Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Membuka Gerbang Semester Genap TA. 2025/2026: Antara Tekad, Tradisi, dan Literasi

Membuka Gerbang Semester Genap TA. 2025/2026: Antara Tekad, Tradisi, dan Literasi

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Kuliah Umum: Integrasikan Ekoteologi hingga Multilingual Academic Literacy

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis dapat meluangkan waktu ditengah malam Ramadhan—usai Tarwih dan jelang Sahur—menulis catatan pembelajaran selama 8 bulan pertama kuliah di Program Pascasarjana Dirasah Islamiyah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Alauddin Makassar. Pencatatan ini adalah pencapaian tersendiri mengingat penulis sangat ketat dalam melakukan pendokumentasian pemikiran, agenda dan proses perkuliahan, artikel, makalah dan tugas publikasi jurnal.

Semester Ganjil pada enam bulan pertama sudah terlewati dan Alhamdulillah penulis memperoleh Indeks Prestasi (IP) 4.00 untuk 6 Mata Kuliah yang sudah diselesaikan, yaitu: Mata Kuliah Studi Hadits, Filsafat Ilmu, Metodologi Penelitian, Studi Qur’an, Perkembangan Pemikiran Islam dan Dinamika Peradaban Islam. Sebagai Keti (Ketua Tingkat), Penulis harus piawai mensiasati dan membagi waktu perkuliahan dengan kesibukan mengejar, ngeblog, menulis, dan kegiatan lainnya agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar.  Penulis juga masih aktif mengelola beberapa media online, sambil juga tetap aktif mengelola amanah sebagai Penanggung Jawab ICT di Sekolah/Pondok Pesantren. Hal ini bukanlah perkara mudah, karena harus menunjukkan dan mengimplementasikan kedisiplinan dan kecintaan pada semua yang menjadi amanah.

Alhamdulillah, perjalanan akademik di Program Magister Sejarah Peradaban Islam UIN Alauddin Makassar kini memasuki babak baru. Menoleh sejenak ke belakang, Semester Ganjil TP. 2025/2026 telah terlewati dengan catatan yang menyulut syukur: enam mata kuliah (18 SKS) berhasil diselesaikan dengan hasil maksimal, IP 4.00. Namun, angka hanyalah representasi administratif; esensi sesungguhnya adalah sejauh mana ilmu tersebut berkelindan dengan realitas budaya dan dakwah yang selama ini kita geluti di lapangan.

Hari ini, langkah kaki memasuki Semester Genap TP. 2025/2026. Amanah 15 sks telah menanti untuk digali makna dan pemahamannya, yang terdiri dari lima mata kuliah, yaitu: Historiografi Islam (3 SKS) terkait bagaimana Memahami bagaimana sejarah ditulis dan dimaknai oleh para pendahulu, Sejarah Islam Indonesia (3 SKS) terkait mendalami akar dan corak keislaman di bumi Nusantara, Sejarah Perkembangan Islam Dunia (3 SKS) terkait bagaimana meluaskan cakrawala tentang dinamika umat secara global, Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (3 SKS), terkait menelisik spirit perjuangan para pahlawan nasional menuju kemerdekaan, dan terakhir, Studi Naskah Sejarah (3 SKS), terkait bagaimana mengasah ketajaman dalam membaca sumber-sumber primer (manuskrip).

***

Semester ini adalah jembatan menuju tugas akhir. Fokus utama adalah mempersiapkan tesis yang sangat spesifik dan menarik: “Pengaruh Orang Melayu terhadap Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang di Kabupaten Pangkep”. Pada semester ini, penulis tentu akan melakukan Optimalisasi Mata Kuliah “Studi Naskah Sejarah”. Lihat disini: Pengantar Studi Naskah Sejarah.  Mata kuliah ini sebagai laboratorium mini untuk tesis Anda. Carilah naskah-naskah kuno (Lontaraq atau catatan Melayu) yang berkaitan dengan migrasi orang Melayu ke Pangkep. Jadikan tugas-tugas kuliah sebagai bab-bab awal atau tinjauan pustaka tesis.

Melalui mata kuliah Historiografi Islam, penulis akan berusaha mempertajam analisis mengenai peran aktor (Orang Melayu/Pedagang Melayu) dalam Proses Islamisasi. Jangan hanya terpaku pada kronologi, tapi dalami motif sosial, ekonomi, dan keagamaan di balik integrasi budaya Melayu-Bugis di Kerajaan Siang.  Di sela-sela kesibukan di Pangkep, penulis akan memanfaatkan waktu senggang untuk observasi situs-situs peninggalan Kerajaan Siang. Hubungkan data lapangan dengan teori yang didapat di kelas Sejarah Islam Indonesia. Lihat disini: Filologi Naskah Lontaraq Pangkep: Metodologi Analisis Tekstual untuk Rekonstruksi Sejarah Kerajaan Siang

Intinya, penulis akan terus mempublikasikan catatan kuliah. Menulis untuk publik memaksa kita untuk memahami materi secara lebih mendalam sebelum menyajikannya kepada orang lain. Ini adalah latihan “sidang tesis” sebelum waktu yang sesungguhnya tiba. Insya Allah, tak lama lagi perjalanan ini akan semakin menuju ujunagnya. Doa dan dukungan dari keluarga besar IMMIM, rekan-rekan penggiat sejarah budaya, serta pembaca setia catatan ini adalah energi yang luar biasa. “Sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tapi tentang memahami bagaimana kita sampai di titik ini dan ke mana arah langkah selanjutnya.”

Semoga catatan singkat ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

Minasatene-Pangkep, 25 Ramadhan 1447 H

(* Muhammad Farid Wajdi, Mahasiswa Program Pascasarjana Dirasah Islamiyah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI)/Guru dan Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR