Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
4 Juli 2024

I’rob Jar dan Tanda-tandanya

Kam, 4 Juli 2024 Dibaca 6711x

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

IMMIMPANGKEP – Ada yang sudah tahu apa itu i’rob jar (عَلَامَاتُ الجَرِ) dalam Ilmu Nahwu? Suatu kata dapat diketahui dibaca jar jika ia memiliki salah satu dari 3 tanda i’rob jar, tanda-tanda tersebut adalah harakat kasroh, huruf yaa, harakat fathah. Nah, dari ketiga tanda tersebut kasroh merupakan tanda yang biasa mewakili i’rob jar (atau tanda utama i’rob jar adalah kasroh) dan kedua tanda lainnya adalah sebagai pengganti dari kasroh.

Tanda-tanda Kata dibaca I’rob Jar.

1. Harakat Kasroh

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas bahwa kasroh merupakan tanda yang biasa mewakili i’rob jar atau tanda utama i’rob jar, jadi jika ada suatu isim (kata benda) yang mempunyai harakat kasroh maka ia bisa dipastikan dibaca jar, kecuali ketika pada jamak munnats salim yang ketika dibaca nashob tandanya juga menggunakan kasroh.

Adapaun tanda kasroh, maka ia menjadi tanda bagi jar pada tiga tempat:

a. Isim Mufrad

Isim atau kata benda yang menunjukan arti satu, contoh : كِتَابٌ artinya ‘buku’ atau ‘suatu buku’.  nah, tempat pertama untuk kasroh adalah pada isim mufrad (menunjukan arti satu), perhatikan contoh berikut:

Saya sedang pergi ke sekolah  أَذْهَبُ إِلَى المَدْرَسَةِ

Perhatikanlah huruf ta’ marbutoh ‘ـةِ’ pada kata yang saya tandai biru ‘المَدْرَسَةِ‘, kata tersebut berharokat kasroh dan ia termasuk isim mufrad (menunjukan arti satu) selain itu dia juga dibaca jar karena sebelumnya terdapat huruf jar yaitu kata ‘ إِلَى’.

b. Jamak Taksir

Tempat kedua bagi kasroh yang menjadi tanda i’rob jar adalah jamak taksir, jamak taksir sendiri adalah isim (kata benda) yang menunjukan arti lebih dari 2 atau banyak dan termasuk bentuk jamak yang tidak beraturan, contoh : كُتُبٌ (kitab-kitab). Adapun contoh jamak taksir dalam kalimat adalah sebagai berikut:
‫العُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ   Ulama adalah pewaris para Nabi

Perhatikanlah huruf yang saya tandai biru ‘ الأَنْبِيَاءِ‘, kata tersebut berharokat kasroh dan ia termasuk jamak taksir (jamak yang terpecah dari bentuk aslinya) selain itu dia juga menempati posisi sebagai mudhof ilaih, dan ketika isim manjadi mudhof ilaih maka ia harus dibaca jar dan seperti yang telah disebutkan karena jamak taksir merupakan salah satu tempat bagi kasroh untuk dibaca jar, maka jamak taksir ketika keadaan jar harus dibaca dengan kasroh.
‫
Contoh lain: Saya melihat banyak buku di perpustakaan   نَظَرْتُ إِلَى كُتُبٍ كَثِيْرَةٍ فِي المَكْتَبَةِ

Perhatikanlah huruf baa ‘ب’ pada kata yang saya tandai biru ‘ كُتُبٍ‘, kata tersebut berharokat kasroh tanwin dan ia termasuk jamak taksir (jamak yang terpecah dari bentuk aslinya) ia harus dibaca jar karena sebelumnya terdapat huruf jar berupa ‘ إِلَى’ dan seperti yang telah disebutkan karena jamak taksir merupakan salah satu tempat bagi kasroh untuk dibaca jar, maka jamak taksir ketika keadaan jar harus dibaca dengan kasroh.

c. Jamak Muannats Salim

Tempat selanjutnya bagi dhomah yang menjadi tanda i’rob rofa’ adalah jamak muannats salim, jamak ini adalah bentuk jamak teratur (السَّالِمِ) yang dikhususkan untuk perempuan (المُؤَنَّثِ). Contoh : ‘orang-orang (pr) yang beriman‘ مُؤْمِنَاتٌ . Adapun contoh jamak muannats salim yang dibaca rofa yaitu:
‫ طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى المُسْلِمَاتِ    Mencari ilmu wajib bagi orang-orang islam (pr)

Perhatikanlah huruf yang saya tandai hijau ‘المُسْلِمَاتِ‘, kata tersebut berharokat kasroh dan ia termasuk jamak muannats salim, selain itu dia juga dibaca jer karena sebelumnya terdapat huruf jar berupa ‘عَلَى’ .

2. Tanda Ya (ي)

Tanda i’rob jar yang kedua yaitu huruf ya (ي).

Adapaun tanda yaa, maka ia menjadi tanda bagi jar pada tiga tempat:

a. Asmaul Khomsah

Tempat pertama bagi YAA untuk menjadi i’rob jar yaitu asmaul khomsah (أسْمَاءُ الخَمْسَةِ), dan isim-isim lima tersebut adalah:

أَبِيْكَ  – abiika, Bapakmu,

أَخِيْكَ   – Akhiika, Saudara laki-lakimu
حَمِيْكَ – hamiika, Pamanmu

فِيْكَ  – fiika, mulutmu
ذِيْ مَالٍ – dzii maalin, yang mempunyai harta

Jika dilihat secara seksama, sebenernya kelima kata di atas adalah gabungan (susunan idhofah) dari dua kata yang kemudian ditengahi dengan huruf yaa. Kita ambil satu contoh di atas:

أَبِيْكَ  =  أَبٌّ+يْ+كَ

salah satu yang membuat khusus dari isim asmaul khomsah adalah ia harus ditambah dengan huruf yaa (jika dia dalam keadaan jar). jadi jika ditanya kata ‘ أَبِيْكَ ‘ itu i’robnya apa? maka jawabannya adalaah i’rob jar. tanda jar nya adalah yaa (sebagai pengganti kasroh) karena ia termasuk asmaul khomsah.

b. Isim Tatsniyah

Isim Tatsniyah adalah isim yg menunjukan arti dua, isim ini harus ditambah alif dan nun (ِا+ن) di akhir katanya untuk keadaan i’rob rofa’, contoh: ‘كِتَابَانِ’, dan ditambah yaa dan  nun (يْ+نِ) di akhir katanya untuk keadaan i’rob nashob dan jer, contoh : ‘كِتَابَيْنِ’.
Untuk menjadi i’rob jar maka isim tasniyah harus ditambah alif dan nun (يْ+نِ) karena memang tanda jar yang kedua adalah huruf yaa nya isim tasniyah. contoh isim tasniyah beri’rob jar dalam sebuah kalimat:

Dua orang islam telah datang   نَظَرْتُ إِلَى مُسْلِمَيْنِ

Kata ‘muslimaaini‘ adalah dalam keadaan i’rob jar karena ia kemasukan huruf jar berupa ‘ إِلَى’ tanda jar nya adalah yaa karena ia termasuk isim tasniyah.

c. Jamak Mudzakkar Salim

Seperti yang sudah dijelaskan dalam postingan yang lalu (klik di sini) bahwa tanda jamak mudzakkar salim adalah wawu dan nun / yaa dan nun, naaah, huruf yaa dalam jamak mudzakkar salim ini adalah menjadi tanda bagi i’rob jar. coba perhatikan contoh berikut:

Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam    الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Perhatikanlah huruf ya ‘ي’ pada kata yang saya tandai biru ‘ العَالَمِيْنَ‘, kata tersebut terhubung dengan huruf yaa yang mana ia adalah tanda jamak mudzakkar salim, maka kata tersebut dibaca jar dengan tanda jar nya yaitu huruf yaa.

3. Harakat Fathah

Tanda i’rob jar yang terakhir yaitu fathah, harap diperhatikan dengan seksama bahwa fathah ini menjadi tanda i’rob jar jika ia berada pada isim ghoiru munshorif, berikut ini penjelasannyaIsim Ghoiru Munshorif

Pada dasarnya isim ghoiru munshorif adalah isim yang tidak menerima tanwin dan ketika dijar harus dibaca dengan fathah. Contoh:

Saya melihat Ahmad, نَظَرْتُ إِلَى أَحْمَدَ

Pada kata ‘ahmad’ huruf terakhir dibaca jar karena sebelumnya terdapat huruf jar ‘ إِلَى’, nah karena isim (kata benda) setelah huruf jar itu merupakan isim ghoiru munshorif yang tidak menerima tanwin, maka i’rob jar nya harus dengan fathah, maka akan SALAH jika kamu baca ‘إلَى أحْمَدِ’ (dengan dikasroh huruf dal nya). Tapi HARUS dibaca ‘إلَى أحْمَدَ’ (harus difathah dalnya).

Demikianlah sedikit catatan tentang I’rob Jarr dan Tanda-tandanya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiik. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Bahasa Arab/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077