Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Fikih tentang Perkara Mandi Junub (Ghusl)

Fikih tentang Perkara Mandi Junub (Ghusl)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. *)

BLOGGURU – Apa sebenarnya yang dimaksud Mandi Junub, atau terkadang kita mendengarnya dengan sebutan “Mandi Wajib”.  Mandi junub atau dalam Bahasa Arab, “al-gusl al-wajib” ialah membersihkan keseluruhan badan, termasuk keseluruhan rambut, dengan air bersih dengan maksud untuk untuk mengangkat kotoran besar (al-hadats al-akbar). Disebut mandi junub karena sebelum mandi junub tidak bisa melakukan rangkaian ibadah-ibadah tertentu lainnya, seperti shalat, iktikaf, memegang mushaf, dan lain-lain.

Dalam kitab Terjemah Kitab Taqrib, yang diterjemahkan dari kitab asalnya, “Matnul Ghayah wat Taqrib” (متن الغاية والتقريب) atau Matan Abu Syujak (متن أبي شجاع), merupakan kitab “Fikih Dasar” yang ditulis oleh Syaikh Syihabuddin Abu Syujak Al-Ashfahani ( شهاب الدين احمد ابن الحسين بن احمد , ابو شجاع , شهاب الدين الطيب الاصفهانى), ulama yang berasal dari Basrah, Irak ini (Lahir: Tahun 434 H,  Wafat: 488 H atau 593 H di Madinah dalam usia 160 tahun) disebutkan tentang PERKARA YANG MENGHARUSKAN/MEWAJIBKAN MANDI JUNUB (GHUSL), yaitu:

(فصل) والذي يوجب الغسل ستة أشياء ثلاثة تشترك فيها الرجال والنساء وهي التقاء الختانين وإنزال المني والموت وثلاثة يختص بها النساء وهي الحيض والنفاس والولادة.

Artinya:

Perkara yang mewajibkan mandi junub (ghusl) ada 6 (enam) 3 (tiga) di antaranya berlaku untuk laki-laki dan perempuan yaitu (1) senggama, (2) keluar sperma, (3) mati. Tiga lainnya khusus untuk perempuan yaitu (4) haid, (5) nifas, (6) melahirkan (wiladah).

RUKUN MANDI JUNUB(GHUSL)

 

(فصل) وفرائض الغسل ثلاثة أشياء النية وإزالة النجاسة إن كانت على بدنه وإيصال الماء إلى جميع الشعر والبشرة.

وسننه خمسة أشياء التسمية والوضوء قبله وإمرار اليد على الجسد والمولاة وتقديم اليمنى على اليسرى.

 

Artinya:

Fardhu/rukun atau perkara yang harus dilakukan saat mandi junub ada 3 (tiga) yaitu (1) niat, (2) menghilangkan najis yang terdapat pada badan, (3) mengalirkan air ke seluruh rambut dan kulit badan.

Hal-hal yang disunnahkan (dianjurkan untuk dilakukan) saat mandi junub ada 5 (lima) yaitu (1) Baca bismillah, (2) wudhu sebelum mandi junub, (3) mengusapkan tangan pada badan, (4) bersegera, (5) mendahulukan (anggota badan) yang kanan dari yang kiri.

KEADAAN YANG DISUNNAHKAN MANDI JUNUB/KERAMAS (GHUSL)

(فصل) والاغتسالات المسنونة سبعة عشر غسلا غسل الجمعة والعيدين والاستسقاء والخسوف والكسوف والغسل من غسل الميت والكافر إذا أسلم والمجنون والمغمى

عليه إذا أفاقا والغسل عند الإحرام ولدخول مكة وللوقوف بعرفة وللمبيت بمزدلفة ولرمي الجمار الثلاث وللطواف.

Artinya:

Mandi junub disunnahkan dilakukan dalam 17 keadaan yaitu: mandi untuk Jum’at, 2 (dua) hari raya, shalat minta hujan (istisqa’), gerhana bulan, gerhana matahari, setelah memandikan mayit, orang kafir apabila masuk Islam, orang gila dan ayan (epilepsi) apabila sembuah, saat akan ihram, akan masuk Makkah, wukuf di Arafah, mabit (menginap) di Muzdalifah, melempar Jumrah yang tiga, tawaf, sa’i, masuk kota Madinah.

Demikian sekilas tentang Perkara Mandi Junub, “al-gusl al-wajib”. Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR