Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Pada semester 3 Mapel Al-Qur’an-Hadits, telah dibahas tentang Hukum Bacaan Mad (1) yang mengenalkan tentang Mad Iwad, Mad Layyin, dan Mad Arid Lisukun, nah pada semester 4 ini juga ada pembahasan tentang Hukum Bacaan Mad (2) yang akan mengenalkan tentang Mad Shilah, Mad Badal, Mad Tamkin, dan Mad Farqi.
Masih ingat apa yang dimaksud Mad? Ya, benar! Secara harfiah bahasa, Mad berarti panjang, sementara secara istilah dalam Ilmu Tajwid, Mad berarti memanjangkan bacaan suatu huruf menurut aturan-aturan tertentu di dalam membaca Al-Qur’an. Artinya, Hukum bacaan Mad adalah memanjangkan suara dengan suatu huruf di antara huruf-huruf mad atau lainnya (layyin) ketika bertemu dengan hamzah (ء) atau sukun (ه) karena adanya sebab. Huruf-huruf mad itu sendiri terdiri dari tiga huruf hijaiyah di antaranya adalah, alif (أ), wawu (و), dan ya’ (ي).
Sekarang mari kita bahas satu persatu Hukum Bacaan Mad (2), yaitu Mad Shilah, Mad Badal, Mad Tamkin, dan Mad Farqi.
Mad Shilah
Secara bahasa, Shilah artinya hubungan, sedang secara istilah, Mad Shilah berarti mad yang terjadi karena ha dhamir (kata ganti orang ketiga tunggal dan sebelumnya berupa huruf hidup). Mad Shilah dibagi menjadi dua macam, yaitu Mad Shilah Qashirah dan Mad Shilah Thawilah.
Mad Shilah Qashirah
Mad Shilah Qashirah terjadi jika ada ‘haa dhamir’ dan sebelum haa tadi terdapat huruf hidup (berharakat). Maka untuk cara membacanya haruslah panjang seperti halnya mad thobi’i.
Contohnya:
Latihan:
Bacalah Qs. Al-‘Adiyat: 4-8 dan perhatikan Hukum Bacaan Mad-nya!
Mad Shilah Thawilah
Macam-macam mad selanjutnya adalah Mad Shilah Thawilah. Mad ini dihukumi jika ada Mad Qashirah bertemu dengan hamzah ( ء ). Cara untuk membacanya adalah seperti Mad Jaiz Munfashil.
Contohnya adalah:
Latihan:
Bacalah Qs. Al-Hijr/15: 88, Qs. Al-Ahqaf/46: 32, Qs. Al-Lail/92:11, Qs. Al-Humazah/104:3 dan perhatikan Hukum Bacaan Mad-nya!
Mad Badal
Mad Badal terjadi jika terdapat hamzah ( ء ) bertemu dengan sebuah Mad , maka cara untuk membacanya adalah seperti Mad Thobi’i.
Contohnya:
Latihan:
Bacalah Qs. Al-Qari’ah serta Qs. Az-Zalzalah dan perhatikan Hukum Bacaan Mad-nya!
Mad Tamkien
Mad Tamkien ini terjadi jika terdapat ya’ sukun yang didahului dengan ya’ yang bertasydid dan harakatnya kasrah.
Contohnya:
Mad Farq
Mad farqi, yaitu bertemunya dua hamzah dimana satu hamzah istifham sedangkan yang kedua hamzah washol pada lam alif ma’rifat. Cara membacanya adalah sepanjang 6 harakat.
Contohnya:
Latihan:
Bacalah Qs. Al-An’am: 143-144, Qs. Yunus/10: 59, Qs. An-Naml/27: 59 dan perhatikan Hukum Bacaan Mad-nya!
Al-Mulahazah:
Demikianlah penjelasan singkat tentang Mad Silah, Mad Badal, Mad Tamkin, dan Mad Farqi. Semoga membantu pemahaman dasar kita dalam belajar Ilmu Tajwid. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits pada SMP/MTs Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.
Tinggalkan Komentar