
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Meraih Ijazah Sanad Kitab Shahih Bukhari, Syarah dan Mukhtasornya
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat menerima ijazah khusus dengan syarat yang mu’tabar untuk Kitab Mukhtasor Shahih Bukhari karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah (Nomor Sertifikat: 32/Ijazah/MTI/V/24) dari ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy, Founder Markaz Thalabul Ilmi (MTI).
Siapa Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah, yang sering pula hanya disebut Syaikh Al-Albani? Beliau dilahirkan pada Tahun 1332 H / 1914 M di kota Ashqadar, ibukota Albania di masa lalu. Ayah Syaikh al-Albani, namanya Syaikh Nuh Najati merupakan lulusan dari beberapa madrasah di Kesultanan Ustmaniyah atau Astanah (Istanbul saat ini) kemudian beliau kembali ke negerinya dan menjadi rujukan bagi masyarakatnya dalam masalah agama dan mendirikan sekolah di negerinya.
Syaikh Al-Albani tidak melanjutkan belajar di sekolah formal, selepas dari madrasah ibtidaiyyah, dan hanya belajar kepada ayahnya, khususnya Ilmu-ilmu lughah dan ilmu-ilmu syar’i, juga beliau belajar kepada Syaikh Sa’id Al Burhani rahimahullah dalam mempelajari ilmu fikih madzhab Hanafi dan kitab Syudzurudz Dzahab dalam ilmu nahwu, dan beberapa kitab ilmu balaghah.
Syaikh Al Albani mulai menggeluti ilmu hadits saat usia beliau sekitar 20 tahun sebagai pengaruh dari dakwah Syaikh Muhammad Rasyid Ridha rahimahullah. Ilmu hadits pun menjadi kesibukan utama dari Syaikh Al Albani sampai terkadang beliau menutup lapaknya karena pergi ke perpustakaan Azh Zhahiriyyah dan berada di sana selama 12 jam, menelaah, memberi catatan, men-tahqiq banyak hadits yang dipelajari, kecuali di Waktu-waktu shalat. Sampai-sampai pengurus perpustakaan memberikan ruangan khusus bagi beliau untuk menelaah kitab-kitab dan melakukan penelitian-penelitian ilmiah, karena mereka melihat betapa gigihnya beliau dalam menelaah dan meneliti.
Ketika beliau mulai terjun ke dunia dakwah, beliau mengajak umat kepada manhaj yang shahih yaitu kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dengan pemahaman para ulama salafus shalih dan tanpa ta’ashub (fanatik). Syaikh Al Albani terkadang menyelisihi beberapa pandangan madzhab Hanafi, yang beliau dididik dengannya, ketika telah nampak dalil yang memang menyelisihi pendapat madzhab. Syaikh Al Albani pun menemui penentangan yang keras dari banyak ulama fanatikus madzhab dan masyaikh sufi serta selain mereka.
Meski begitu, Banyak pula ulama yang mendukung beliau, diantaranya Syaikh Muhammad Bahjah Al Baithar dan Syaikh Abdul Fattah Al Imam yang merupakan pimpinan organisasi Syubbanul Muslimin, dan Syaikh Taufiqul Bazrah rahimahumullah. Syaikh Al Albani memiliki banyak sesi durus ilmiyah yang diajarkan kepada murid-muridnya, dengan kutub yang diajarkannya adalah: Zaadul Ma’ad karya Ibnul Qayyim, Nukhbatul Fikar karya Ibnu Hajar Al Asqalani, Ar Raudhah An Nadhiyyah karya Shiddiq Hasan Khan, Fathul Majid Syarah Kitab At Tauhid karya Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdil Wahhab, Al Ba’itsul Hatsits Syarah Ikhtishar Ulumil Hadits karya Al Allamah Ahmad Syakir, Thabaqat Fuhul Asy Syu’ara karya Ibnu Sallam Al Jahmi, Ushulul Fiqh karya Abdul Wahhab Khalaf, Tath-hirul I’tiqad min Ardanil Ilhad karya Ash Shan’ani, Al Targhib wat Tarhib karya Al Mundziri, Al Adabul Mufrad karya Al Bukhari, Minhajul Islam fil Hukmi karya Muhammad Asad, Musthalah At Tarikh karya Asad Rustam, Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, Riyadus Shalihin karya An Nawawi, Al Ilmam fi Ahaditsil Ahkam karya Ibnu Daqiqil Id.
Syaikh al-Albani menjadi rujukan dalam banyak perkara syariat, khususnya dalam Ilmu Hadits. Beliau diminta mengajar Ilmu Hadits dan Fiqih di Universitas Islam Madinah saat adalah Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy Syaikh menjabat sebagai Rektor Universitas tersebut sekaligus Mufti ‘Am Kerajaan Saudi Arabia. Beliau dikenal dengan julukan/gelar sebagai Ustadzul Muhaqiqin wal ‘Ulama, Nashirussunnah, Qaami’ul bid’ah, Muhadditsul ‘Ashr, Al Faqih, Al Imam Al Mujaddid.
Untuk Ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy, semoga senantiasa diberikan ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala, dilimpahkan nikmat kesehatan kepada beliau, keluarga dan para gurunya, serta terkhusus waktu luang dan kesempatan kepada beliau untuk selalu mendakwahkan agamaNYA dalam mewariskan sanad keilmuannya.
Untuk Kitab Mukhtasor Shahih Bukhari karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah tersebut, beliau meriwayatkannya dari banyak masyaikh diantaranya dari:
Demikianlah Ustadzuna, Ustadz Dony Alfarizi – ضاني الفارسي hafidzahullah mendapatkan jalur periwayatan dalam menurunkan sanad Kitab Mukhtasor Shahih Bukhari karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah tersebut
Semoga catatan singkat ini dapat menjadi pengingat ijazah dalam mempelajari dan mengkaji secara khusus Kitab Mukhtasor Shahih Bukhari karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah tersebut. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
02 Juli 2024 / 25 Dzul Hijjah 1445 H
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.