Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Kenal dan mengakrabi Kitab Mukhtarul Ahadits? Hadits merupakan sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Quran. Keduanya sebagai pedoman hidup manusia (way of life) yang harus dipelajari, dipahami, dan tentu saja diamalkan isinya.
Membaca kutub Hadits sungguh sangat menarik, menyenangkan, dan menenangkan jiwa. Dengan membaca kitab hadits, seolah kita sedang berdialog langsung dengan Nabi SAW, seolah melihat dengan mata kepala terhadap kebiasaan, akhlaq, sifat, etika, moral ataupun perbuatan Nabi Muhammad, serta mengetahui sirah perjalanan hidup Rasul secara komprehensif.
Maka demikianlah, ketika kita berhadapan dengan Kitab Mukhtarul Ahaditsin Nabawiyah yang ditulis Sayid Ahmad Al-Hasyimi Bek, seorang penulis andal dan guru besar Universitas Al-Azhar Kairo, ini. Kitab ini secara khusus mengoleksi hadis-hadis yang kualitasnya sahih, dan sebagian lagi berkualitas hasan dengan validitas sanad yang jelas, perawi yang dhabit (kuat ingatannya) dan adil, dan tidak terdapat illat.
Berikut ini Link Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits, 1-15 pada Bagian pertama dari Tulisan ini.
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Pengantar (1),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Hamzah (2),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Baa’ (3),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Taa’ (4),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Tsaa’ (5),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Jiim (6),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Khaa’ (7),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Kho’ (8),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Daal (9),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Dzaal (10),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Raa’ (11),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Zayi (12),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Siin (13),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Syiin (14),
Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Shod (15)
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Bersambung ….
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar