
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengenal Kitab Arba’in Qur’aniyah
BLOGGURU – Syukur Alhamdulillah, satu kebahagiaan dan kenikmatan tersendiri dapat terus mengikuti majelis ilmu/dauroh ilmiyah tentang berbagai kutub warisan para ulama’, salah satu diantaranya adalah Kitab Arba’in Qur’aniyah. Sebagaimana kita ketahui bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup sekaligus sumber segala ilmu. Didalamnya terdapat hukum-hukum dan syariat-syariat, perumpamaan-perumpamaan dan hikmah-hikmah, nasehat-nasehat, sejarah serta kisah-kisah. Dengan Al-Qur’an, Allah SWT telah menunjukkan umat manusia ke jalan yang paling lurus dan paling benar.
Dalam Kitab Matn Arba’in Qur’aniyah, penulis kitab–Syaikh Ahmad bin Abdullah Abu An-Nashr–telah mengumpulkan 40 hadits shahih tentang keutamaan membaca, menghafal, mempelajari, dan mengajarkan Al-Quran. Demikian pula hadits-hadits tentang Adab-adab yang harus menjadi perhiasan perilaku para penghafal Al-Quran serta hadits-hadits yang memperingatkan agar menjauhi sikap riya’, menghindarkan diri dan bahkan niat dalam mengamalkan Al-Quran demi meraih keuntungan duniawi.
Kitab Arba’in Qur’aniyah menurut hemat penulis adalah salah satu kitab yang wajib diakrabi untuk menjadi “Ahli Quran”, selain kewajiban dalam menghafal dan muraja’ah bacaan/hafalan al-Qur’an setiap hari. Kitab lainnya yang penulis rekomendasikan agar kita lebih paham bagaimana berinteraksi dengan al-Qur’an adalah kitab karya Imam Nawawi, “Kitab at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an“.
Kitab al-Arba’un al-Qur’aniyah ini, berisi 40 hadits terkait al-Qur’an, tentang keutamaan bagi pembaca dan pengajar al-Qur’an, adab-adab terhadap al-Qur’an, sampai kepada keutamaan sebagian surat dalam al-Qur’an. Mengkaji kitab ini, tentunya akan memberikan motivasi kepada para santri, pelajar dan mahasiswa muslim untuk menjadi ahlul Qur’an. Dengan membaca, menghapal, mengamalkan, dan mengajarkan al-Qur’an. Karena itu, setiap dari kita harus pula berusaha sekuat tenaga untuk menghapalkan 40 hadits dalam kitab al-Arba’un al-Qur’aniah ini.
Merujuk pada hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam, dari hadits yang berbeda-beda, diterangkan bahwa, “Barangsiapa menghapal 40 hadits, maka ia akan dibangkitkan bersama para ulama dan fuqaha, dan akan diberi syafa’at oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam di hari kiamat, dan akan diperbolehkan masuk surga dari pintu mana saja.”
Misalnya tentang hadist Keutamaan Membaca/Menghafal Qs. Al-Kahfi. Dalam hadist ini terdapat tiga tema besar: Pertama, Rasulullah SAW bersabda, siapa pun hafal sepuluh ayat pertama surat Al-Kahf, maka ia terjaga dari fitnah Dajjal. Fitnah Dajjal tidak terbatas apa yang datang langsung darinya, tapi juga fitnah kontemporer, seperti pemikiran sesat, materialisme peradaban Barat yang menyilau, dan lain-lainya. Kedua, Kita memohon kepada Allah agar terlindung dari fitnah Dajjal. Ketiga, Jika seorang membaca surat Al-kahf pada malam Jum’at, Allah SWT akan memberikan dia keutamaan diantara dua Jum’at.
Selain keutamaan menghafal 10 ayat pembukaan Qs. Al-Kahfi, juga ada hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan menakjubkan dari membaca/menghafal Qs. Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Kahfi, Al-Mulk, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan juga Al-Baqarah ayat 255 (ayat kursi), 287, dan 286. Misal keutamaan membaca Qs.al-Mulk sebelum tidur agar terhindar dari azab kubur, keutamaan membaca Qs. Al-Baqarah dan Qs. Ali Imran (Az-zahroin), sebagai penolong pada hari kiamat. Membaca 1 ayat dari Surah Al-Baqarah sudah mengundang 80 malaikat dan ampunan dari Allah SWT untuk yang membaca satu ayat tersebut. Setiap ayat Al-baqoroh tersebut diturunkan, delapan puluh malaikat mengiringinya.
Intinya, Kitab al-Arba’un al-Qur’aniyah bukan sekedar memberikan maklumat tentang ke al-Qur’an, akan tetapi dapat membangkitkan semangat dalam mencintai al-Qur’an, menghafal al-Qur’an, dan mengamalkannya. Karena itu, sebaik-baiknya seorang santri, pelajar, mahasiswa dan sarjana muslim adalah yang mampu menghadirkan makna kemuliaan al Qur’an, maka al-Qur’an tidak diberikan kecuali kepada manusia yang mulia. Oleh karena itu, muliakanlah dirimu dengan al-Qur’an dan hiasilah perangaimu dengan mengamalkan al-Qur’an.
Demikianlah catatan singkat ini sebagai catatan usai mengikuti dan meraih ijazah sanad Kitab “Arba’in Qur’aniyah”, yang diselenggarakan oleh Akademi Syafinatun Najah, dengan pemateri/Mujiz: Ustadz Fauzi Abu Syukiah al-Sundawiy. Sebelumnya untuk kitab yang sama, penulis juga telah mengikuti majelis ilmu/dauroh ilmiyah yang diselenggarakan oleh Ma’had Imam Bukhari dan Markaz Thalabul Ilmi (MTI). Qobiltu ijazah, Syukron Djazakumullah Ustadzuna atas ijazah sanadnya dan semoga dengan itu, penulis semakin bisa mengakrabi al-Qur’an.
Bagi pembaca sekalian, mari mengambil manfaat dan barakah sebanyak-banyaknya dari mengakrabi al-Qur’an, Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Sulsel.