
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Kitab Tijan Darori merupakan salah satu kitab masyhur dalam bidang Ilmu Tauhid Ahlussunnah Wal Jamaah, dengan berkiblat pada madzhab Al Asy’ariyah. Kitab ini sering digunakan di pondok-pondok pesantren, bahkan menjadi buku pegangan wajib pada mata pelajaran Ilmu Tauhid di Madrasah Diniyah dan Tsanawiyah.
Penulis Kitab Tijan Darori bernama lengkap Al ‘Alim Al ‘Alamah Syaikh Ibrahim Muhammad bin Ahmad Al Bajuri Asy Syafi’i. Beliau seorang ulama besar pada masanya yang akrab disapa Imam Al-Bajuri, lahir pada tahun 1198 Hijriah di Bajur, salah satu desa di bagian utara Mesir.
Pada tahun 1213 Hijriyah, Imam al-Bajuri terpaksa harus mengurangi aktivitas belajar mengajarnya karena pada saat itu Perancis menduduki Mesir dan memberhentikan mobilitas pengajian di Al-Azhar. Akhirnya, beliau pindah dan menetap di Giza selama 3 tahun.
Berikut ini terjemah Kitab Tijan Darori (6): Bab 6 – Sifat Qiyamuhu Binafsihi
Bab 6 – Sifat Qiyamuhu Binafsihi
Dan wajib dalam hag Allah Ta’ala, : sifat Al-Qiyaam bi al-nafs/berdiri sendiri | (. ).
Artinya sesungguhnnya Allah Ta’ala tidak mem-butuhkan pada tempat dan | tidak juga terhadap yang menentukan.
Lawannya yaitu sifat Al-Ihtiyaj ila Al-Mahal wa Al-Mukhoshis/ membutuhkan pada tempat dan penentu (. ).
Dan dalil atas Allah Ta’ala berdiri sendiri yaitu: sesungguhnya jikalau Alloh Ta’ala membutuhkan pada tempat maka keadaan Allah merupakan sifat. Dan keadaan Allah merupakan sifat itu mustahil.
Dan jikalau adanya Allah membutuhkan terha-dap yang menentukan, maka tentu Allah merupakan sesuatu yang baru.
Dan keadaan Allah merupakan sesuatu yang baru itu mustahil.
(***)