, wal kalimatu al-lafzhul mufidu al-mufradu. Li ismin, wa fi’lin tsumma harfin tanqasim. Wa hadzihi tsalatsuha hiya al-kalam.” yang artinya: Kalam itu adalah lafaz yang memberi faedah (manfaat) bersambung. Dan, kalimat adalah lafaz mufrad (sendiri) yang memberi faedah (makna). Kalam itu terbagi tiga, yaitu isim, fiil dan huruf, itulah pembagiannya. Dan, ketiga pembagian itulah yang disebutkan dengan kalam.
Penjelasan atau definisi kalam ini, sama dengan yang diterangkan oleh pengarang Matan Ajurumiyah, Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Dawud al-Shanhaji (Ibn Ajurum). Dalam matan Ajurumiyah, kalam adalah lafaz yang tersusun dan memberi faedah dengan menggunakan bahasa Arab. Dan (kalam itu), terbagi tiga, yaitu isim, fiil, dan huruf. Perlu diketahui, dalam tata bahasa Arab, yang disebut kalam adalah kalimat dalam bahasa Indonesia. Sedangkan, kalimat dalam bahasa Arab adalah kata di dalam bahasa Indonesia. Kalam adalah bentuk jamak dari kalimat.
Bila Matan Ajurumiyah dimulai dengan pembahasan kalam dan diakhiri dengan Bab maf’ul ma’ah, sedangkan dalam Nazam Imrithi juga dimulai dengan Bab kalam dan diakhiri dengan Bab idlofah. Lengkapnya, pembahasan Imrithi dimulai dari bait-bait muqaddimah, lalu dilanjutkan dengan Bab Kalam, Bab I’rob, Bab Alamat I’rob, Bab Alamat Nashab, Bab Alamat Khafad, Bab Alamat Jazm, Bab Nakirah dan Ma’rifah, Bab Marfu’ati al-Asma`, Bab Na’ib al-Fa’il, hingga Bab Idlofah. Semuanya lengkap membahas mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu nahwu.
Berikut ini Nadhom Imrithi’ dan terjemahnya:
Pendahuluan
Segala puji bagi Alloh yang Maha Penolong Makhluq # Dengan ilmu dan taqwa
Hingga hatinya menuju kepadaNya Tanpa dapat memuat kebesaranNya
Kalimat tauhid dimasukkan hatinya Lalu hati bergembira sepenuhnya
Sholawat salam tercurah pada Nabi Yang berpredikat Afshohil kholaiqi
Muhammad, Keluarga dan sahabatnya Mereka mengkaji al-Qur’an kitabnya
Walau sulit ringkasan ini terbukti Menjaga lisan arab, ya..dari Ahli
Supaya dapat memahami artinya Al-Qur’an dan sunnah dengan sebenarnya
Ilmu nahwu lebih utama dikaji Tanpanya, Qur’an – sunnah tak dipahami
Kitab ini kecil namun yang terbaik Goresan yang lembut, terkenal dan unik
Kitab ini kecil namun yang terbaik Goresan yang lembut, terkenal dan unik
Ibnu A-Jurumi pengarang dasarnya Terkenal di Arab dan Manca negara
Bagi pemula, Rangkaian kitab ini Tampak indah sesuai dengan yang asli
Mengurangi kata kadang kulakukan Serta menambah faidah kulakukan
Karena menyempurnakan macamnya bab Maka terbit seperti syarahnya kitab
Mengarang kitab ini terdorong teman Mereka paham karena keyakinan
Pemuda tergantung tekadnya yang kuat Tanpa tekad jelas tak dapat manfaat
Semoga mendapat manfaat ilmunya Orang yang sungguh menghafal memahamnya.
BAB AL-KALAM (Kalimat Sempurna)
Kalam nahwu : lafadl mufid serta musnad Kilmah adalah lafadl mufid yang mufrod
Isim, fi’il serta huruf; bagiannya Ketiganya terkenal kalim namanya
Qaul adalah lafadl mufid yang mutlaq Seperti : ﺍِﻥَّ ﺯَﻳْﺪَﺍ ﻧِﺎْﻧﻄَﻠَﻖْ , ﻗﺪ , ﻗﻢ
Tanda-tanda isim : Tanwin dan huruf jer Kemudian Alif-lam dan mutlaqnya jer
ﺳﻴﻦ , ﻗﺪ dan ﺗﺄ ﺗﺄﻧﻴﺚ mati tanda fi’il Dalam menandai bersikaplah adil
Fi’il dengan ta’ ﻓﻌﻠﺖ ditandai Kemudian nun ِﺍﻓْﻌَﻠَﻦْ , ya ِﺍﻓْﻌَـﻠِﻰ
Huruf adalah kalimat tanpa tanda Dalam kalimat isim dan fi’il juga
(Bersambung …. )
Saya sangat senang
maaf, terjemah bait ke 249 apa benar belum lengkap?
Tolong nadzhom nya lebih di lengkapi lagi