Related Post: Kalimat Terakhir di Balik Mimbar: Perpisahan Teduh Ibu Dra Hj. Sri Hajati Fachrul Islam
IMMIMPANGKEP – Hari ini, Sabtu (14/2/2026) langit duka menyelimuti langit Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep. Ketua YASDIC IMMIM Pangkep berpulang seketika kala beliau memberikan kata sambutan dalam Perayaan Milad ke-51 Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep
Berikut ini Kata Sambutan yang beliau persiapkan dan tak sempat tertuntaskan dibaca. Innalillahi wa inna ilaihi rhojiun. Selamat jalan Ibu, Jannatul Firdaus menantimu.
SAMBUTAN
KETUA YAYASAN IMMIM PUTRI
MILAD 51 TAHUN PESANTREN IMMIM PUTERI
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah mengantarkan Pesantren IMMIM Putri hingga memasuki usia 50 tahun, setengah abad pengabdian dalam mendidik, membina, dan memberdayakan muslimah.
Hadirin yang saya muliakan,
Pesantren IMMIM Putri lahir dari sinergi visioner tiga pilar kekuatan umat: ulama, pengusaha, dan pemerintah. Fondasi keilmuan dan ruhiyah ditanamkan oleh Drs. H. Fachrul Islam, kemandirian dan keberlanjutan kelembagaan diperkuat oleh H. Fadeli Luran, serta dukungan kebijakan dan legitimasi publik diberikan oleh HM. Arsjad B. Dari sinergi inilah IMMIM Putri dibangun—bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai gerakan peradaban.
Keberanian para pendiri semakin nyata ketika pada 17 Februari 1975, Pesantren IMMIM Putri resmi menerima santriwati. Di tengah keterbatasan akses pendidikan perempuan pada masa itu, para pendiri justru melihat muslimah sebagai kunci masa depan umat. Perjuangan ini kemudian memperoleh pengakuan nasional dengan peresmian Pesantren IMMIM Putri pada 7 November 1978 oleh Menteri Agama Republik Indonesia saat itu, Alamsyah Prawiranegara.
Hadirin yang berbahagia,
Lima puluh tahun kemudian, visi itu terus berbuah. Alhamdulillah, sekitar 90 persen di antara alumninya diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan. Ini adalah bukti bahwa pesantren mampu melahirkan muslimah unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan matang secara karakter.
Lebih dari itu, kiprah alumni IMMIM Putri hari ini menjadi saksi hidup keberhasilan pendidikan pesantren. Alumni kami telah banyak berkiprah di ranah akademik, bahkan di antaranya telah menyandang gelar profesor. Tidak sedikit pula yang tampil sebagai tokoh penting dalam pemerintahan, penggerak di lingkungan sosial dan pendidikan, serta pelaku dunia usaha yang menjunjung tinggi nilai integritas dan kebermanfaatan.
Mereka hadir di berbagai ruang pengabdian, membawa identitas sebagai muslimah yang berilmu, berakhlak, dan berdampak.
Hadirin yang kami hormati,
Memasuki era digital, tantangan generasi muslimah semakin kompleks. Arus informasi global hadir tanpa sekat nilai. Media sosial kerap membentuk standar eksistensi diri yang menjauhkan dari kesederhanaan dan kehormatan. Dalam situasi ini, Pesantren IMMIM Putri hadir sebagai ruang aman dan ruang tumbuh yaitu tempat membentuk iman, akhlak, kontrol diri, serta kebijaksanaan dalam memanfaatkan teknologi.
Kami meyakini bahwa teknologi bukan untuk dijauhi, tetapi dikelola dengan hikmah. Karena itu, IMMIM Putri berkomitmen membekali santriwati dengan ilmu, keteladanan, literasi digital berbasis nilai Islam, serta karakter kepemimpinan agar mereka mampu berdialog dengan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Hadirin yang berbahagia,
Jika ada satu pelajaran besar dari para pendiri, maka pelajaran itu adalah dahsyatnya kekuatan kolaborasi. IMMIM lahir dan tumbuh karena kolaborasi yang tulus. Maka ke depan, IMMIM hanya akan maju jika kolaborasi semakin diperkuat antara IMMIM Putera dan IMMIM Puteri, bersinergi dengan YASDIC IMMIM, serta bersama seluruh pemangku kepentingan: alumni, orang tua, pemerintah, ulama,dunia usaha, dan masyarakat luas.
Kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, tetapi menyatukan visi, menyinergikan potensi, dan saling menguatkan dalam kebaikan. Nilai ini sejalan dengan firman Allah SWT:
Artinya:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam kebatilan dan permusuhan.” (QS. Al-Mā’idah: 2)
Ayat ini menjadi kompas moral langkah kita ke depan bahwa kolaborasi yang kita bangun adalah kolaborasi dalam kebaikan, keikhlasan, dan ketakwaan.
Sebagai penutup, marilah kita bermunajat kepada Allah SWT: Allahumma ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah. Kami bersyukur atas rahmat dan pertolongan-Mu yang telah mengiringi perjalanan Pesantren IMMIM Putri selama lima puluh tahun ini. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa para pendiri kami, para guru, para pengasuh, dan seluruh pihak yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan umat. Angkatlah derajat mereka dan jadikan amalnya sebagai pahala yang terus mengalir.
Ya Allah, satukan hati kami dalam kebaikan. Kuatkan kolaborasi kami dalam takwa. Jauhkan kami dari perpecahan dan kebatilan.
Jadikan Pesantren IMMIM Putri pusat ilmu, pusat akhlak, dan pusat lahirnya generasi muslimah yang membawa rahmat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
Minasatene-Pangkep, Sabtu, 14 Februari 2026.

Innalillahi wa innailaihi rojiun😭😭😭
Alfatiha🤲🤲🤲
Selamat jalan ibu Dra.Hj.Sri Hajati Fachrul Islam
InshAllah Surga terindah tempatnya
DiAlam sana…..Aamiin YRA@🤲🤲🤲
Wasalam Alumni immim putri angktn 90
Tinggalkan Komentar