Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Kitab Tafsir Jalalain

Meraih Ijazah Sanad Kitab Tafsir Jalalain

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: DOWNLOAD Kitab Tafsir Jalalain:  Cover – Content

BLOGGURU – Tafsir al-Jalalain (تفسير الجلالين ) adalah sebuah kitab tafsir al-Qur’an, yang awalnya disusun oleh Syaikh Jalalluddin al-Mahalli pada tahun 1459, dan kemudian dilanjutkan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi pada tahun 1505.  Kitab tafsir ini umumnya dianggap sebagai kitab tafsir Sunni  yang banyak dijadikan rujukan, sebab dianggap mudah dipahami dan terdiri dari hanya satu jilid saja.

Syaikh Jalaludin al-Mahalli mengawali penulisan tafsir sejak dari awal Qs. Al-Kahfi sampai dengan akhir Qs. An-Naas sebagaimana disebutkan Abdul Aziz bin Ibrahim bin Qasim (1420 H) dalam Ad-Dalil ila Mutun al-‘Ilmiyyah. Riyadh: Dar ash-Shumai’i. hlm. 99. Setelah itu Syaikh Jalaluddin al-Mahalli menafsirkan Qs. al-Fatihah sampai selesai, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qaththan, Syaikh Manna’ (2006). Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an (Mabahits fi Ulum al-Qur’an). Penerjemah: H. Aunur Rafiq El-Mazni, Lc. MA. Editor: Abduh Zulfidar Akaha, Lc. & Muhammad Ihsan, Lc. (edisi ke-1). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 457.  Syaikh Al-Mahalli kemudian wafat sebelum sempat melanjutkannya.

Syaikh Jalaluddin as-Suyuthi kemudian melanjutkannya, dan memulai dari Qs. al-Baqarah sampai dengan Qs,. al-Isra’.  Kemudian beliau rahimahullah meletakkan tafsir Qs. Al-Fatihah pada bagian akhir urutan tafsir dari Al-Mahalli yang sebelumnya.  Namun, masih terdapat perbedaan pendapat mengenai kadar kerja masing-masing penafsir tersebut.

***

Baca pula: Terjemah Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Jalalain

Secara harfiah “Al-Jalalain” artinya dua Jalal. Disebut demikian, karena kitab tafsir ini ditulis oleh dua ulama terkenal yaitu Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim Al-Mahalli. Beliau lahir di Mesir pada tahun 771 H dan meninggal dunia pada tahun 864 H di Mesir. Penulis kedua adalah Imam Jalaluddin Abul Fadhl ‘Abdurrahman bin Abu Bakr bin Muhammad bin Abu Bakr Al-Khudhairy Ath-Thuluuni Al-Mishri Asy-Syafi’i, biasa disebut dengan Imam As-Suyuthi. Beliau lahir setelah Maghrib pada malam Ahad bulan Rajab tahun 849 H dan wafat pada malam Jumat 19 Jumadal Ula di rumahnya di Mesir dalam usia 61 tahun pada tahun 911 H.

Awalnya Jalaluddin Al-Mahalli menulis tafsir ini mulai dari surah Al-Kahfi sampai surah An-Naas. Dan ketika menyelesaikan tafsir surah Al-Fatihah, beliau wafat. Lalu Jalaluddin As-Suyuthi pun melanjutkannya. Beliau menulis dari tafsir surah Al-Baqarah hingga surah Al-Isra’.

Secara metodologi penulisan, tidak ada perbedaan mencolok diantara dua penulis.

Penilaian ulama mengenai tafsir Jalalain

Kelebihan kitab tafsir ini adalah:

  • Tidak bertele-tele (ini kitab tafsir ringkas).
  • Mudah dipahami.
  • Menyebutkan pendapat yang rajih (kuat) dari berbagai pendapat yang ada.
  • Sering menyebutkan sisi i’rab dan qira’at secara ringkas.
  • Para ulama banyak menelaah kitab tafsir ini dan bahkan ada yang memberikan catatan kaki, juga penjelasan.

Kekurangan kitab tafsir ini adalah:

  • Kitab tafsir ini memakai metode ahli takwil ketika mengkaji tafsir ayat Sifat Allah (ahli takwil merubah maknanya tanpa ada dalil). Salah satu contoh ketika pembahasan surah Al-Fajr ayat 22 diterangkan mengenai kedatangan Allah secara hakiki, namun ditafsirkan dengan kedatangan ‘amruhu’ (perintah-Nya). Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri memberikan catatan bahwa ini adalah takwil yang menyelisihi metode salafush shaleh. Ayat ini sejatinya menetapkan bahwa Allah itu datang sesuai keagungan Allah tanpa kita melakukan tasybih (menyerupakan dengan makhluk), tamtsil (menyamakan dengan makhluk), takyif (menyebutkan hakikat sifat tanpa dalil), atau taktil (menolak sifat). Lihat catatan kaki Tafsir Al-Jalalain (ta’liq: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri), hlm. 604.
  • Kitab tafsir ini terlalu bermudah-mudahan dalam penentuan beberapa bagian sejarah dan letak geografi tentang suatu kejadian dari ayat, atau semacamnya.

Demikian sedikit catatan tentang Tafsir Jalalain ini yang penulis pelajari dan kaji seusai mendapatkan ijazah sanad Kitab Tafsir Jalalain ini. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

KELUAR