Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengenal Pengarang, Isi dan Terjemah Aqidatul Awwam
IMMIMPANGKEP – Berikut ini teks dan terjemah Nadhom ‘Aqidatul Awwam, terdiri atas 57 bait:
Artinya:
Saya memulai dengan nama Alloh, Dzat yang maha pengasih, dan Maha Penyayang, yang senatiasa memberikan kenikmatan. (Bait 1)
Artinya:
Lalu segala puji bagi Allah Yang Maha Dahulu, Yang Maha Awal, Yang Maha Akhir, Yang Maha Tetap tanpa ada perubahan. (bait 2)
Artinya:
Kemudian, semoga sholawat dan salam senantiasa tercurahkan pada Nabi sebaik-baiknya orang yang mengEsakan Alloh (bait 3)
Artinya:
Dan keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jalan agama secara benar bukan Orang-orang yang berbuat bid’ah. (bait 4)
Artinya:
Dan setelah itu, ketahuilah tentang wajibnya mengetahui bahwa Allah itu mempunyai 20 sifat wajib. (bait 5)
Artinya:
Allah itu Ada, Qodim, Baqi dan berbeda dengan makhlukNya secara mutlak. (bait 6)
Artinya:
Berdiri sendiri, Maha Kaya, Maha Esa, Maha Hidup, Maha Kuasa, Maha Menghendaki, Maha Mengetahui atas segala sesuatu (bait 7)
Artinya:
Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Berbicara, Alloh mempunyai 7 sifat yang tersusun. (bait 8)
Artinya:
Berkuasa, Menghendaki, Mendengar, Melihat, Hidup, Mempunyai Ilmu, Berbicara secara terus berlangsung. (bait 9)
Artinya:
Sebab karunia dan keadilanNya, Ia boleh mengerjakan sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya. (bait 10)
Artinya:
Allah telah mengutus para nabi yang memiliki (sifat) cerdas, jujur, menyampaikan dan dipercaya. (bait 11)
Artinya:
Dan boleh didalam hak Rosul dari sifat manusia tanpa mengurangi derajatnya,seperti sakit yang ringan. (bait 12)
Artinya:
Terjaganya meraka (dari perbuatan dosa) seperti para malaikat seluruhnya. itu wajib, dan para Nabi lebih utama dari para malaikat. (bait 13)
Artinya:
Mustahil itu lawan setiap wajib, maka hafalkanlah 50 sifat sebagai hukum yang wajib. (bait 14)
Artinya:
Perincian 25 itu wajib bagi setiap mukallaf, maka yakinilah dan ambilah keuntungannya. (bait 15)
Artinya:
Mereka adalah Nabi Adam, Idris, Nuh, Hud serta Sholeh, Ibrahim yang masing-masing diikuti. (bait 16)
Artinya:
Luth, Ismail dan Ishaq, begitu juga Ya’qub, Yusuf dan Ayyub dan selanjutnya. (bait 17)
Artinya:
Syuaib, Harun, Musa dan Alyasa’, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman yang diikuti. (bait 18)
Artinya:
Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Thaha (Muhammad) sebagai penutup, maka tinggalkanlah jalan yang menyimpang dari kebenaran. (bait 19)
Artinya:
Semoga sholawat dan salam terkumpulkan pada mereka dan keluarga mereka sepanjang masa. (bait 20)
Artinya:
Malaikat itu tanpa bapak dan ibu, tanpa makan, tanpa minum serta tanpa tidur. (bait 21)
Artinya:
Secara terperinci mereka ada 10, yaitu Jibril, Mikail, Isrofil, dan Izroil. (bait 22)
Artinya:
Munkar, Nakiir, dan Roqiib, demikian pula ‘Atiid, Maalik, dan Ridwan dan selanjutnya. (bait 23)
Artinya:
Empat dari Kitab-Kitab Suci Allah secara terperinci adalah Taurat bagi Nabi Musa diturunkan dengan membawa petunjuk. (bait 24)
Artinya:
Zabur bagi Nabi Dawud dan Injil bagi Nabi Isa dan Al Qur’an bagi sebaik-baik kaum (Nabi Muhammad SAW). (bait 25)
Artinya:
Dan lembaran-lembaran Al Kholil (Nabi Ibrohim) dan Al Kaliim (Nabi Musa) itu mengandung Perkataan dari Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. (bait 26)
Artinya:
Dan segala apa-apa yang disampaikan oleh Rosulullah, maka kita wajib pasrah dan menerima. (bait 27)
Artinya:
Keimanan kita kepada Hari Akhir hukumnya wajib, dan segala perkara yang dahsyat pada Hari Akhir. (bait 28)
Artinya:
Sebagai penutup untuk menerangkan ketetapan yang wajib, dari hal yang menjadi kewajiban bagi mukallaf. (bait 29)
Artinya:
Nabi kita Muhammad telah diutus untuk seluruh alam sebagai Rahmat dan keutamaan diberikan kepada beliau SAW melebihi semua. (bait 30)
Artinya:
Ayahnya ialah Abdullah putera Abdul Mutthalib, dan nasabnya bersambung kepada Hasyim putera Abdu Manaf. (bait 31)
Artinya:
Dan ibunya ialah Aminah Az-Zuhriyyah, yang menyusui beliau adalah Halimah As-Sa’diyyah. (bait 32)
Artinya:
Lahirnya di Makkah yang aman, dan wafatnya di Toiybah (Madinah). (bait 33)
Artinya:
Sebelum turun wahyu, nabi Muhammad telah menyempurnakan (umur) 40 tahun, dan usia beliau melebihi 60 tahun. (bait 34)
Artinya:
Putra-putri beliu itu tujuh, tiga dari laki-laki. (bait 35)
Artinya:
Qasim dan Abdullah yang bergelar At-Thoyyib dan At-Thohir, dengan 2 sebutan inilah (At-Thoyyib dan At-Thohir) Abdullah diberi gelar. (bait 36)
Artinya:
Ibrohim dari Sariyyah budak perempuan, ibunya (Ibrohim) bernama Mariyah Al-Qibtiyyah. (bait 37)
Artinya:
Selain Ibrohim dari Khodijah, mereka ada 6 orang, maka kenalilah dengan penuh cinta. (bait 38)
Artinya:
Dan empat orang anak perempuan Nabi akan disebutkan, semoga keridhoan Allah untuk mereka semua. (bait 39)
Artinya:
Fatimah Az-Zahro, suamu beliau adalah Ali bin Abi Tholib, dan kedua putera mereka (Hasan dan Husein) adalah cucu Nabi yang keutamaanya sudah jelas. (bait 40)
Artinya:
Kemudian Zaenab dan selanjutnya Ruqayyah, dan Ummu Kultsum yang suci lagi diridhoi. (bait 41)
Artinya:
Wafatnya nabi meninggalkan sembilan istri, mereka semua telah diminta memilih (syurga atu dunia), maka mereka memilih nabi yang menjadi panutan. (bait 42)
Artinya:
Aisyah, Hafshah, dan Saudah, Shofiyyah, Maimunah, dan Romlah. (bait 43)
Artinya:
Hindun dan Zaenab, begitu pula Juwairiyyah, Bagi kaum Mu’minin mereka menjadi ibu-ibu yang diridhoi. (bait 44)
Artinya:
Hamzah adalah Paman Nabi demikian pula ‘Abbas, Bibi Nabi adalah Shofiyyah yang mengikuti Nabi. (bait 45)
Artinya:
Dan sebelum Nabi Hijrah (ke Madinah), terjadi peristiwa Isro’. Dari Makkah pada malam hari menuju Baitul Maqdis yang dapat dilihat. (bait 46)
Artinya:
Setelah Isro’ lalu Mi’roj (naik) keatas, sehingga Nabi melihat Tuhan yang berkata-kata. (bait 47)
Artinya:
Tanpa bentuk dan ruang. Dan diwajibkan kepadanya (sholat) 5 waktu yang sebelumnya 50 waktu. (bait 48)
Artinya:
Dan Nabi menyampaikan kepada umat tentang peristiwa Isro’. Dan kewajiban sholat 5 waktu tanpa keraguan. (bait 49)
Artinya:
Sungguh beruntung sahabat Abubakar As-Shiddiq dengan membenarkan peristiwa tersebut, juga peristiwa Mi’raj yang sudah sepantasnya kebenaran itu disandang bagi pelaku Isro’ Mi’roj. (bait 50)
Artinya:
Inilah Aqidah yang ringkas, dan bagi orang-orang awam mudah dan gampang. (bait 51)
Artinya:
Yang menadzomkan adalah Ahmad Al Marzuqi, seorang yang bernasab ke nabi yang benar dan dibenarkan. (bait 52)
Artinya:
Dan segala puji bagi Allah, serta Sholawat dan Salam semoga tercurahkan kepada Nabi sebaik-baik orang yang telah mengajar. (bait 53)
Artinya:
Dan keluarga dan sahabat serta orang yang memberi petunjuk dan orang yang mengikuti sebaik-baik petunjuk. (bait 54)
Artinya:
Dan saya mohon kepada Allah yang Maha Pemurah keikhlasan dalam beramal dan kemanfaatan bagi setiap orang yang berpegang teguh pada aqidah ini. (bait 55)
Artinya:
Nadhom ini ada 57 bait dengan hitungan abjad, tahun penulisannya 1258 Hijriah. (bait 56)
Artinya:
Aku namakan aqidah ini Aqidatul Awwam, keterangan yang wajib diketahui dalam urusan agama dengan sempurna. (bait 57)
Demikianlah Nadhom ‘Aqidatul Awwam ini beserta artinya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar