Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Paket Kitab untuk Belajar Bahasa Arab dan Qira’atul Kutub
IMMIMPANGKEP – Banyak jalan dan cara dalam mengakrabkan diri dengan Bahasa Arab. Bagi seorang santri dan pelajar muslim, wajib mengakrabkan diri dengan Bahasa Arab, karena keseluruhan pembelajaran khazanah keilmuan Islam, seperti Ulumul Qur’an-Tafsir, Ulumul Hadits, ‘ilmu Aqidah (Tauhid), Fikih dan Ushul Fiqh, Akhlaq dan Adab, Tarikh Islam/Sirah Nabawiyah, dan lain sebagainya–hanya dapat didekati jika sebelumnya kita mengakrabi bahasa arab, dalam bacaan maupun dalam percakapan sehari-hari.
Bahasa Arab bukan hanya bahasa ibadah, ketika shalat dan berdo’a, tapi juga bahasa keilmuan. Sangat sukar bagi seorang santri dan pelajar muslim dapat membaca kitab kuning (kitab turots) jika tidak mengakrabi kaidah-kaidah Bahasa Arab, yang lazim disebut Nahwu-Shorof, sebagaimana sukarnya memahami penjelasan ustadz ketika memberikan pengajian kitab kuning.
Karena itu, untuk semua santriwan dan santriwati, mari untuk lebih serius dalam belajar Bahasa Arab. Mulailah dengan memperbanyak hafalan mufradat (kosa kata), mempraktekkannya dalam keseharian, sambil belajar secara bertahap, berurut dan sistematis kaidah-kaidahnya (Nahwu-Shorof).
Sedikit tips dari penulis, untuk bagian pertama dari dua tulisan ini yang perlu diperkuat adalah hafalan kosakata dan percakapan Bahasa Arab, yang kegiatannya dapat dimulai dari hal-hal sederhana dan terdekat dengan keseharian kita. Contohnya dapat dilihat pada link berikut:
100 Kata Benda dalam Bahasa Arab
Mufradat tentang Anggota Tubuh
Mufradat tentang Anggota Keluarga
Bahasa Arab: Hobi dan Cita-cita
Mufradat tentang Nama-nama Buah-buahan
Bahasa Arab: Makanan dan Sayuran
Mufradat tentang Nama-nama Hewan
Materi Perkenalan dalam Bahasa Arab
Hiwar Bahasa Arab: Tempat Tinggal dan Kewarganegaraan
Kosakata Bahasa Arab di Rumah dan Isinya
Mufradat “Cinta” dalam Bahasa Arab
Sedangkan untuk belajar kaidah-kaidah Bahasa Arab, Nahwu-Shorof, mulailah aktif dan serius mengikuti pengajian Kitab al-Ajurumiyah di Masjid, dan pembelajarannya lebih intensifnya di Kelas. Hal-hal apa saja yang dipelajari terkait penguasaan Dasar Nahwu-Shorof ini, dapat dilihat pada bagian kedua dari tulisan ini.
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Bahasa Arab.
Tinggalkan Komentar