Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Puasa Syawal dan Keutamaannya

Puasa Syawal dan Keutamaannya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post:  Tuntunan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal

BLOGGURU – Setelah Bulan Ramadhan berlalu, apakah ada kewajiban atau anjuran berpuasa lagi di luar Bulan Ramadhan? Ya, setelah Ramadhan berlalu, datanglah Bulan Syawal, yang didalamnya ada anjuran untuk melakukan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal.  Terkait Puasa Syawal ini, masih banyak umat Islam yang belum memahaminya dengan baik dan benar, berikut ini penulis merangkum tulisan Syaikh Ahmad Bafadhl hafidzahullah.

Tiga Tingkatan Puasa 6 hari Syawal

Banyak pertanyaan seputar puasa 6 hari di bulan Syawal dan menqodho’ puasa Ramadhan, manakah diantara keduanya yang harus di dahulukan. Bila dilihat dari sisi keutamaan (afdhaliyyah), maka dalam hal ini bisa kita bagi menjadi 3 tingkatan, yaitu:

Tingkatan pertama (paling utama) : Memulai dengan menyelesaikan qodho’ puasa Ramadhan, kemudian berpuasa 6 hari setelahnya.

Tingkatan kedua : Berpuasa sunnah 6 hari Syawal dan mengakhirkan qodho’ di bulan-bulan berikutnya.

Tingkatan ketiga : Berpuasa dengan menggabungkan niat puasa qodho’ dan puasa syawal. Tingkatan ketiga ini yang diperselisihkan ulama syafi’iyyah akan keabsahannya, walaupun pendapat yang resmi dalam madzhab (mu’tamad) adalah boleh menggabung niat kedua puasa tersebut, namun ia tidak mendapatkan pahala sebagaimana yang tersebut dalam hadits.

Apa saja keutamaan menunaikan Ibadah Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal itu?

Dari sahabat Abu Ayyub al-Anshary bahwasanya Nabi bersabda;

 

 مَن صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

 

Artinya:

“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan, lalu ia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari dari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa satu tahun penuh”. [Hadits riwayat Muslim]

Apa makna dan fadhilah dari hadits tersebut diatas?

(a) Apakah makna Ad-Dahr dalam hadits?  Imam Al-Munawi berkata dalam Faidhul Qadīr menyebutkan bahwa:

 

وهذا تقرير يشير إلى أن مراده بالدهر السنة وبه صرح بعضهم لكن استبعده بعض آخر قائلا : المراد الأبد لأن الدهر المعرف باللام للعمر.

 

Artinya:

“Ketetapan ini memberikan isyarat bahwa maksud beliau dengan ad-dahr adalah setahun penuh dan inilah yang dijelaskan oleh sebagian ulama’. Tapi sebagian ulama’ lain menganggap jauh makna tersebut seraya berkata: “Maksudnya adalah al-abad (sepanjang umur) karena kata ad-dahr yang dima’rifatkan dengan Lam itu bermakna umur”.

(b) Hikmah pengkhususan bulan Syawal • Al-Munawi juga menjelaskan dalam kitab yang sama :

وخص شوال لأنه زمن يستدعي الرغبة فيه إلى الطعام لوقوعه عقب الصوم فالصوم حينئذ أشق فثوابه أكثر.

Artinya:

“Syawal dikhususkan (dengan puasa sunnah) karena Syawal itu waktu yang mendorong untuk bersenang-senang dengan makanan sebab ia terletak setelah puasa Romadlon, maka puasa Syawal ketika saat itu lebih berat, sehingga pahalanya lebih besar”.

Demikianlah beberapa fadhilah dan keutamaan dari puasa sunnah 6 hari di Bulan Syawal dan untuk memperkaya khazanah pengetahun kita tentang Fikih Puasa Syawal dan serba-serbinya, berikut ini penulis lampirkan beberapa artikel/e-Book (PDF) yang dapat dibaca dan didownload.

– Puasa Syawal Sebaiknya Tidak di Pekan Pertama?

– Puasa Syawal bukan Pengganti Hutang Puasa Ramadan

– Mana lebih dahulu: Qadha Puasa Ramadan atau Puasa Syawal?

– 6 Faidah Terkait Puasa 6 Hari Di Bulan Syawal

– Fikih Bulan Syawal

– Serba Serbi Puasa Syawal dalam Madzhab Syafii

– Bolehkah Qadha Puasa Syawal di Bulan Dzulqa’dah?

– Selain Puasa, Inilah Amalan Sunnah di Bulan Syawal

Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Kursus AI dan Pemanfaatannya
Oleh : Immim pangkep

Kursus AI dan Pemanfaatannya

Mengenal Imam Az-Zahabi
Oleh : Immim pangkep

Mengenal Imam Az-Zahabi

0 Komentar

KELUAR