Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
11 Februari 2026

Manajemen Tarhib: Melatih Diri Menuju Puncak Ibadah Ramadhan

Rab, 11 Februari 2026 Dibaca 107x

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

IMMIMPANGKEP –  Ramadhan adalah bulan mulia, bulan yang didalamnya berlimpah banyak pahala, kebaikan dan keberkahan. Karena itu sebelum memasukinya, selayaknyalah seorang muslim-muslimah, apalagi bagi mereka yang menyandang status sebagai santri-santriwati, pembina dan pengasuh Pondok Pesantren, idealnya memberikan pencerahan dan pendidikan bagi semuanya tentang bagaimana melakukan persiapan sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan.

Para ulama salaf terdahulu memiliki sebuah perumpamaan yang sangat masyhur mengenai bulan-bulan menjelang Ramadhan. Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah berkata, “Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya’ban adalah bulan untuk menyiram tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk memanen hasil tanaman tersebut.” Tanpa latihan yang konsisten di bulan-bulan sebelumnya, seorang hamba akan merasa berat saat memasuki Ramadhan. Latihan ini disebut dengan Riyadhah Imanyah (latihan keimanan), agar saat bulan suci tiba, jiwa sudah berada dalam kondisi “panas” (warmed up) untuk melakukan ketaatan maksimal.

1. Tahapan Melatih Diri (Riyadhah Spiritual)

Cara terbaik melatih fisik dan mental untuk puasa wajib adalah dengan membiasakan puasa sunnah di bulan Sya’ban. Ini adalah sunnah nabi yang sangat ditekankan. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah melebihi bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pembiasaan berpuasa di waktu-waktu yang dianjurkan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan ini adalah satu bentuk proses membiasakan sistem pencernaan dan mengelola rasa lapar agar tidak terjadi “kejutan” biologis pada awal Ramadhan.

Sebelum sebelum Ramahan itu seorang muslim sebenarnya sangat dianjurkan untuk mengakrabi Bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban sering dijuluki oleh para ulama sebagai Syahrul Qurra’ (Bulan para pembaca Al-Qur’an). Mulailah menambah target bacaan harian. Jika biasanya satu halaman, tingkatkan menjadi satu juz secara bertahap. Hal ini penting agar “interaksi” dengan Al-Qur’an di bulan Ramadhan menjadi kegiatan yang dinikmati, bukan dipaksakan. “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah: 185).

Selain pembiasaan berpuasa dan mengakrabkan diri dengan al-Qur’an, sudah selayaknya pula seorang muslim melatih diri Shalat Malam (Qiyamul Lail). Shalat Tarawih membutuhkan stamina dan kekhusyukan yang lama. Melatih diri dengan Shalat Tahajud atau Witir di bulan Sya’ban akan membuat tubuh terbiasa berdiri lama di malam hari. Bagaimana strateginya? Mulailah dengan pembiasaan shalat 2 rakaat sebelum fajar secara konsisten.

2. Maqashid (Tujuan) di Balik Latihan Pra-Ramadhan

Sebagaimana dibahas dalam kitab Maqashid Ash-Shoum karya Sultanul Ulama Al-Izz bin Abdus Salam, tujuan utama latihan ini adalah: (1) Penyucian Hati (Tashfiyatul Qalb). Agar saat Ramadhan tiba, hati sudah bersih dari noda maksiat sehingga cahaya ibadah mudah masuk. (2) Menekan Hawa Nafsu. Melatih diri menahan keinginan duniawi sebelum dilarang sepenuhnya di siang hari Ramadhan. (3) Mencapai Kenikmatan Ibadah. Latihan membuat ibadah tidak lagi terasa sebagai beban (taklif), melainkan kebutuhan (hajah).

3. Strategi Praktis bagi Pendidik dan Santri

Bagi lingkungan pesantren seperti di Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, latihan ini bisa diintegrasikan dalam kurikulum harian, dalam bentuk Muhasabah Kolektif, yaitu dengan Mengadakan majelis ilmu yang membahas keutamaan Ramadhan secara rutin, Program I’dad (Persiapan) dengan Membuat tabel target ibadah pribadi (Checklist Ibadah) mulai pertengahan Sya’ban, serta Taubah Nasuha. Memasuki Ramadhan dengan taubat yang tulus agar beban dosa tidak menghalangi kelincahan ruhani dalam beribadah.

Menyambut Ramadhan bukan sekadar memasang spanduk atau menyiapkan menu buka puasa. Tarhib Ramadhan yang hakiki adalah mempersiapkan “wadah” (hati) agar mampu menampung derasnya kucuran rahmat Allah SWT. Dengan melatih diri sejak dini, kita berharap Ramadhan tahun ini menjadi yang terbaik dalam sejarah hidup kita.

Bahan Bacaan:

Al-Qur’an Al-Karim.

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari. (Kitab Ash-Shaum).

Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ Ulumuddin. (Bab Rahasia-Rahasia Puasa).

Al-Izz bin Abdus Salam. Maqashid Ash-Shoum. (Menjelaskan tentang esensi dan tujuan puasa).

Muslim bin al-Hajjaj. Shahih Muslim.

Ibn Rajab Al-Hanbali. Lathaif al-Ma’arif. (Referensi utama mengenai amalan-amalan di bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan).

Abu Hafs bin Syahayn. Fadhail Syahri Ramadhan. (Hadits-hadits tentang keutamaan Ramadhan).

An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Riyadhus Shalihin. (Bab tentang puasa dan keutamaannya).

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

 

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077