
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengenal Kitab At-Tibyan Fi Adab Hamalat Al-Quran
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat terus hadir mengikuti majelis ilmu/dauroh ilmiyyah berbagai kitab karya ulama yang luar biasa, salah satunya Kitab Khulashah Ta’zhimil Ilmi Lisy Syaikh Shalih Al-Ushaimi.
Bagi penulis dan tentu bagi kita semua, sebagai santri, pelajar, mahasiswa dan sarjana muslim memiliki kewajiban untuk belajar dan menuntut ilmu. Belajar adalah kebutuhan untuk meraih kebahagiaan dunia dan akherat, khususnya dalam hal menggali pemahaman khazanah keilmuan Islam. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menuntut ilmu agama, karena memahaminya akan mempermudah dan memperindah ibadah yang kita lakukan.
Kitab Khulashah Ta’zhimil Ilmi karya Syaikh Shalih Al-Ushaimi ini boleh dibilang memiliki kemiripan pembahasan dengan Kitab-kitab tentang Adab menuntut ilmu sebelumnya, seperti Hilyah Thalibil Ilmi Syaikh Bakr Abu Zaid, Ta’lim Muta’allim Syaikh Az-Zarnuji, Tadzkiratus Sami’ Imam Ibnu Jama’ah, Kitabul Ilmi Syaikh Utsaimin, dan yang lainnya. Secara garis besar buku ini membahas tentang 20 pokok penting tentang memuliakan sebuah ilmu.
Kitab Khulashah Ta’zhimil Ilmi ini sangat penting bagi penuntut ilmu untuk dijadikan panduan dalam menuntut ilmu. Isinya tentang Adab-adab yang harus diperhatikan dalam proses menuntut ilmu. Kata ulama, “Barang siapa yang tidak memuliakan ilmu, maka ilmu tidak akan memuliakannya”, dan demikianlah sebagaimana permata yang indah tak kita letakkan di dalam tempat yang kotor, demikian pula ilmu yang tak ditempatkan pada wadah yang tidak bersih dan suci. Ilmu adalah permata yang halus dan lembut, dan wadah untuk menampungnya ialah hati yang jernih. Kebeningan hati akan berbanding lurus dengan seberapa banyak ilmu yang akan bersemayam di dalamnya..
Maka barang siapa memuliakan ilmu akan nampak darinya cahaya dan akan memahami banyak cabang dari ilmu dan tidak ada keinginan tertinggi yang dicapai dengan semangat kecuali untuk terus belajar. Begitu pula dalam dirinya tidak ada kelezatan kecuali dengan berpikir tentang ilmu. Sebagaimana Abu Muhammad Ad Darimiy juga memandang benarnya pernyataan ini. Sehingga beliau menutup kitab sunnannya yang berjudul (Al Musnad Al Jaami’) dengan Bab tentang Pengagungan Ilmu.
Hal yang paling membantu seseorang agar dapat mengagungkan ilmu adalah dengan mengetahui Pokok-pokok (Ushul) dalam Pengagungan Ilmu, dan Dengannya terwujud pengagungan ilmu yang nyata di hati. Barangsiapa berpegang teguh dengan pokok tersebut maka dia telah memuliakan ilmu dan barangsiapa yang menyia-nyiakannya maka dia telah menyia-nyiakan dirinya, dan mengikuti hawa nafsunya, maka itulah yang membuatnya futur (lemah).

Ijazah Sanad Kitab Khulashah Ta’zhim al-‘Ilmi. (foto: ist/*)
Maka demikianlah, penulis merasa beruntung dapat berkenalan dengan Kitab Khulashah Ta’zhim al-‘Ilmi Syaikh Shalih Al-Ushaimi dan dauroh ilmiah yang diselenggarakan oleh Akademi Syafinatun Najah pada Tanggal 3 Rajab 1445 H, beberapa waktu yang lalu. Tak hanya sampai disitu, penulis pada akhirnya dapat meraih ijazah sanad kitab Khulashah Ta’zhim al-‘Ilmi ini dengan syaikh mujiz: Syaikhuna Fauzi Abu Syukiah Al-Sundawiy.
Semoga ilmu dan sanad yang telah diperoleh tersebut dapat menjadi penyemangat penulis dalam belajar dan menuntut ilmu. Catatan ini sebagai pengingat kegiatan majelis sanad Kitab Khulashah Ta’zhim al-‘Ilmi yang telah diikuti. Semoga bermanfaat adanya, khususnya bagi diri penulis sendiri. Barakallahu fiikum. (*)