
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Sebelumnya: Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – 2 (Bait 13-22)
BLOGGURU – Nadhom apa itu Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi? Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi disebut juga dengan nama “Nashihatul Ikhwan wa Mursyidatul Khullan”, yang artinya Nasehat bagi saudara-saudara, dan Petunjuk bagi para sahabat.
Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi adalah sebuah nadhom tentang hukum dan adab, berisi pesan dan nasehat yang bijak, petunjuk kepada manusia tentang apa-apa yang bermanfaat dan baik sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akherat. Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi dapat juga dimaknai sebagai Qosidah yang luas maknanya, sempurna bentuknya, dan dalam bahasa yang bagus, dan indah. Sehingga sebagian bait dari qosidah atau nadhom tersebut menjadi mutiara hikmah yang seringkali dibawakan dalam majelis ilmu, ceramah dan dauroh ilmiyah.
Siapa sebenarnya Ibnul Wardi? Beliau bernama lengkap Umar bin Mudzoffar bin Umar bin Muhammad bin Abil Fawaris Abu Hafs Zainuddin ibnul Wardi. Beliau lahir Tahun 691 H (1292 M) dan wafat dalam Tahun 749 H (1349 M).
Karya tulis Ibnul Wardi selain Nadhom Laamiyah Ibnul Warni, diantaranya adalah:
1. Kharīdat al-ʿAjā’ib wa farīdat al-gha’rāib (Mutiara Keajaiban dan Keunikan hal-hal aneh), sebuah risalah geografis dengan bagian-bagian tentang sejarah alam.
2. Nadzmul Bahjah al Wardiyah, nadhom fiqih sebanyak 5063 bait.
3. Al Lubab fil I’rob
4. Syarah Alfiyah ibnu Malik
5. Syarah alfiyah ibnu Mu’ti.
Diantara ulama yang mensyarah karyanya adalah Syaikh Mas’ud Bin Hasan Al-Qinawi, yang mensyarah Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi, dengan judul karya “Fathur Rohimir Rohman”.
Demikian sekilas tentang Ibnul Wardi dan berikut ini, Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – Part 3 (Bait 23-32):
– Laamiyah Ibnul Wardi –
Perindahlah ucapanmu dengan Nahwu barang siapa tidak mengenal I’rob maka ucapannya akan berantakan.
Susunlah syiir dan ikutilah mahdzabku. Tolaklah pemberian dunia karena dunia adalah hal sepele
Dan hal tersebut merupakan tanda kemuliaan seseorang. Sungguh alangkah indahnya Syiir tanpa pernyataan yang berlebihan.
Orang orang mulia telah meninggal dunia dan tidak tersisa kecuali orang yang hina atau orang yang cuma mengandalkan nasabnya.
Aku tidak menginginkan tanganku dicium, terpotongnya tanganku lebih baik dari pada dicium.
Jika mereka mencium tanganku dengan tujuan memujiku maka aku seakan akan menjadi budaknya jika tidak maka cukuplah malu bagiku
Ucapan terbaik adalah ” ambillah ini”. Dan ucapan terburuk adalah “meminta-minta.”
Meski engkau memiliki sebesar kerajaan persia namun yang kaubutuhkan adalah sesuap makanan. Andai engkau memiliki air sebanyak samudra yang kau butuhkan hanyalah seteguk air saja.
Renungilah firman Allah
Kami telah menetapkan rezeki diantara mereka. Niscaya engkau akan menemukan bukti nyata.
(Bersambung)