Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Catatan Refleksi Akhir Semester 1 Kuliah S2 Non Reguler UINAM

Catatan Refleksi Akhir Semester 1 Kuliah S2 Non Reguler UINAM

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Catatan Tugas Akhir Semester 1 Kuliah S2 UINAM

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, hari ini, Rabu (31/12/2025), bukan hanya menjadi hari penghabisan di Tahun 2025, tapi juga hari akhir semester dari perkuliahan Semester 1 yang selama ini penulis jalani dalam kurun waktu 4-5 bulan terakhir. Karena itu, penulis merasa perlu untuk menuliskan catatan refleksi. Bukan hanya sebagai bahan instrospeksi, tapi lebih kepada persiapan menghadapi tahapan perkuliahan selanjutnya. Tak hanya di UIN Alauddin Makassar (UINAM), tetapi di ruang perkuliahan yang lebih luas, Universitas Kehidupan.

Menulis refleksi akhir semester untuk program Magister (S2) Sejarah Peradaban Islam (SPI) di UIN Alauddin Makassar menuntut keseimbangan antara aspek akademis, emosional, dan teknis. Merasakan kuliah di kelas Non-Reguler dengan skema kuliah online, tantangannya tentu sangat spesifik. Disini tidak hanya dibutuhkan pendalaman transformasi Intelektual pada substansi Mata Kuliah, tetapi lebih kepada integrasi keilmuan. Tentang Bagaimana Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian menjadi fondasi dalam membedah sejarah?, tentang Kedalaman Referensi saat mengkaji Studi Qur’an dan Studi Hadits sebagai bukan sekadar sebagai teks agama, melainkan sebagai sumber data sejarah peradaban yang kredibel, dan tentang Kontekstualisasi, terkait Bagaimana Perkembangan Pemikiran Islam dan Dinamika Peradaban Islam membantu memahami fenomena sosial-politik masa kini dan masa mendatang.

Sebagai mahasiswa S2 Non-Reguler, aspek dinamika Kuliah Online sangat penting dijaga efektivitasnya dalam melawan ketersediaan waktu berada di ruang zoom ataupun hambatan kesibukan lainnya. Disinilah perlunya kemampuan adaptasi yang baik dengan teknologi digital. Tentu banyak mahasiswa memiliki pengalaman unik dan khas dalam mengelola fokus di depan layar ditengah kesibukan di kantor atau tempat kerja. Ya, karena alasan paling banyak mengapa mahasiswa S2 memilih perkuliahan non reguler adalah karena telah bekerja dan sulit meninggalkan pekerjaannya.

Sekedar refleksi, Apakah diskusi virtual tetap terasa hidup di ruang zoom selama ini? Bagaimana rasanya membangun jejaring intelektual tanpa bertemu fisik secara intens? Disini, ada banyak kesan tersendiri terkait perjuangan membagi waktu antara tanggung jawab domestik/pekerjaan dengan jadwal kuliah yang padat di akhir pekan. Ah, disini penulis menemukan kenikmatan tersendiri, ada  dialektika, transmisi keilmuan, dan kontinuitas dan perubahan terkait Perjuangan Menulis (The “Paper-Heavy” Semester)

Enam mata kuliah (Studi Hadits, Metodologi Penelitian, Filsafat Ilmu, Perkembangan Pemikiran Islam, Studi Qur’an, dan Dinamika Peradaban Islam) dengan tugas artikel/makalah adalah beban yang cukup berat di setiap akhir pekan, tetapi bukan juga sesuatu yang tak bisa diselesaikan. Ya, pastilah akan diselesaikan 18 SKS ini. Disini sudah campur aduk antara proses kreatif, resiliensi, serta upaya menaklukkan jurnal akademik. Penulis merasakan dinamika yang seru dan asyik ketika mengelola riset untuk 6 topik yang berbeda secara bersamaan. Pernah dalam penulisan makalah, tertulis studi hadits pada makalah studi Qur’an. Penulis seringkali pula terjebak dalam salah penafsiran dan berdebat dengan AI (artificial intelligence) Platform pada momen “begadang” saat kesulitan mencari referensi digital (e-book/e-journal) untuk mendukung argumen makalah. Meski begitu, harus penulis akui bahwa perkuliahan yang diampu Para Dosen bertitel Doktor dan Profesor di setiap akhir pekan ini telah melejitkan literasi dengan sendirinya.

Tantangan berikutnya adalah tantangan Publikasi, suatu kewajiban menulis artikel di Jurnal yang terindeks Sinta. Bagi beberapa mahasiswa yang tidak sigap mengatur ritme kuliah dan waktu kepenulisan, maka hal ini bisa menjadi beban stres sendiri. Mungkin ini akan menjadi puncak refleksi. Ya, Tugas akhir berupa publikasi Sinta bukan sekadar tugas kuliah, tapi standar reputasi akademik. Disini akan diuji Mentalitas Berpikir ilmiah dan sikap Peneliti. Bagaimana tuntutan “Sinta” mengubah mindset dari sekadar “mahasiswa yang mengerjakan tugas” menjadi “peneliti yang berkontribusi pada ilmu pengetahuan. Disini, jika sudah submit, akan ada proses review dan revisi menghadapi standar ketat jurnal target.

Secara jujur, banyak hal kegiatan dan tugas yang telah penulis tunaikan. Ada yang tersisa dan tidak semua bisa dituntaskan, misal pada rencana dan persiapan Penulisan Tesis. Penulis masih merasa perlu memperbaiki manajemen waktu dan penguasaan bahasa asing (Inggris dan Arab) untuk referensi. Ini tentu saja menyangkut apa yang ingin penulis perbaiki dan tingkatkan di Semester 2, sintesis dari seluruh pengalaman dan komitmen ke depan. Dan karena ini untuk Program Dirasah Islamiyah dengan Konsentrasi SPI (Sejarah Peradaban Islam), maka harusnya ada pembacaan mendalam narasi sejarah pada teks agama supaya tetap berpadu transformasi intelektual dan transmisi keilmuan, yang saling mengikat dan terpaut antara literasi keagamaan dengan konteks kesejarahannya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Mahasiswa S2 Non Reguler Program Dirasah Islamiyah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Alauddin Makassar/Guru dan Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Keutamaan Sayyidul Istighfar
Oleh : Immim pangkep

Keutamaan Sayyidul Istighfar

0 Komentar

KELUAR