Related Post: Sejarah Ringkas Perkembangan Ilmu Hadits
IMMIMPANGKEP – Kitab Manzhumah Al-Baiquniyyah (atau Al-Baiquniyah) yang disusun oleh Imam Al-Baiquni merupakan matan musthalah hadits rujukan dan banyak disyarah oleh ulama. Sebagaimana kitab matan lainnya, kitab matan ini penting untuk dihafalkan, seperti menghafalkan nadhom pada umumnya, agar dapat memahami term-term hadits sebelum melangkah ke pembelajaran ilmu hadits yang lebih kompleks dan luas.
Berikut ini Matan dan Terjemah Mandzhumah al-Baiquniyyah – 2:
Hadits mursal adalah bila perawi Shahabat gugur, dan katakanlah hadits gharib itu bila perawinya hanya satu
Setiap hadits yang keadaan sanadnya tidak bersambung disebut hadits munqathi
Hadits mu’dhal adalah bila perawi yang gugur dua, dan hadits mudallas ada dua macam
Pertama: gurunya gugur dengan penukilan di atasnya memakai (عَنْ) dan (أَنْ)
Kedua: gurunya tidak gugur tetapi menyifatinya dengan sifat yang tidak dikenal
Hadits tsiqah yang menyelisihi jamaah disebut hadits syadz, dan hadits maqlub ada dua macam, bacalah
Pertama: mengganti perawi dengan perawi lain dan kedua: membalik sanad-matan
Hadits fard adalah yang periwayatannya diikat dengan satu perawi tsiqah, banyak, atau terbatas
Hadits yang cacatnya tersembunyi atau tersamar disebut hadits mu’allal menurut pengertian ahli hadits
Hadits yang sanad atau matannya berbeda disebut hadits mudhtharib menurut ahli hadits
Hadits mudraj adalah hadits yang tercampuri sebagian lafazh perawi
Setiap hadits yang diriwayatkan oleh perawi segenerasi dari saudaranya adalah hadits mudabbaj, maka ketahuilah ini dengan baik
Hadits yang lafazh (pengucapan) dan khat (tulisan) perawi sama disebut hadits muttafiq, dan kebalikan apa yang kami sebutkan adalah hadits muftariq
Hadits mu`talif adalah jika hanya khat nama perawi yang sama, dan kebalikannya adalah hadits mukhtalif, maka hati-hatilah jangan salah
Hadits munkar adalah yang perawinya menyendiri dan keadilannya tidak diakui saat menyendiri
Hadits matruk adalah yang perawinya satu menyendiri dan mereka sepakat atas kelemahannya, sehingga ia tertolak
Hadits dusta yang direka-reka dan dibuAt-buat atas nama Nabi itulah hadits maudhu’
Sungguh nazham ini seperti mutiara yang tersimpan dan aku menamainya Manzhumah Al-Baiquniyyah
Berisi 34 bagian yang sempurnya dan ditutup dengan kebaikan
***
(Tamat)
Tinggalkan Komentar