Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
31 Juli 2026

Ketika Mimpi Memakai Jas Putih Berjumpa dengan Jalan Ikhtiar: Refleksi Study Comparative Putri IMMIM di FK UNHAS

Jum, 31 Juli 2026 Dibaca 179x

IMMIMPANGKEP – Ada kalanya sebuah perjalanan tidak sekadar menambah jarak yang ditempuh, tetapi juga memperluas cakrawala mimpi. Demikianlah yang dirasakan para santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep dalam rangkaian Study Comparative (Stukom) ketika melangkahkan kaki memasuki lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK-UNHAS), Jumat (31/07/2026).

Bagi sebagian orang, gedung-gedung megah di kampus hanyalah bangunan akademik. Namun bagi seorang santriwati yang sejak kecil memendam cita-cita menjadi dokter, setiap lorong kampus itu seakan berbisik, “Suatu hari nanti, mungkin engkaulah yang akan berjalan di sini mengenakan jas putih.”

Harapan itu terasa semakin dekat ketika rombongan diterima dengan hangat oleh sivitas akademika FK-UNHAS. Sambutan yang ramah bukan sekadar bentuk penghormatan kepada tamu, melainkan juga sebuah pesan bahwa dunia akademik selalu terbuka bagi siapa saja yang mau datang dan berjuang.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah sesi pemaparan mengenai berbagai jalur masuk Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang disampaikan oleh dr. Meutya, seorang dokter yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Ummul Mukminin. Kehadirannya menghadirkan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar penjelasan teknis mengenai proses seleksi.

Di hadapan para santriwati, ia menjadi bukti hidup bahwa latar belakang sebagai santri bukanlah penghalang untuk menembus salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia. Justru pendidikan pesantren dapat menjadi fondasi karakter yang kokoh dalam menjalani pendidikan tinggi yang penuh tantangan.

Penjelasan mengenai jalur seleksi, persiapan akademik, pentingnya konsistensi belajar, hingga gambaran kehidupan mahasiswa kedokteran membuka wawasan baru bagi para peserta. Banyak di antara mereka yang mungkin sebelumnya menganggap FK UNHAS sebagai tempat yang terlalu jauh untuk diraih. Namun hari itu, jarak tersebut terasa semakin dekat.

Pada saat yang sama, di ruang yang sama, terjalin perbincangan hangat antara Humas Pesantren, Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M., yang juga Pimpinan Rombongan Study Comparative 2026 (Stukom ’26) dengan Kepala Subbagian Keuangan FK-UNHAS, H. Syahruddin, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Percakapan itu tidak hanya membahas peluang kerjasama kelembagaan ataupun kunjungan edukatif. Lebih dari itu, perbincangan tersebut dipenuhi kisah-kisah tentang perjalanan para alumni pesantren yang berhasil mengukir prestasi di berbagai bidang profesi.

Penyerahan Penghargaan dan Ucapan Terima kasih dari Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Hj Munjiyah Mayangsari kepada dr meutya, Perwakilan FK-UNHAS. (foto: ist/*)

Penyerahan Penghargaan dan Ucapan Terima kasih dari Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Hj Munjiyah Mayangsari kepada dr meutya, Perwakilan FK-UNHAS. (foto: ist/*)

Ada satu benang merah yang terasa begitu kuat: pesantren telah melahirkan banyak sumber daya manusia berkualitas. Santri bukan hanya mampu menjadi da’i, guru, atau pemimpin masyarakat. Mereka juga telah hadir sebagai dokter, dosen, peneliti, birokrat, hakim, pengusaha, akademisi, bahkan menjadi bagian penting dari civitas akademika di berbagai perguruan tinggi ternama, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Fakta bahwa seorang pemateri merupakan alumni Pondok Pesantren Ummul Mukminin, sementara pejabat administrasi penting di FK UNHAS adalah alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso, sesungguhnya mengandung pesan yang sangat kuat bagi para santriwati. Ada pula Guru Besar FK UNHAS, Prof dr Irfan yang kami ketahui sebelumnya adalah Alumni Ponpes Modern Putra IMMIM Makassar, juga ada Andi Masyita Irwan, S.Kep,Ns., MAN, Ph.D dari Ilmu Keperawatan UNHAS adalah Kepala Bidang Urusan Internasional UNHAS, meski keduanya belum sempat menyambangi adik-adiknya yang berkunjung ke FK UNHAS, tapi itu cukup mengirimkan pesan sederhana, tetapi sangat bermakna. Bahwa jejak itu sudah ada. Jalan itu telah dibuka oleh para alumni sebelum kalian. Kini tinggal bagaimana kalian mempersiapkan diri untuk menyusul mereka.

Kesuksesan bukanlah sesuatu yang lahir karena kebetulan. Ia merupakan akumulasi dari disiplin yang dibangun sejak di pesantren. Dari kebiasaan bangun sebelum fajar untuk bermunajat kepada Allah SWT. Dari kesabaran menghafal pelajaran. Dari kedisiplinan menaati aturan. Dari ketekunan membaca kitab dan buku. Dari kemampuan mengatur waktu antara ibadah, belajar, dan kehidupan bersama teman-teman di asrama.

Nilai-nilai itulah yang justru sangat dibutuhkan ketika menempuh pendidikan kedokteran. Menjadi dokter bukan hanya soal kecerdasan intelektual. Seorang dokter juga membutuhkan empati, kejujuran, kesabaran, integritas, kemampuan bekerja dalam tekanan, dan akhlak yang baik. Semua nilai tersebut telah lama menjadi bagian dari pendidikan pesantren. Karena itu, tidak ada alasan bagi seorang santriwati untuk merasa rendah diri ketika bermimpi menjadi dokter.

Pesantren bukanlah batas. Pesantren justru dapat menjadi titik awal lahirnya dokter-dokter muslimah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keluhuran akhlak, keluasan ilmu agama, serta kepekaan sosial dalam melayani masyarakat. Kunjungan ini juga mengajarkan bahwa sebuah cita-cita tidak cukup hanya diucapkan. Ia harus dipersiapkan. Hal inilah yang juga diamanatkan oleh Hj Munjiyah Mayangsari Fachrul Islam, Ketua YASDIC IMMIM Pangkep.

Bagi santriwati yang ingin melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, persiapannya harus dimulai sejak sekarang. Belajar dengan sungguh-sungguh, memperkuat penguasaan Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika, membiasakan membaca literatur ilmiah, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, menjaga kesehatan, melatih kedisiplinan, serta terus membangun karakter yang baik.

Lebih dari itu, iringi setiap ikhtiar dengan doa yang tulus kepada Allah SWT. Sebab setiap langkah menuju ilmu adalah bagian dari ibadah apabila diniatkan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Foto bersama Peserta dan Pendamping Stukom 2026 di Koridor FK UNHAS. (foto: ist/*)

Foto bersama Peserta dan Pendamping Stukom 2026 di Koridor FK UNHAS. (foto: ist/*)

Semoga suatu hari nanti, ketika rombongan Study Comparative kembali berkunjung ke Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, yang menyambut mereka bukan lagi hanya para dosen dan tenaga kependidikan.

Mungkin di antara yang mengenakan jas putih itu adalah kakak-kakak alumni dari Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep. Mungkin ada yang sedang menjalani koas, menjadi dokter muda, menempuh pendidikan spesialis, menjadi dosen, peneliti, atau bahkan mengabdi sebagai bagian dari civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Hari itu akan menjadi bukti bahwa mimpi yang dipupuk dengan ilmu, dijaga dengan akhlak, diperjuangkan dengan kerja keras, dan dipasrahkan kepada Allah SWT tidak pernah sia-sia.

Sebab sejarah para alumni pesantren telah menunjukkan satu kenyataan yang patut diteladani: mereka datang dari ruang-ruang sederhana di balik dinding pesantren, tetapi mampu mengabdi di lembaga-lembaga pendidikan terbaik negeri ini.

Kini, giliran generasi berikutnya menuliskan sejarahnya sendiri. Barangkali, nama yang kelak tertulis di daftar mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, bahkan di jajaran civitas akademikanya, adalah nama salah seorang santriwati yang hari ini masih duduk tekun belajar di bangku pesantren, menjaga hafalan Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, dan memelihara mimpi besarnya untuk menjadi dokter yang mengabdi demi kemaslahatan umat. (Humas/01*)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077