Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
3 Februari 2026

Belajar Al-Qur’an-Hadits: Mad Tamkin dan Mad Farq

Sel, 3 Februari 2026 Dibaca 248x

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Hukum Bacaan Mad

IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, Siang hari ini (03/02/2026), penulis masih diberikan kesehatan, kesempatan dan waktu luang berdiri di depan anak-anak, Santriwati Kelas VIII Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep mengajar Mata Pelajaran Al-Qur’an-Hadits (Qurdis) dengan pembahasan tentang Mad Tamkin dan Mad Farq.

Apa dan bagaimana itu Mad Tamkin dan Mad Farq?

Mad Tamkin

Mad Tamkin adalah salah satu cabang dari hukum Mad Far’i dalam ilmu tajwid. Secara bahasa, Tamkin berarti “penetapan” atau “pemantapan”. Hukum ini berfungsi untuk memastikan pengucapan dua huruf Ya (ي) atau dua huruf Wau (و) yang bertemu dalam satu kata tetap jelas dan tidak tertukar atau melebur (idgham).

Mad Tamkin terjadi apabila terdapat Ya bertasydid dan berharakat kasrah ($يِّ$) bertemu dengan Ya sukun ($يْ$) dalam satu kata. Dinamakan Tamkin karena pembaca harus “memantapkan” atau menekankan bunyi tasydid pada huruf pertama sebelum memanjangkan huruf kedua (mad). Ini dilakukan agar suara Ya yang bertasydid tidak hilang atau langsung melompat ke bunyi mad.

Syarat Terjadinya: (1)) Huruf pertama adalah Ya bertasydid (يّ). (2) Huruf kedua adalah Ya sukun/mati (يْ). Bagaimana Cara Membacanya? Cara membacanya adalah dengan menekankan (nabr) pada huruf Ya yang bertasydid, kemudian dipanjangkan sebanyak 2 harakat (1 alif), layaknya Mad Ashli.

Contoh dalam Al-Qur’an:

Lihat Qs. Ali ‘Imran: 80: …النَّبِيِّيْنَ (…an-nabiyyīna), Qs. An-Nisa: 86: حُيِّيْتُمْ (huyyītum), Qs. Al-Infitar: 18: عِلِّيِّيْنَ ( ‘illiyyīna)

Beberapa ulama tajwid juga memasukkan kondisi lain ke dalam kategori Mad Tamkin untuk menghindari terjadinya Idgham (peleburan) yang salah, yaitu:

(1) Ya Sukun bertemu Ya Hidup: Contoh: فِيْ يَوْمٍ (fī yawm). Ya pertama harus tetap panjang 2 harakat, jangan langsung masuk ke Ya kedua.

(2) Wau Sukun bertemu Wau Hidup: Contoh: اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا (isbirū wa sābirū). Wau pertama harus tetap panjang 2 harakat agar tidak terbaca seolah-olah ada tasydid di Wau kedua.

Mad Farq 

Mad Farq adalah salah satu bagian dari hukum Mad yang cukup langka di dalam Al-Qur’an. Secara bahasa, Farq (فرق) berarti “pembeda”. Dinamakan Mad Farq karena fungsi utamanya adalah untuk membedakan antara kalimat pertanyaan (istifham) dengan kalimat pernyataan (khabar). Tanpa mad ini, orang yang mendengar mungkin akan mengira kalimat tersebut adalah pernyataan biasa, padahal sebenarnya adalah pertanyaan.

Mad Farq terjadi apabila Hamzah Istifham (hamzah yang digunakan untuk bertanya, berharakat fathah) bertemu dengan isim yang diawali dengan Alif Lam Ma’rifah (Al-Ta’rif). Secara teknis, pertemuan ini menyebabkan Hamzah Al-Ta’rif berubah menjadi Mad untuk memberikan jarak dan penekanan agar makna “apakah” tetap terjaga.

Dalam riwayat Imam Hafsh dari Imam Ashim (yang paling umum digunakan di Indonesia), terdapat dua cara membaca Mad Farq, namun yang paling utama adalah:

(1) Panjang 6 Harakat (Isyba’): Dibaca panjang sepanjang 3 alif. Ini adalah cara yang paling masyhur dan diutamakan.

(2) Tashil: Membaca hamzah kedua dengan suara antara Hamzah dan Alif (terdengar seperti suara “e” yang samar/halus), tanpa memanjangkannya.

Contoh Mad Farq dalam Al-Qur’an

Hukum ini hanya terdapat di 4 tempat dalam Al-Qur’an yang mencakup 3 kata unik:

1. Surah Al-An’am: 143 & 144

ءٰۤالذَّكَرَيْنِ (Aaadz-dhakaraini…) Artinya: “Apakah dua laki-laki…”

2. Surah Yunus: 59

ءٰۤاللّٰهُ اَذِنَ لَكُمْ (Aaallahu adhina lakum…) Artinya: “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu…”

3. Surah An-Naml: 59

ءٰۤاللّٰهُ خَيْرٌ اَمَّا يُشْرِكُوْنَ (Aaallahu khayrun amma yushrikun…) Artinya: “Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan…”

Selengkapnya lihat disini: Materi Ajar Al-Qur’an-Hadits Kelas VIII SMP: Hukum Bacaan Mad (2)

Demikianlah penjelasan singkat tentang Mad Silah dan Mad Badal. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 3 Februari 2026

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077