
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Tak dapat dipungkiri pentingnya di kekinian belajar AI dan bagaimana memanfaatkannya. Sebagaimana kita ketahui–silakan cek postingan sebelumnya–bahwa yang dimaksud AI disini adalah Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan), yaitu simulasi dari kecerdasan manusia yang dimodelkan ke dalam mesin, khususnya sistem komputer. AI adalah kemampuan mesin untuk belajar dari data, mengenali pola, dan mengambil keputusan atau menyelesaikan tugas yang biasanya membutuhkan kognisi manusia.
Terkait upaya memahami AI ini, penulis beberapa kali mengikuti Kursus dan hal-hal yang terkait dengan AI itu sendiri dan bagaimana memanfaatkannya. Berikut ini list kegiatan dan catatannya:
10 September 2025 – Graduated “Dasar dan Penggunaan Generatif AI” Class – Codepolitan
19 September 2025 – Free Online Course: Artificial Intelligence for Task Management and Productivity
26 September 2025 – Free Course: An Introduction to Artificial Intelligence dari the Open University
30 Oktober 2025 – Jadi Ahli Coding dengan Gemini untuk Membuat Website Belajar Interaktif (HTML)
31 Oktober 2025 – The Microsoft Elevate AI Training Session: Boost Your Productivity & Creativity with Microsoft 365 Copilot
3 November 2025 – Kursus Coding dan AI untuk Guru
5 November 2025 – Membangun Aplikasi Gen AI dengan Microsoft Azure
17 Desember 2025 – Pelatihan AI Microsoft Elevate: AI Untuk Tenaga Pendidik (1)
17 Desember 2025 – Pelatihan AI Microsoft Elevate: AI Untuk Tenaga Pendidik (2)
17 Desember 2025 – Pelatihan AI Microsoft Elevate: Eksplorasi AI Untuk Membangun Pembelajaran yang Siap Masa Depan dengan Microsoft Tools
17 Desember 2025 – Pelatihan AI Microsoft Elevate: Desain Pembelajaran Abad ke-21
18 Desember 2025 – Sosialisasi dan Briefing Persiapan Ujian Sertifikasi Microsoft AI-900T00-A
6 Januari 2026 – Kursus Koding dan Kecerdasan Artifisial sesuai Naskah Akademik
8 Januari 2026 – Pelatihan Azure AI Fundamentals: Microsoft AI-900T00-A
8 Januari 2026 – METC Online Training #4: Mengembangkan Aplikasi AI Generatif di Azure
13 Januari 2026 – Berkembang bersama di Microsoft Elevate Training Center
Bagaimana Pemanfaatan AI setelah mengikuti beragam kursus diatas? Sebagai seorang penulis, AI telah termanfaatkan dengan baik sebagai Creative Partner/”asisten kreatif” yang tidak pernah lelah, Melawan Writer’s Block. AI telah memberikan ide kerangka tulisan (outline) atau memberikan sudut pandang baru dan membantu Penyuntingan Tingkat Lanjut. Selain cek ejaan (typo), AI membantu memperbaiki struktur kalimat agar lebih mengalir dan menyesuaikan gaya bahasa (tone) sesuai target pembaca.
Sebagai seorang Blogger, AI telah termanfaatkan dengan baik sebagai “Content Growth”. Bagi seorang blogger, AI adalah alat untuk memenangkan persaingan digital, baik untuk Optimasi SEO (AI membantu menemukan kata kunci yang sedang tren dan menganalisis mengapa artikel kompetitor lebih unggul) maupun dalam Produksi Multimedia (membuat ilustrasi visual yang unik untuk blog hanya dengan perintah teks (text-to-image), sehingga blog tampil lebih profesional).
Sebagai seorang guru, AI telah berperan sebagai “Digital Pedagogy”. Di era Kurikulum Merdeka, AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. AI membantu Anda menganalisis gaya belajar siswa secara individu dan menyarankan materi yang sesuai dengan kecepatan belajar mereka, begitu pun dalam hal Otomatisasi Administrasi, misalnya dalam Membuat RPP, menyusun soal Quiz, hingga mengoreksi jawaban objektif kini bisa dilakukan dalam hitungan detik, memberikan lebih banyak waktu untuk membimbing aspek moral dan karakter siswa.
Bagi seorang Mahasiswa Pascasarjana, AI telah membantu dalam “Research Efficiency”. Dalam dunia akademik, AI mempercepat proses riset tanpa menghilangkan esensi kritis. AI dapat merangkum ratusan jurnal ilmiah dalam sekejap untuk membantu menemukan celah penelitian (research gap) serta melakukan Analisis Data Kualitatif/Kuantitatif. AI mempermudah pengkodean data wawancara atau analisis statistik yang rumit, sehingga bisa fokus pada interpretasi hasil dan diskusi.
Dibalik semua pemanfaatan AI tersebut diatas, tentu harus ada Batasan dan Etika. Meski sangat penting, AI tetap memiliki keterbatasan, khususnya dalam hal Halusinasi dan Kehilangan Sentuhan Manusia. AI terkadang memberikan informasi yang terdengar meyakinkan padahal salah secara fakta. Sebagai mahasiswa pascasarjana, pembelajar, atau akademisi, maka wajib memverifikasi ulang setiap referensi. Begitupula, Tulisan yang sepenuhnya dibuat AI seringkali terasa “kering”, tak ada rasa, budaya, dan etika ke dalam konten yang dibantu AI.
Kesimpulannya, AI tidak akan menggantikan guru, penulis, atau peneliti, tetapi mereka yang menggunakan AI akan menggantikan mereka yang tidak menggunakannya. Bagi penulis, AI adalah alat untuk meningkatkan produktivitas sehingga bisa lebih fokus pada karya-karya yang memiliki kedalaman makna dan dampak sosial.
Demikian catatan singkat ini terkait Kursus AI yang pernah diikuti dan pemanfaatan AI itu sendiri dalam kapasitas sebagai guru, blogger, dan penulis. Semoga bermanfaat adanya dan menjadi inspirasi bagi pembelajar lainnya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 14 Januari 2026
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.