Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat berbagai (sharing) tentang Tips dan Trik Menghafal al-Qur’an. Sebagaimana umumnya metode yang dipakai Hafidz/Hafidzah dalam menghafal Al-Qur’an, maka demikian pulalah metode yang penulis terapkan, yaitu Muraja’ah berkali-kali, paling sedikit 25 kali untuk setiap ayat.
Dalam tulisan ini, penulis ingin berbagi tentang Metode Menghafal Al-Qur’an untuk Surah Ar-Rahmaan, Surah ke-55, Djuz 27 yang terdiri atas 78 ayat. Sebelum melangkah ke metode muraja’ah, penulis terlebih dahulu tuliskan Qs. Ar-Rahmaan disini, untuk ayat 61-70.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
61. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
وَمِنۡ دُوۡنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ
Wa min duunihimaa jannataan
Artinya:
62. Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
63. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,
مُدۡهَآمَّتٰنِۚ
Mudhaaammataan
Artinya:
64. kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
65. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيۡهِمَا عَيۡنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ
Fiihimaa ‘aynaani nad daakhataan
Artinya:
66. Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
67. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيۡهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخۡلٌ وَّرُمَّانٌۚ
Fiihimaa faakihatunw wa nakhlunw wa rummaan
Artinya:
68. Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
69. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيۡهِنَّ خَيۡرٰتٌ حِسَانٌۚ
Fiihinna khairaatun hisaan
Artinya:
70. Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.
* * *
Metode muraja’ahnya adalah dengan melakukan pengulangan penghafalan minimal 25 kali per ayat dimulai pada ayat ke-61 Qs. Ar-Rahmaan, kemudian dilanjutkan membaca ayat berikutnya 25 kali juga pada ayat ke-62 Qs. Ar-Rahmaan. Sebelum melangkah ke ayat ke-63, maka ulangilah sebanyak 25 kali ayat 61 dan 62 kemudian gabung penyebutannya dengan ayat ke-63, begitu seterusnya. Sebelum melangkah ke ayat 64, ulangilah kembali gabungan ayat 61, 62, 63 kemudian gabung penyebutannya dengan ayat ke-64 sebelum melangkah ke ayat ke-65 sebanyak 25 kali. Lakukan seperti itu seterusnya sampai ayat ke-70, sebelum melangkah ke ayat ke-71.
Metode kedua, muraja’ah kembali beberapa ayat tersebut dalam Shalat Maghrib, bagi menjadi dua bagian dari ayat 61-70 Qs Ar-Rahmaan, yaitu ayat 61-65 dan ayat 66-70 pada dua rakaat pertama. Ulangi kembali bacaan dalam shalat tersebut, ayat 61-65 dan 66-70 Qs. Ar-Rahmaan pada dua rakaat pertama tersebut di Shalat Isya.
Selamat Mencoba. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Sekretaris Program Tahfidz Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar