Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 1 (13): Nasehat-nasehat Umum

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 1 (13): Nasehat-nasehat Umum

BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq – Djuz 1 yang diperuntukkan bagi Anak Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

Wahai anak yang cerdas! Apabila engkau meminta sesuatu dari seseorang, janganlah mengatakan kepadanya: berilah itu, lakukan begini, misalnya. Akan tetapi, gunakanlah kesopanan dan katakanlah: silakan, atau tolong lakukan begini. Kemudian berterima kasih kepadanya atas bantuannya bagimu dengan mengucpkan: terima kasih, atau saya ucapkan terima kasih kepadamu, atau semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

Apabila seseorang berbicara kepadamu, maka dengarkanlah kepadanya. Janganlah memutuskan pembicaraannya, tetapi tunggulah sampai ia selesai darinya. Apabila ia menyampaikan perkataan kepadamu atau bercerita, sedangkan engkau telah mendengar cerita itu, maka janganlah engkau mengatakan kepadanya, “Aku telah mendengar cerita ini.” Agar tidak patah hatinya.

Peliharalah kebersihan gigimu dengan menggunakan siwak atau sikat gigi setiap hari, hingga tetap bersih atau tidak rusak. Janganlah engkau menghisap jarimu atau menggigit kuku – kukumu dengan gigi – gigimu atau memasukkan jarimu di dalam hidungmu atau telingamu, terutama dihadapan orang – orang.

Termasuk kebiasaan – kebiasaan buruk adalah, bila anak menyelidiki rahasia – rahasia orang lain. Jika melihat surat yang bukan miliknya, ia membacanya, atau melihat seseorang membaca surat, ia bertanya kepadanya darimana surat itu dan apa isinya? Atau ia menjumpai dua orang berbicara di dekatnya, lalu ia mendekati kedua orang tua itu untuk mendengarkan pembicaraan mereka.

Termasuk kebiasaan-kebiasaan buruk pula adalah bila murid memakai kitab anak lain atau pensilnya tanpa seizinnya atau menemukan sesuatu yang hilang di jalan, lalu memilikinya. Ia wajib mengembalikannya kepada pemiliknya. Dan juga bila ia meminjam sesuatu, lalu merusakkannya atau tidak ingin mengembalikannya kepada pemiliknya.

Termasuk kebiasaan-kebiasaan yang tidak disukai pula, apabila seorang anak ditanyai, lalu ia menjawab dengan menggerakkan kepalanya atau bahunya, atau segera menjawab, padahal yang ditanya adalah orang lain.

Adalah merupakan perbuatan tercela bila seseorang anak tidak memotong rambutnya atau mencukurnya ataupun menyisirnya, sehingga menjadi panjang dan buruk pemandangannya. Juga bila ia tidak menggunting kuku – kukunya, sehingga menumpuk kotoran – kotoran di bawahnya dan jika ia tidak mandi atau tidak mengganti bajunya sehingga keluar bau busuk darinya.

Janganlah bermain sesuatu yang membahayakanmu seperti: tanah, api, dan kotoran – kotoran. Terkadang anak bermain korek api sehingga api menyala di pakaiannya dan membakar tubuhnya, atau bermain dengan kotoran-kotoran sehingga terkena kudis dan gatal – gatal.

Peliharalah kesehatanmu dengan berolah raga di udara bersih setiap pagi agar sehat tubuhmu, karena akal yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat. Hiruplah udara dengan hidungmu, bukan dengan mulutmu. Jauhilah udara yang kotor.

Jangan memakan makanan yang terbuka, mungkin saja cecak atau tikus ataupun serangga – serangga lainnya telah berjalan di atasnya. Janganlah memakan buah yang mentah atau busuk. Makanlah buah yang masak setelah mencucinya baik – baik dan jangan meminum air yang keruh. Jangan biarkan nyamuk menggigitmu. Hindarilah lalat dan usirlah ia dari wajahmu. Janganlah memakan makanan yang dihinggapinya dan jangan pula makan seperti anak – anak rakus yang makan dari makanan – makanan yang dijual di jalan – jalan, dalam piring yang kotor dan dibiarkan terkena debu – debu dan lalat – lalat.

Termasuk kebiasaan – kebiasaan yang merugikan pula adalah berlebih – lebihan dan pemborosan. Misalnya: jika ayah memeberikan anaknya beberapa rupiah, ia membeli barang – barang yang tidak berguna baginya atau tidak membutuhakannya benar – benar. Maka ia terpak sa berhutang dari teman – temannya, bila membutuhkan sesuatu dan mebiasakan berhutang sejak kecilnya. Adapun anak yang berakal, maka ia suka menabung dan menyimpan, untuk ia tidak perlu berhutang, maka ia akan hidup senang dan gembira. (*)

***

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR