
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Sebelumnya: Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – 4 (Bait 33-42)
BLOGGURU – Nadhom apa itu Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi? Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi disebut juga dengan nama “Nashihatul Ikhwan wa Mursyidatul Khullan”, yang artinya Nasehat bagi saudara-saudara, dan Petunjuk bagi para sahabat.
Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi adalah sebuah nadhom tentang hukum dan adab, berisi pesan dan nasehat yang bijak, petunjuk kepada manusia tentang apa-apa yang bermanfaat dan baik sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akherat. Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi dapat juga dimaknai sebagai Qosidah yang luas maknanya, sempurna bentuknya, dan dalam bahasa yang bagus, dan indah. Sehingga sebagian bait dari qosidah atau nadhom tersebut menjadi mutiara hikmah yang seringkali dibawakan dalam majelis ilmu, ceramah dan dauroh ilmiyah.
Siapa sebenarnya Ibnul Wardi? Beliau bernama lengkap Umar bin Mudzoffar bin Umar bin Muhammad bin Abil Fawaris Abu Hafs Zainuddin ibnul Wardi. Beliau lahir Tahun 691 H (1292 M) dan wafat dalam Tahun 749 H (1349 M).
Karya tulis Ibnul Wardi selain Nadhom Laamiyah Ibnul Warni, diantaranya adalah:
1. Kharīdat al-ʿAjā’ib wa farīdat al-gha’rāib (Mutiara Keajaiban dan Keunikan hal-hal aneh), sebuah risalah geografis dengan bagian-bagian tentang sejarah alam.
2. Nadzmul Bahjah al Wardiyah, nadhom fiqih sebanyak 5063 bait.
3. Al Lubab fil I’rob
4. Syarah Alfiyah ibnu Malik
5. Syarah alfiyah ibnu Mu’ti.
Diantara ulama yang mensyarah karyanya adalah Syaikh Mas’ud Bin Hasan Al-Qinawi, yang mensyarah Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi, dengan judul karya “Fathur Rohimir Rohman”.
Demikian sekilas tentang Ibnul Wardi dan berikut ini, Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – 5 (Bait 43-52):
– Laamiyah Ibnul Wardi –
Hanya saja, saya tetap besyukur kepada Allah karena aku terlahir dari nasab yang tersambung sampai Abu Bakar As-Shiddieq.
Nilai seseorang tergantung apa yang ia lakukan. Entah ia mau memperbanyak atau malah menyedikitkannya
Sembunyikanlah kefakiran dan kekayaan, carilah uang dan jauhilah orang-orang yang menganggur.
Bekerja keraslah dalam mencari rizki yang halal dan jauhilah orang yang bodoh dan yang buruk perangainya.
Diantara boros dan pelit terdapat derajat yang baik. Dan keduanya (boros dan pelit) jika terus menerus dilakukan akan menyengsarakan.
Jangan engkau mencela para pemuka terdahulu karena beliau-beliau sudah tidak bisa berbuat salah
Tutuplah matamu dari kesalahan orang lain karena orang yang tidak menutup matanya dari kesalahan orang lain tidak akan beruntung
Setiap orang pasti mempunyai musuh meskipun ia berusaha hidup diatas gunung.
Berpalinglah dari pengadu domba. Karena keburukan tidak akan ada tanpa media yang mengantarkanya.
Bersabarlah terhadap tetanggamu yang buruk jika kesabaranmu sudah habis maka alangkah indahnya berpindah tempat. (*)
(Bersambung)