Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Taare Zameen Par: Film Inspirasi Pendidikan
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat menyelesaikan free course “Understanding Dyslexia” dari situs OpenLearn, The Open University, Sabtu-Ahad (27-28/12/2025). Setelah menyelesaikan kursus, setiap peserta memperoleh “Statement of Participation”. Lihat disini: DYS_1_statement dan Badge “Understanding Dyslexia”.
Apa dan Bagaimana itu Free Course “Understanding Dyslexia” dari OpenLearn, The Open University. Berikut deskripsi kursus dan learning outcomenya dalam Bahasa Inggris:
Dyslexia is a neurodivergent condition affecting over 10% of the population. It is often linked to reading and writing challenges, but also gives rise to strengths like creativity and problem-solving. Each individual experiences dyslexia differently. Despite its prevalence, it remains under-recognised globally. With proper understanding and support, people with dyslexia can thrive in education and work, contributing their valuable perspectives. This potential is showcased by many dyslexic individuals and their success stories. This free course, Understanding dyslexia, aims to empower learners to reach their full potential.
Enrolling on the course will give you the opportunity to earn an Open University digital badge. Badges are not accredited by The Open University but they’re a great way to demonstrate your interest in the subject and commitment to your career, and to provide evidence of continuing professional development.
Once you are signed in, you can manage your digital badges online from My OpenLearn. In addition, you can download and print your OpenLearn statement of participation – which also displays your Open University badge.
The Open University would really appreciate a few minutes of your time to tell us about yourself and your expectations for the course before you begin, in our optional start-of-course survey. Once you complete the course we would also value your feedback and suggestions for future improvement, in our optional end-of-course survey. Participation will be completely confidential and we will not pass on your details to others.
After studying this course, you should be able to: understand a variety of definitions and perspectives on dyslexia, discuss some of the different explanations given for the observed symptoms of dyslexia, recognise the challenges faced by individuals with dyslexia in educational and professional settings, apply dyslexia-friendly strategies to foster inclusive, engaging environments in both educational and professional contexts, and outline the disclosure process, workplace assessments, and reasonable adjustments for dyslexic employees.
***
Apa dan bagaimana itu Free Course “Understanding Dyslexia” di situs OpenLearn dari The Open University? Kursus ini termasuk Badged Open Course, yang berarti setelah selesai kamu bisa mendapatkan digital badge (lencana digital) dan statement of participation sebagai bukti kamu telah menyelesaikan materi. Kursus ini membahas dyslexia (disleksia) secara komprehensif — bukan hanya sekedar “masalah membaca”, tetapi dari berbagai sisi, mulai dari apa disleksia, bagaimana ia dipahami dan didefinisikan secara historis dan modern? Bagaimana Mengenali Dyslexia? Tanda-tanda umum pada anak, remaja, atau orang dewasa serta perbedaan antara kesulitan belajar biasa dengan disleksia.
Disleksia (dyslexia) adalah perbedaan cara kerja otak (neurodiversitas) yang terutama memengaruhi kemampuan membaca, mengeja, dan menulis, meskipun kecerdasan umum (IQ) penderitanya normal atau bahkan di atas rata-rata. Dengan kata lain, disleksia bukan penyakit, bukan gangguan mental, dan bukan akibat malas belajar, tetapi kondisi neurologis yang memengaruhi cara seseorang memproses bahasa tertulis. Secara sederhana, disleksia didefinisikan sebagai kesulitan belajar spesifik yang berhubungan dengan pengolahan bahasa, terutama dalam membaca dan menulis, yang bersifat bawaan dan berlangsung seumur hidup.
Penjelasan Penyebab disleksi dari free course dari OpenLearn the Open University ini mengulas Perspektif biologis, kognitif, dan neuropsikologis serta Perbedaan cara kerja otak pada individu dengan disleksia. Bagian berikutnya dijelaskan bagaimana Pengalaman Orang dengan Dyslexia, tTantangan nyata yang dihadapi di sekolah, kerja, dan kehidupan sehari-hari, serta dampak emosional dan hubungan dengan harga diri. Penanganan disleksia juga memerlukan Strategi Dukungan dan Intervensi, terkait bagaimana teknik dan pendekatan yang membantu pembelajaran serta cara mendukung pembelajar disleksik agar mereka bisa berkembang. Termasuk pula bagaimana menyesuaikan lingkungan kerja agar lebih inklusif, termasuk penyesuaian yang wajar untuk pekerja disleksik dan Proses penilaian profesional dan apa artinya bagi individu yang dicurigai memiliki disleksia. The Open University
Demikianlah catatan singkat ini sebagai pengingat kegiatan ilmiah online (online free course) yang diikuti. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 28 Desember 2025
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.