Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Kitab Kasyfu Syubuhat dan Qawaidul Arba

Meraih Ijazah Sanad Kitab Kasyfu Syubuhat dan Qawaidul Arba

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Terjemah Al-Qowa’idul Arba’

BLOGGURU – Syukur Alhamdulillah, penulis masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berbagi catatan dari hasil Majelis Sama wa Ijazah Kitab Qawaidul Arba’ dan Kasyafu Syubuhat bersama Ustadz Ahmad Hawasy,Lc hafidzahullah, 27-28 Juli 2022 Pukul 20.00-21.00 (2 Hari). Shalawat dan salam senantiasa tercurah untuk baginda Nabi, Muhammad SAW, Insan Agung yang telah menghantarkan kita sampai pada hari ini masih dapat merasakan nikmat iman dan islam wujud dalam diri kita.

Majelis Sama’ wa Ijazah kali ini mengijazahkan kitab-kitab: Al-Qawaidul Arba’, Kasyfus Syubuhat, Al-Qaulul Ablagh – Syarah Al-Qawaidul Arba’, Aujazatul ‘Ibarat – Syarah Kasyfus Syubuhat, dan Mukhtasor Kasyfus Syubuhat. Keempat kitab ini adalah kitab Tauhid yang fenomenal di kalangan ahlus sunnah wal jamaah. Karena itu Majelis ini, bagi penulis lebih merupakan upaya menyambung sanad keilmuan hingga Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab, penegak dakwah Tauhid. Satu kelebihan tersendiri dari Majelis Sanad ini adalah karena Ustadz Ahmad Hawasy al-Bantany selalu menyertakan penjelasan singkat (ta’liq) dan intisari kitab (maqashid) agar lebih mudah dipahami. Kitab Tauhid bersanad ini merupakan kitab-kitab penting yang membahas 4 kaidah dalam membantah kesyirikan dan membahas 15 syubhat para pembela kesyirikan beserta bantahannya.

Sebagaimana Majelis Sama’ sebelumnya, Ustadz Hawasi al-Bantany juga selalu menghadiahkan Sanad Hadits Musalsal bil Awwaliyah, yaitu Sanad Hadits yang menurut adab, merupakan hadits yang harusnya menjadi hadits pertama yang disampaikan seorang guru kepada muridnya.

Lihat DISINI: Rekaman Majelis Pemberian Sanad Kitab Qawaidul Arba dan Kasyfu Syubuhat

Ijazah Qawaidul Arba

Ijazah Qawaidul Arba dan Kasyfu Syubuhat. (foto: ist/*)

Apa pentingnya sanad dan mengapa harus mengambil sanad dari para ulama? Imam Abdullah bin Mubarak (wafat 181 H) -rahimahullah- berkata,

إن الإسناد من الدين، ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

Artinya:

“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada sanad, pasti siapapun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [Muqaddimah Shahih Muslim]

Beliau juga berkata,

 

مثل الذي يطلب أمر دينه بلا إسناد كمثل الذي يرتقي السطح بلا سلم

Artinya:

“Perumpamaan orang yang mencari ilmu agama tanpa sanad, seperti orang yang naik ke atap sebuah bangunan tanpa tangga” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al Kifayah fi Ilmi Riwayah hal.393]

Imam Sufyan Ats-Tsauri (wafat 161 H) -rahimahullah- berkata:

الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن معه السلاح فبأي شيء يقاتل

Artinya:

“Sanad adalah senjatanya orang beriman. Apabila tidak ada senjata tersebut, maka dengan apa mereka berperang (melawan syetan dan syubhat)?” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Syaraf Ashabil Hadits hal.42]

Demikian sedikit catatan dari penulis. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep/Pimred Majalah Santri Online blogsantri.com

 

 

KELUAR