Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – 6 (Bait 53-62)

Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – 6 (Bait 53-62)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Sebelumnya: Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi – 5 (Bait 43-52)

BLOGGURU – Nadhom apa itu Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi? Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi disebut juga dengan nama “Nashihatul Ikhwan wa Mursyidatul Khullan”, yang artinya Nasehat bagi saudara-saudara, dan Petunjuk bagi para sahabat.

Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi adalah sebuah nadhom tentang hukum dan adab, berisi pesan dan nasehat yang bijak, petunjuk kepada manusia tentang apa-apa yang bermanfaat dan baik sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akherat.  Nadhom Lamiyah Ibnu Wardi dapat juga dimaknai sebagai Qosidah yang luas maknanya, sempurna bentuknya, dan dalam bahasa yang bagus, dan indah. Sehingga sebagian bait dari qosidah atau nadhom tersebut menjadi mutiara hikmah yang seringkali dibawakan dalam majelis ilmu, ceramah dan dauroh ilmiyah.

Siapa sebenarnya Ibnul Wardi? Beliau bernama lengkap Umar bin Mudzoffar bin Umar bin Muhammad bin Abil Fawaris Abu Hafs Zainuddin ibnul Wardi. Beliau lahir Tahun 691 H (1292 M) dan wafat dalam Tahun 749 H (1349 M).

Karya tulis Ibnul Wardi selain Nadhom Laamiyah Ibnul Warni, diantaranya adalah:

1. Kharīdat al-ʿAjā’ib wa farīdat al-gha’rāib (Mutiara Keajaiban dan Keunikan hal-hal aneh), sebuah risalah geografis dengan bagian-bagian tentang sejarah alam.

2. Nadzmul Bahjah al Wardiyah, nadhom fiqih sebanyak 5063 bait.

3. Al Lubab fil I’rob

4. Syarah Alfiyah ibnu Malik

5. Syarah alfiyah ibnu Mu’ti.

Diantara ulama yang mensyarah karyanya adalah Syaikh Mas’ud Bin Hasan Al-Qinawi, yang mensyarah Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi, dengan judul karya “Fathur Rohimir Rohman”.

Demikian sekilas tentang Ibnul Wardi dan berikut ini, Nadhom Lamiyah Ibnul Wardi- Part 6 (Bait 53-62):

 

– Laamiyah Ibnul Wardi – 

 

جانِبِ السُّلطانَ واحذرْ بطشَهُ  *  لا تُخاصم مَنْ إذا قـالَ فَعَلْ

 

Jauhilah penguasa dan hati hati dengan kekuasannya. Jangan engkau memusuhi orang yang mampu merealisasikan setiap ucapannya.

 

لا تَلِ الأحكـامَ إنْ هُمْ سألوا  *  رغـبةً فيكَ وخالفْ مَنْ عَذَلْ

 

Jangan mau menjadi hakim meskipun orang orang memaksamu dan jangan kau hiraukan para pencacimu.

 

إنَّ نصفَ الناسِ أعداءٌ لمنْ  *   ولـيَ الأحكامَ هذا إن عَدَلْ

 

Sesungguhnya sebagian manusia itu adalah musuh bagi orang yang menjabat dengan adil.

 

فهو كالمحبوسِ عن لذَّاتـهِ  *   وكِلا كفّيه فـي الحشر تُغَلْ

 

Hakim tidak akan bisa menikmati jabatannya dan dia tetap akan dirantai keduanya tangganya di hari kiamat

 

إنَّ للنقصِ والاستثقالِ فـي  *  لفظةِ القاضي لَوَعظا ومَثَلْ

 

Merasa berat dan tidak terima atas keputusan hakim cukup menjadi bukti dan pelajaran

 

لا تُساوي لذةُ الحُكمِ بـما  *  ذاقَهُ الشخصُ إذا الشخصُ انعزلْ

 

Nikmatnya menjadi pejabat tidak setara dengan sakitnya ketika dipecat

 

فالولاياتُ وإن طابتْ لمنْ  *  ذاقَـها فالسُّمُّ فـي ذاكَ العَسَلْ

 

Meskipun pemerintahan terasa manis tetapi madu yang tercampur racun tetap berbahaya.

 

نَصَبُ المنصِبِ أوهـى جَسدي  *   وعنائـي من مُداراةِ السَّفلْ

 

Beratnya mengurus jabatan dan mengurus orang orang yang hina menjadikan lemah badanku.

 

قَصِّرِ الآمـالَ فـي الدنيا تفُزْ  *  فدليـلُ العقلِ تقصيرُ الأملْ

 

Jangan terlalu berandai-andai dalam urusan dunia maka hidup akan menjadi bahagia. Tanda orang yang mempunyai akal sehat tidak suka berandai-andai.

 

إن منْ يطـلبهُ المـوتُ على  *  غِـرَّةٍ منـه جديرٌ بالوَجَـلْ

 

Setiap orang pasti mati dan jangan sampai mati dalam keadaan lalai.

 

(Bersambung)

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR