Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 16: Bab Shalat (Bait 213-249)

Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 16: Bab Shalat (Bait 213-249)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Sudah kenal Kitab Matn Shofwatu Zubad atau lebih populer disebut Nadzom Zubad? Ya, Kitab Matn Zubad berisi nadzom (syair) puisi yang terdiri dari 1.000 bait lebih tentang Fikih Syafi’iyah. Kitab Matn Fikih ini populer diajarkan di Pondok Pesantren karena mudah dihafalkan dalam bentuk nadzom.  Meski begitu Matn Zubad ini tak hanya menguraikan bait-bait syair tentang fiqih, akan tetapi juga mengandung materi Bab Tauhid dan Tasawuf. Secara umum kitab Zubad dapat kita bagi menjadi tiga bagian yakni bagian bab aqidah/tauhid di bagian awal kitab, bab fiqih asy-Syafi’iyah di bagian tengah dan bab tasawuf di bagian akhir kitab. Sehingga mempelajari Matn Zubad, akan terasa lebih lengkap pemahaman khazanah keilmuan Islam kita, karena  isinya mencakup semua materi dasar yang wajib diketahui sebagai umat Islam yaitu: ‘Aqidah, Fiqih dan Tasawuf.

Matan Zubad adalah hasil karya Abu al-Abbas Ahmad ibn Hussein ibn Hasan ibn ‘Ali ibn Yusuf ibn ‘Ali ibn Arsalan al-Ramli [753H -844H] atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Ruslan. Beliau lahir di Ramlah, Palestina dan wafat di Baitulmaqdis, Palestina. Matan Zubad ini banyak disyarahkan oleh para ulama seperti Ghayah al-Bayan fi Syarh Zubad Ibn Ruslan oleh al-‘Allamah Syamsuddin al-Ramli, Mawahib al-Shomad fi Hal Alfaadz al-Zubad oleh Syaikh Ahmad al-Hijazi al-Fasyani, Ifaadah al-Saadah al-Umad bi Taqrir Ma’ani Nazam al-Zubad oleh al-‘Allamah al-Sayyid Muhammad bin Ahmad bin ‘Abd al-Baari al-Ahdal, Faidh al-Manan Syarh Zubad Ibn Ruslan oleh al-‘Allamah al-Sayyid Yusuf bin Muhammad al-Bathah al-Ahdal dan lain-lain lagi.

Berikut ini Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 16: Bab Shalat (Bait 213-249)

{ﻗﺎﻟﻮا ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﻻ ﻋﻠﻢ ﻟﻨﺎ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ ﺇﻧﻚ ﺃﻧﺖ اﻟﻌﻠﻴﻢ اﻟﺤﻜﻴﻢ}

ﻛﺘﺎﺏ اﻟﺼﻼﺓ

 

Kitab tentang Shalat

 

ﻓﺮﺽ ﻋﻠﻰ ﻣﻜﻠﻒ ﻗﺪ ﺃﺳﻠﻤﺎ … ﻭﻋﻦ ﻣﺤﻴﺾ ﻭﻧﻔﺎﺱ ﺳﻠﻤﺎ

 

Artinya:

213. Shalat adalah fardlu bagi orang mukallaf (yakni baligh dan berakal sehat) yang muslim. Dan shalat tidak diwajibkan bagi wanita haidh dan nifas

 

ﻭﻭاﺟﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﻮﻟﻲ اﻟﺸﺮﻋﻲ … ﺃﻥ ﻳﺄﻣﺮ اﻟﻄﻔﻞ ﺑﻬﺎ ﻟﺴﺒﻊ

 

Artinya:

214. Dan wajib bagi wali syar’i untuk menyuruh anakanya untuk melakukan shalat ketika usiannya sudah 7 tahun.

 

ﻭاﻟﻀﺮﺏ ﻓﻲ اﻟﻌﺸﺮ ﻭﻓﻴﻬﺎ ﺇﻥ ﺑﻠﻎ … ﺃﺟﺰﺕ ﻭﻟﻢ ﺗﻌﺪ ﺇﺫا ﻣﻨﻬﺎ ﻓﺮﻍ

 

Artinya:

215. Dan dianjurkan untuk memukulnya (untuk mendidik, bukan menyakiti) ketika (anak itu meningalkan shalat sedangkan) usianya sudah 10 tahun. Dan jika di tengah-tengah shalat anak itu menjadi baligh maka shalat (yang dikerjakannya) itu menjadi dan dan ia tak perlu mengulanginya jika ia telah menyelesaikan shalatnya.

 

ﻻ ﻋﺬﺭ ﻓﻲ ﺗﺄﺧﻴﺮﻫﺎ ﺇﻻ ﻟﺴﺎﻩ … ﺃﻭ ﻧﻮﻡ ﺃﻭ ﻟﻠﺠﻤﻊ ﺃﻭ ﻟﻹﻛﺮاﻩ

 

Artinya:

216. Tidak ada alasan untuk mengakhirkan shalat kecuali bagi orang yang lupa atau tidur atau menjama’ (ta’khir) shalat atau karena ada hal-hal yang memaksa (untuk mengakhirkan shalat).

 

ﻭﻭﻗﺖ ﻇﻬﺮ ﻣﻦ ﺯﻭاﻟﻬﺎ ﺇﻟﻰ … ﺃﻥ ﺯاﺩ ﻋﻦ ﻣﺜﻞ ﻟﺸﻲء ﻇﻠﻼ

 

Artinya:

217. Adapun waktu Zhuhur adalah dari mulai tergelincirnya matahari hingga bertambahnya ukuran bayangan dari ukuran benda (asli)nya.

 

ﺛﻢ ﺑﻪ ﻳﺪﺧﻞ ﻭﻗﺖ اﻟﻌﺼﺮ … ﻭاﺧﺘﻴﺮ ﻣﺜﻠﻲ ﻇﻞ ﺫاﻙ اﻟﻘﺪﺭ

 

Artinya:

218. Kemudian dengan demikian masuklah waktu Ashar. Dan waktu ikhtiarnya adalah ketika ukuran bayangan benda menjadi dua ukuran bendannya.

 

ﺟﺎﺯ ﺇﻟﻰ ﻏﺮﻭﺑﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﻔﻌﻼ … ﻭﻭﻗﺖ ﻣﻐﺮﺏ ﺑﻬﺎ ﻗﺪ ﺩﺧﻼ

 

Artinya:

219. Boleh mengerjakan shalat Ashar dilakukan hingga terbena matahari dan dengan ini maka waktu Maghrib telah masuk.

 

ﻭاﻟﻮﻗﺖ ﻳﺒﻘﻰ ﻓﻲ اﻟﻘﺪﻳﻢ اﻷﻇﻬﺮ … ﺇﻟﻰ اﻟﻌﺸﺎء ﺑﻤﻐﻴﺐ اﻷﺣﻤﺮ

 

Artinya:

220. Adapun waktu (Maghrib) tersebut masih ada – menurut pendapat yang paling kuat dalam qaul qadim (pendapat Imam Syafi’i ketika beliau berada di Baghdad) – hingga (masuknya waktu) Isya’ dengan hilangnya mega merah.

ﻭﻏﺎﻳﺔ اﻟﻌﺸﺎء ﻓﺠﺮ ﻳﺼﺪﻕ … ﻣﻌﺘﺮﺽ ﻳﻀﻰء ﻣﻨﻪ اﻷﻓﻖ

 

Artinya:

221. Adapun akhir waktu Isya’ adalah masuknya fajar shadiq (fajar yang benar) yang melebar cahayanya menerangi di ufuq timur.

 

ﻭاﺧﺘﻴﺮ ﻟﻠﺜﻠﺚ ﻭﺟﻮﺯﻩ ﺇﻟﻰ … ﺻﺎﺩﻕ ﻓﺠﺮ ﻭﺑﻪ ﻗﺪ ﺩﺧﻼ

 

Artinya:

222. Adapun waktu ikhtiarnya adalah hingga sepertiga malam pertama (kira-kira hingga jam 10 malam). Adapun waktu jawaz (boleh) adalah hingga terbitnya fajar shadiq dan dengan demikian masuk

 

اﻟﺼﺒﺢ ﻭاﺧﺘﻴﺮ ﺇﻟﻰ اﻻﺳﻔﺎﺭ … ﺟﻮاﺯﻩ ﻳﺒﻘﻰ ﺇﻟﻰ اﻹﺩﺑﺎﺭ

 

Artinya:

223. Waktu Shubuh. Waktu ikhtiarnya Shubuh adalah hingga isfar (agak terang), dan waktu bolehnya tersisa hingga hilangnya fajar (yakin dengan terbitnya sebagian dari busur matahari).

 

ﻳﻨﺪﺏ ﺗﻌﺠﻴﻞ اﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ اﻻﻭﻝ … ﺇﺫ ﺃﻭﻝ اﻟﻮﻗﺖ ﺑﺎﻻﺳﺒﺎﺏ اﺷﺘﻐﻞ

 

Artinya:

224. Disunnahkan menyelenggarakan shalat di awal-awal (waktun yakni dengan sibuk untuk mempersiapkan syarat-syarat shalat di awal waktu.

 

ﻭﺳﻦ اﻹﺑﺮاﺩ ﺑﻔﻌﻞ اﻟﻈﻬﺮ … ﻟﺸﺪﺓ اﻟﺤﺮ ﺑﻘﻄﺮ اﻟﺤﺮ

 

Artinya:

225. Dan disunnahkan ibrad (yakni menunda shalat Zhuhur hingga panas agak reda) ketika melakukan shalat Zhuhur, ketika cuaca yang sangat panas dan di negeri yang panas

 

ﻟﻄﺎﻟﺐ اﻟﺠﻤﻊ ﺑﻤﺴﺠﺪ ﺃﺗﻰ … ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﺧﻼﻑ اﻟﺠﻤﻌﺔ

 

Artinya:

226. Untuk (menunggu) orang yang mencari jama’ah (shalat) di masjid yang biasa didatangi (oleh orang-orang) dari jauh dan berbeda dengan masalah Shalat Jum’at (yakni tidak disunnahkan menunggu untuk pelaksanaan shalat Jum’at).

 

ﺻﻼﺓ ﻣﺎﻻﺳﺒﺐ ﻟﻬﺎ اﻣﻨﻌﺎ … ﺑﻌﺪ ﺻﻼﺓ اﻟﺼﺒﺢ ﺣﺘﻰ ﺗﻄﻠﻌﺎ

 

Artinya:

227. Adapun shalat sunnah yang tidak ada sebab maka cegahlah (yakni haram) setelah melaksanakn shalat Subuh hingga terbit (matahari).

 

ﻭﺑﻌﺪ ﻓﻌﻞ اﻟﻌﺼﺮ ﺣﺘﻰ ﻏﺮﺑﺖ … ﻭﻋﻨﺪ ﻣﺎ ﺗﻄﻠﻊ ﺣﺘﻰ ﺃﺭﺗﻔﻌﺖ

 

Artinya:

228. Dan juga setelah melakukan shalat Ashar hingga terbenam (matahari) dan ketika matahari (mulai) terbit hingga naik (setinggi satu tombak / 3,5 meter di atas ufuq timur menurut pandangan mata kita).

 

ﻭاﻻﺳﺘﻮا ﻻ ﺟﻤﻌﺔ ﺇﻟﻰ اﻟﺰﻭاﻝ … ﻭاﻻﺻﻔﺮاﺭ ﻟﻐﺮﻭﺏ ﺫﻯ ﻛﻤﺎﻝ

 

Artinya:

229. Dan (haram pula) ketika istiwaa’ (matahari di tengah-tengah langit), selain hari Jum’at hingga tergelincirnya matahari (masuk waktu Zhuhur) dan ketika ishfirar (yakni matahari menguning) hingga sempurna terbenam.

 

ﺃﻣﺎ اﻟﺘﻰ ﻟﺴﺒﺐ ﻣﻘﺪﻡ … ﻛﺎﻟﻨﺪﺭ ﻭاﻟﻔﺎﺋﺖ ﻟﻢ ﺗﺤﺮﻡ

 

Artinya:

230. Adapun shalat yang ada sebab mendahului seperti shalat nadzar dan shalat qadha’, maka tidak haram (pada waktu-waktu tersebut).

ﺭﻛﻌﺘﻰ اﻟﻄﻮاﻑ ﻭاﻟﺘﺤﻴﺔ … ﻭاﻟﺸﻜﺮ ﻭاﻟﻜﺴﻮﻑ ﻭاﻟﺠﻨﺎﺯﺓ

 

Artinya:

231. Begitu juga dua raka’at shalat sunnah thawaf dan tahiyyatul masjid, shalat gerhana dan shalat jenazah.

 

ﻭﺣﺮﻡ اﻟﻜﻌﺒﺔ ﻻ اﻹﺣﺮاﻡ … ﻭﺗﻜﺮﻩ اﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ اﻟﺤﻤﺎﻡ

 

Artinya:

232. Juga shalat di Tanah Haram Makkah kecuali shalat sunnah ihram. Adapun shalat di pemandian itu hukumnya makruh.

 

ﻣﻊ ﻣﺴﻠﺦ ﻭﻣﻌﻄﻦ ﻭﻣﻘﺒﺮﻩ … ﻣﺎ ﻧﺒﺸﺖ ﻭﻃﺮﻕ ﻭﻣﺠﺰﺭﺓ

 

Artinya:

233. Juga hukumnya makruh shalat di tempat meletakkan pakaian di pemandian, tempat unta istirahat, di pekuburan yang tidak digali, dijalan dan di tempat penyembelihan hewan.

 

ﻣﻊ ﺻﺤﺔ ﻛﺤﺎﻗﻦ ﻭﺣﺎﺯﻕ … ﻭﻋﻨﺪ ﻣﺄﻛﻮﻝ ﺻﻼﺓ اﻟﺘﺎﺋﻖ

 

Artinya:

234. Bersama dengan sahnya shalat (pada tempat-tempat tersebut), seperti juga (makruh) shalatnya orang yang menahan kencing, menahan buang air besar, menahan kentut, dan (makruh) shalatnya orang yang sangat menginginkan makanan tersebut ketika makanan (yang telah dihidangkan).

 

ﻣﺴﻨﻮﻧﻬﺎ اﻟﻌﻴﺪاﻥ ﻭاﻟﻜﺴﻮﻑ … ﻛﺬاﻙ اﻻﺳﺘﺴﻘﺎء ﻭاﻟﺨﺴﻮﻑ

 

Artinya:

235. Shalat-shalat sunnah itu diantaranya: shalat dua hari raya (yaitu Idul Fitri dan ‘Idul Adha), gerhana matahari, istisqa’ (minta hujan), dan gerhana bulan).

 

ﻭاﻟﻮﺗﺮ ﺭﻛﻌﺔ ﻹﺣﺪﻯ ﻋﺸﺮ … ﺑﻴﻦ ﺻﻼﺓ ﻟﻠﻌﺸﺎ ﻭاﻟﻔﺠﺮ

 

Artinya:

236. Shalat Witir (paling sedikitnya) itu 1 rakaat hingga (paling banyaknya) 11 rakaat. Adapun waktunya antara Shalat Isya’ dan Shalat fajar (Shubuh).

 

ﺛﻨﺘﺎﻥ ﻗﺒﻞ اﻟﺼﺒﺢ ﻭاﻟﻈﻬﺮ ﻛﺬا … ﻭﺑﻌﺪﻩ ﻭﻣﻐﺮﺏ ﺛﻢ اﻟﻌﺸﺎ

 

Artinya:

237. Termasuk diantara shalat sunnah yaitu shalat 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 rakaat sebelum shalat zhuhur dan 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah Maghrib dan 2 rakaat setelah Isya’.

 

ﻭﺳﻦ ﺭﻛﻌﺘﺎﻥ ﻗﺒﻞ اﻟﻈﻬﺮ … ﺗﺰاﺩ ﻛﺎﻹﺭﺑﻊ ﻗﺒﻞ اﻟﻌﺼﺮ

 

Artinya:

238. Dan disunnahkan pula shalat 2 rakaat sebelum Zhuhur sebagai tambahan, sebagaimana 4 rakaat sebelum Ashar.

 

ﺛﻢ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ ﻓﻨﺪﺑﺎ ﺗﻔﻌﻞ .. ﺛﻢ اﻟﻀﺤﻰ ﻭﻫﻲ ﺛﻤﺎﻥ ﺃﻓﻀﻞ

 

Artinya:

239. Kemudian shalat tarawih adalah sunnah untuk dilakukan, kemudian shalat Dluha. Adapun rakaat shalat Dluha yang lebih utama adalah delapan rakaat.

 

ﺛﻨﺘﺎﻥ ﺃﺩﻧﺎﻫﺎ ﻭﻭﻗﺘﻬﺎ ﻫﻮا … ﻣﻦ اﺭﺗﻔﺎﻉ اﻟﺸﻤﺲ ﺣﺘﻰ اﻻﺳﺘﻮا

 

Artinya:

240. Adapun paling sedikitnya shalat Dluha adalah 2 rakaat. Adapun waktunya adalah mulai naiknya matahari (setinggi tombak) hingga istiwa’.

ﻭاﻟﻨﻔﻞ ﻓﻲ اﻟﻠﻴﻞ ﻣﻦ اﻟﻤﺆﻛﺪ … ﻭﻧﺪﺑﻮا ﺗﺤﻴﺔ ﻟﻠﻤﺴﺠﺪ

 

Artinya:

241. Adapun shalat sunnah malam hari termasuk shalat yang dianjurkan dan para ulama menganjurkan shalat sunnah tahiyyatul masjid

 

Shalat sunnah tahiyyatul masjid

 

ﺛﻨﺘﺎﻥ ﻓﻲ ﺗﺴﻠﻴﻤﺔ ﻻ ﺃﻛﺜﺮا … ﺗﺤﺼﻞ ﺑﺎﻟﻔﺮﺽ ﻭﻧﻔﻞ ﺁﺧﺮا

 

Artinya:

242. yaitu dua rakaat dengan satu salam, dan tidak (boleh) lebih banyak (dari satu salam). Shalat Tahiyyatul masjid dapat diperoleh dengan melakukan shalat fardlu atau shalat sunnah lainnya (langsung setelah memasuki masjid sebelum duduk).

 

ﻻ ﻓﺮﺩ ﺭﻛﻌﺔ ﻭﻻ ﺟﻨﺎﺯﺓ … ﻭﺳﺠﺪﺓ ﻟﻠﺸﻜﺮ ﺃﻭ ﺗﻼﻭﺓ

 

Artinya:

243. Namun tidak dapat diperoleh (tahiyyatul masjid) dengan satu rakaat dan tidak pula dengan shalat jenazah, tidak pula dengan sujud syukur atau sujud tilawah.

 

ﻛﺮﺭ ﺑﺘﻜﺮﻳﺮ ﺩﺧﻮﻝ ﻳﻘﺮﺏ … ﻭﺭﻛﻌﺘﺎﻥ ﺇﺛﺮ ﺷﻤﺲ ﺗﻐﺮﺏ

 

Artinya:

244. Ulangilah (shalat tahiyyatul masjid) dengan berulangnya masuk ke masjid, meskipun dalam waktu yang berdekatan dan (sunnah mengerjakan) 2 rakaat setelah matahari terbenam (sebelum shalat Maghrib).

 

ﻭﻓﺎﺋﺖ اﻟﻨﻔﻞ اﻟﻤﺆﻗﺖ اﻧﺪﺏ … ﻗﻀﺎءﻩ ﻻ ﻓﺎﺋﺘﺎ ﺫا ﺳﺒﺐ

Artinya:

245. Dan shalat sunnah yang memiliki waktu tertentu (seperti shalat Dluha ) yang tertinggal (karena lupa dll) maka sunnah untuk mengqadhanya, namun tidak (sunnah mengqadla) untuk shalat sunnah yang mempunyai sebab (apabila tertinggal).

 

والفور ﻭاﻟﺘﺮﺗﻴﺐ ﻓﻴﻤﺎ ﻓﺎﺗﺎ … ﺃﻭﻟﻰ ﻟﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺨﺘﺸﻲ اﻟﻔﻮاﺗﺎ

 

Artinya:

246. Mengqadla shalat secara langsung (bagi orang yang tidak sengaja meninggalkan shalat). Dan tertib (dalam mengqadla) adalah lebih utama bagi orang yang tidak takut hilangnya waktu shalat.

 

ﻭﺟﺎﺯ ﺗﺄﺧﻴﺮ ﻣﻘﺪﻡ ﺃﺩا … ﻭﻟﻢ ﻳﺠﺰ ﻟﻤﺎ ﻳﺆﺧﺮ اﺑﺘﺪا

 

Artinya:

247. Dan boleh (untuk shalat sunnah rawatib) untuk mengakhirkan yang didahulukan (qabliyyah) pelaksanaannya dan tidak boleh mendahulukan apa yang diakhirkan (ba’diyyah).

 

ﻭﻳﺨﺮﺝ اﻟﻨﻮﻋﺎﻥ ﺟﻤﻌﺎ ﺑﺎﻧﻘﻀﺎ … ﻣﺎ ﻭﻗﺖ اﻟﺸﺮﻉ ﻟﻤﺎ ﻗﺪ ﻓﺮﺿﺎ

 

Artinya:

248. Dan waktunya shalat qabliyyah dan ba’diyyah itu sudah keluar (habis) sebab dengan selesainya waktu shalat fardlu yang telah ditentukan oleh syari’at.

 

ﺛﻢ اﻟﻘﻌﻮﺩ ﺟﺎﺋﺰ ﻓﻲ اﻟﻨﻔﻞ … ﻟﻐﻴﺮ ﻋﺬﺭ ﻭﻫﻮ ﻧﺼﻒ اﻟﻔﻀﻞ

 

Artinya:

249. Kemudian (shalat dengan posisi) duduk itu boleh dalam (melaksanakan) shalat sunnah (walaupun) tanpa udzur, namun yang demikian itu (hanya) mendapatkan separo pahala (dari yang berdiri).

(***)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR