Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 3 (4): Adab Makan Sendirian dan Adab Makan bersama Sekelompok Orang

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 3 (4): Adab Makan Sendirian dan Adab Makan bersama Sekelompok Orang

BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq – Djuz 3 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

4. Adab Makan Sendirian 

1. Wahai anak tercinta ! Ketahuilah bahwa manusia yang berakal makan untuk hidup, karena makan itu diwajibkan untuk kesehatan badannya. Apabila ia tidak makan, maka pastilah ia mati. Kebalikannya adalah orang bodoh. Ia hidup untuk makan. Maka pikirannya hanya untuk perutnya saja seperti hewan. Maka kamu harus memperhatikan kesederhanaan (tidak berebih-lebihan) pada waktu makan untuk mematuhi firman Allah azza wajalla : “Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (Al A’Raaf: 31).

2. Hendaklah kamu berniat untuk menjadi kuat dalam melakukan ketaatan dan ibadah untuk mendapatkan pahala atas hal itu. Dalam hadits : “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya dan setiap.orang mendapat hasil Sesuai dengan yang diniatkannya.”

Janganlah kamu hanya bertujuan mencari kenikmatan dan kelezatan sehingga kamu makan: di setiap waktu, dan memasukkan makanan di atas makanan. Dalam hadits: “SeSungguhnya termasuk berlebih-lebihan adalah bila kamu makan segala yang kamu sukai.”

Akan tetapi makanlah pada waktu-waktu tertentu di saat kamu menginginkan makanan. Puaslah dengan makanan yang ada dan janganlah menanyakan yang tidak ada. Janganlah makan sampai kenyang sekali, tetapi berhentilah makan di saat kamu masih menyukainya, karena terlalu kenyang bisa membahayakan kesehatan dan menimbulkan sifat bebal (bodoh).

Nabi SAW. telah melarang hal itu dengan sabdanya: “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan Sulbinya (Tulang punggung). Jika ia harus melakukannya, maka yang sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk napasnya.”

Nabi SAW. bersabda pula: “Seburuk-buruk umatku ialah mereka yang makan-makanan yang nikmat dan tubuh-tubuh mereka tumbuh karenanya, sedangkan keinginan mereka hanyalah berbagai makanan dan pakaian dan mereka berbicara yang tidak keruan.” Nabi SAW, bersabda: “Hindarilah kekenyangan yang berlebihan, karena ia merusak agama, menyebabkan penyakit dan membuat malas beribadah.”

3. Hendaklah kamu menjaga kebersihan dengan mencuci kedua telapak tanganmu sebelum makan dan sesudahnya. Dalam hadits: “Mencuci kedua telapak tangan sebelum makan menolak kemiskinan, dan sesudahnya menolak kegilaan atau sejenisnya.”

Hendaklah kamu makan dengan tanganmu yang Kanan. Dalam hadits: “Hendaklah seseorang dari kamu makan dengan tangan kanannya, minum dengan tangan kanannya, mengambil dengan tangan kanannya dan memberi dengan tangan kanannya, karena syaitan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya, memberi dengan tangan kirinya dan mengambil dengan tangan kirinya.”

Hendaklah kamu ucapkan pertama kali: “Bismillahirrahmanirrahim (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Dan Penyayang).” Dalam hadits “Apabila seseorang dari kamu makan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa pada awalnya, hendaklah ia mengucapkan :”Bismillahi awwalahu wa akhirahu” (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” Janganlah kamu mengotori tangan dan bajumu dengan makanan, dan jangan menumpahkan kuah atau meletakkan tulang-tulang di atas soprah. Jangan banyak minum ketika sedang makan, karena hal itu mencegah pencernaan makanan, janganlah engkau meniup pada makanan dan minuman. Dalam hadits : “Menghembus dalam makanan menghilangkan barokah.” Terdapat pula larangan menghembus dalam minuman.

Janganlah kamu minum dari mulut kendi, karena ia menimbulkan bau busuk atau barangkali di dalamnya terdapat kotoran atau hewan yang tidak kamu lihat. Diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki minum dari kendi, lalu merayap seekor ulat yang masuk ke dalam perutnya. Jangan pula kamu bernapas atau bersendawa di dalam gelas atau minum dari bagian gelas yang retak, Perbuatan itu dilarang. Dalam hadits disebutkan: bahwa ia adalah tempat duduk syaitan.

4. Janganlah kamu makan atau minum sambil berdiri. Perbuatan itu juga dilarang. Dalam hadits : “Janganlah kamu makan sambil berjalan.” Para dokter telah melarang perbuatan itu, karena perut besar (tempat pencernaan) tidak siap untuk menerima makanan dalam keadaan berjalan. Ya, para dokter menyuruh bergerak sesudah makanan menetap di dalam perut.

Orang Arab berkata, “Makanlah pada waktu siang dan istirahatlah, makanlah pada waktu malam dan berjalanlah. Maka berjalanlah sebelum kamu tidur, walaupun seratus langkah, karena berjalan adalah salah satu sebab terbesar yang memudahkan pencernaan, sedangkan waktu malam kebiasaannya tenang haruslah kita bergerak pada waktu itu. Waktu siang kebiasaannya bergerak, maka ia pun cukup untuk pencemaan.”

Janganlah kamu tinggalkan makan siang atau makan malam. Dalam hadits: “Meninggalkanmakan siangbisa menyebabkan sakit dan meninggalkan makan malam bisa menyebabkan lekas tua.” Dalam hadits lain: “Makanlah pada waktu malam, walaupun dengan segenggam kurma.” Hendaklah kamu makan pada waktu pagi sebelum kamu keluar dari rumahmu. (Seorang bijaksana berkata kepada putranya, “Hai anakku, janganlah keluar dari rumahmu hingga kamu ambil akalmu, yakni kamu makan lebih dulu, karena dengan itu tetaplah akalmu dan hilanglah kebodohan.”)

5.  Termasuk adab ialah : janganlah kamu minum atau berbicara sementara makanan berada di mulutmu dan janganlah kamu mengusap kedua bibirmu dengan lidahmu sesudah makan dan minum, tetapi dengan kain pembersih (serbet). Janganlah minum air sekaligus tanpa bernapas, tetapi kamu meminumnya sekali teguk dan bernapas di luar gelas. Dalai hadits: “Teguklah air dengan kuat dan jangan menegukny:. sekaligus (tanpa bernapas), karena penyakit hati itu disebabkan oleh tegukan sekaligus.” Adalah Rasulullah SAW.

Apabila minum di dalam gelas, beliau bernapas tiga kali. Dalam setiap napas beliau memuji Allah Ta’ala dan bersyukur kepada-Nya pada akhirnya. Janganlah kamu makan sambil tertelungkup di atas perutmu. Disebutkan dalam hadits larangan atas perbuatan itu. Janganlah kamu makan sambil terlentang, bersandar diatas bantal, karena hal itu menimbulkan sifat sombong dan banyak makan, sedangkan hal itu merupakan perbuatan penguasa yang sombong.

Janganlah kamu makan sambil bersandar diatas salah satu sisi badanmu, karena hal itu membahayakan kesehatan dan mencegah cepatnya jalan keluar makanan ke dalam perut besar sehingga menjadi lemah. Dalam hadits : “Adalah Rasulullah SAW. terkadang berlutut untuk makan dan duduk di atas belakang kedua telapak kakinya. Terkadang beliau menegakkan kakinya yang kanan dan duduk di atas kakinya yang kiri.” Beliau bersabda : “Aku tidak makan sambil bersandar, tetapi aku seorang hamba, aku makan sebagaimana hamba makan dan aku duduk sebagaimana hamba duduk.”

Janganlah kamu makan makanan dalam keadaan panas, tetapi sabarlah sampai dingin sedikit dan mudah mengambilnya. Dalam hadits : “Janganlah kamu makan makanan yang panas, karena ia menghilangkan barokah.” Hendaklah kamu mengecilkan suapan dan mengunyah makanan itu dengan baik, karena ia membantu pencernaan. Janganlah kamu mengambil suapan yang lain sebelum menelan makanan di mulutmu, karena hal itu menunjukkan kerakusan terhadap makanan.

6. Apabila kamu selesai makan, cucilah kedua tanganmu dan kedua bibirmu baik-baik dengan sabun, kemudian keringkanlah keduanya dengan kain pembersih (serbet) yang bersih dari salah satu sisinya, kemudian bersihkan sela-sela gigimu dengan tusuk gigi. Dalam hadits: “Semoga Allah merahmati orang-orang dari umatku yang membersihkan sela-sela anggota badannya pada waktu berwudhu dan setelah makan.” Berkumurlah sesudah membersihkan sela-sela gigi. Barangkali keluar sedikit darah sehingga menajiskan mulut. Tentang hal itu terdapat atsar/disebutkan dari ahlil bait alaihimus salam (5 keluarga Nabi SAW.).

Sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Ghazali rahimahullah dalam kitab Al-lhya’: “Syukurilah nikmat Allah Ta’ala dengan hatimu atas makanan yang diberikan Allah kepadamu dan saksikanlah makanan sebagai kenikmatan dari-Nya.” Allah Ta’ala berfirman : “Makanlah dari rizki yang diberikan Allah kepadamu secara halal dan baik dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu benar-benar menyembah-Nya.” (An-Nahl : 114).

Dalam hadits : “Sesungguhnya Allah meridhai hamba yang memakan makanan, lalu ia memuji-Nya atas makanan itu dan minum minuman lalu memuji-Nya atas minuman itu.” Bersyukurlah dengan lisanmu pula dengan mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang memberi aku makanan ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan danku.” Dalam hadits : “Barangsiapa mengucapkan itu, diampunilah dosanya yang terdahulu.” :

Ucapkanlah pula, “Segala puji bagi Allah berupa pujian yang banyak dan baik serta diberkati tidak terbatas dan tidak berhenti serta selalu dibutuhkan. Ya Allah, berkatilah kami di dalamnya dan benlah kami makanan yang lebih baik darinya.” Kecuali sesudah minum susu, maka ucapkanlah, “Berkatilah kami di dalamnya dan tambahilah kami darinya.”

Karena tidak ada sesuatu makanan dan minuman yang mencukupi selain susu. Setelah minum air, ucapkanlah, “Segala puji bagi Allah yang menjadikannya tawar dan segar dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikannya asin sekah sampai pahit karena dosa-dosa kita.” Bacalah pula sesudah makan, “Qulhuwallahu ahad” (Surat Al Ikhlas) dan “Li Ilafi Quraisyin” (Surat Quraisy)

5. Adab Makan bersama Sekelompok Orang

1. Disunnahkan bagimu untuk tidak menyendiri ketika makan. Makanlah bersama keluarga atau tamu-tamumu.  Dalam hadits: “Adalah Rasululah SAW. tidak makan sendirian. “ Dalam hadits pula : “Berkumpullah kamu untuk makan makananmu, niscaya kamu diberkati di dalamnya.” “Sebaik-baik makanan adalah yang banyak orang memakannya.” Apabila kamu makan bersama orang lain, maka amalkanlah adab-adab berikut di samping adab-adab yang lalu.

Janganlah cepat-cepat duduk atau memulai makan sebelum orang yang lebih tua (umurnya) daripada kamu atau lebih tinggi kedudukannya: darimu, kecuali jika kamu merupakan orang yang diikuti dan diteladani seperti engkau menjadi tuan rumah. Maka patutlah kamu mulai makan agar para hadirin tidak lama menunggu. Jangan kamu duduk lama menghadap hidangan sehingga menjadi orang terakhir yang berdiri dari situ dan nampak sebagai orang yang rakus dan serakah.

Kecuali jika kamu adalah tuan rumah, maka dianjurkan hal Itu bagimu. Dalam hadits : “Adalah Nabi SAW. apabila makan bersama orang banyak, beliau menjadi orang terakhir yang makan.” Jangan terburu-buru berdiri atau berhentu makan, walaupun kamu tetap menghadapi hidangan sehingga tetanggamu merasa malu dan berhenti makan karena menirumu. Dalam hadits: “Apabila diletakkan hidangan, maka janganlah Seseorang berdiri, walaupun ia sudah kenyang, sampai orangorang selesai. Karena hal itu membuat malu teman duduknya dan barangkali ia menghendaki makanan itu.”

2. Hendaklah kamu memilih tempat yang cocok denganmu di dalam majelis, lalu duduk disitu dengan sopan dan tidak mempermainkan alat-alat makan. Jangan sering menoleh dan bergerak dan jangan mendesak orang disampingmu. Termasuk adab adalah mengkt.ususkan pemberian salam dan bertanya kepada orang yang duduk di dekatmu tentang keadaannya. Hal itu dimaksudkan untuk menimbulkan kegembiraan padanya dan menolak kesepian serta menghilangkan kemurungan hatinya.

Termasuk adab adalah bila kamu tidak duduk menghadap pintu kamar wanita dan tidak memandang dengan sengaja kepada macam-macam makanan serta wajah-wajah dari orang-orang yang makan. Janganlah mengulurkan tanganmu ke arah makanan yang jauh darimu, tetapi makanlah makanan yang dekat darimu, kecuali buah-buahan. Maka tidaklah mengapa kamu mengambil buah yang kamu sukai.

Dalam hadits : “Adalah Nabi SAW. setelah makan mengeHlingkan buah-buahan kepada para sahabatnya. Ada orang yang bertanya kepadanya tentang hal itu. Maka beliau menjawab: Ia bukan satu macam.” Makanlah sebiji demi sebiy dan jangan makan dua biji sekaligus.

Dalam hadits hal itu dilarang, kecuali dengan seizin temanmu. Janganlah membawa makanan yang di depan temanmu ke depanmu dan jangan memonopoli (menguasai) makanan tanpa memberi temanmu Apabila engkau makan pisang misalnya, jangan letakkan kulitnya di depan orang lain sehingga menimbulkan sangkaan bahwa engkau tidak makan apa-apa. Ini merupakan dusta. Janganlah melemparkan kulitnya di jalanan supaya tidak menyebabkan orang lain tergelincir dan jangan menimbulkan suara ketika mengunyah, terutama bila engkau menyukai suatu makanan, karena hal itu menunjukkan keserakahan.

3. Apabila engkau hendak meludah atau membuang ingus, maka menyingkirlah dari majelis dan jangan mengeluarkan suara yang keras ketika meludah atau membuang ingus. Hendaklah engkau berbicara dengan pembicaraan yang sesuai dengan suasana.

Sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi SAW. menanyakan kuah kepada keluarganya. Maka mereka menjawab, “Kami hanya punya cuka.” Maka beliau memintanya dan tetap memakannya seraya berkata, “Sebaik-baik kuah adalah cuka, sebaik-baik kuah adalah cuka.”

Janganlah engkau menyebut sesuatu yang menjijikkan atau menceritakan kabar yang menyedihkan, karena hal itu tidak sesuai dengan adab. Jangan pula engkau makan di piring dari sebelah atasnya atau dari tengah makanan. Dalam hadits : “Makanlah dipiring dari sisi-sisinya dan jangan makan dari tengahnya, karena barokah itu turun di tengahnya.”

4. Termasuk adab pula adalah jangan menyentuh sesuatu makanan dengan tanganmu, tetapi dengan sendok. Kecuali jika makan bersama-sama terdapat dalam satu piring besar, maka tidaklah mengapa melakukan itu. Akan tetapi makanlah dari tempat yang ada di depanmu dan jangan mengibaskan tanganmu di dalam piring dan jangan mendahulukan kepalamu ketika meletakkan suapan di dalam mulutmu.

Apabila engkau keluarkan sesuatu dari mulutmu, maka paling. kan wajahmu dari makanan dan ambillah dengan tangan kirimu. Roti yang engkau patahkan dengan gigimu, janganlah engkau celupkan sisanya di dalam kuah. Begitu pula jika engkau mengambil sesuatu makanan, lalu engkau letakkan di dalam piring atau mulutmu, maka janganlah mengembalikannya sekali lagi ke tempatnya agar orang lain tidak merasa jijik.

5. Jangan bersendawa di hadapan seseorang, tetapi palingkan wajahmu darinya dan besendawalah dengan pelan. Jangan mencium makanan dengan hidungmu. Nabi SAW. telah melarangnya dengan sabdanya : “Janganlah kamu menCium makanan seperti hewan buas.”

Apabila seseorang menawarkan makanan kepadamu sedang engkau tidak menyukainya, maka jangan tunjukkan ketidaksukaanmu terhadapnya dan mencelanya atau mengucapkan, “Aku tidak menyukainya.” Akan tetapi beralasanlah kepadanya dengan ungkapan yang halus seraya berkata, “Aku harap andamemaafkanku.” Atau, “Terima kasih” dan sebagainya. Telah dikemukakan bahwa Nabi SAW. tidak pemah mencela makanan sama sekali. :

Dalam hadits: “Orang-orang menghidangkan biawak panggang kepada Rasulullah SAW. lalubeliaumengulurkan tangannya kepadanya.” Maka orang-orang berkata, “ja adalah biawak, ya Rasulullah. Kemudian beliau mengangkat tangannya.” Maka Khalid ibnul Walid r.a. berkata, ‘apakah biawak itu haram, ya Rasulullah? Beliau menjawab, “”tidak,’ tetapi ia tidak terdapat di negeri kaumku sehingga engkau mendapatkan aku meninggalkannya.”

6. Apabila engkau mencuci kedua tanganmu, maka janganlah mengibaskannya sesudah mencucinya agar percikannya tidak mengenai salah seorang yang hadir. Apabila engkau makan di tempat seseorang, do’akaniah dia setelah selesai makan dan ucapkanlah, “Ya Allah, perbanyaklah kebaikannya, berkatilah dia dalam rezeki yang Engkau karuniakan kepadanya dan mudahkan baginya untuk melakukan kebaikan dengan rezeki itu, puaskanlah dia dengan apa yang Engkau berikan kepadanya dan jadikanlah kami serta dia sebagai orang-orang yang bersyukur.”

Dalam hadits: “Nabi SAW. berbuka puasa di rumah Sa’ad bin Ubadah r.a. kemudian beliau berdo’a dan mengucapkan: orang-orang yang puasa berbuka di tempatmu dan makananmu dimakan oleh orang-orang yang shalih dan para malikat mendo’akan kamu sekalian.”

Nabi SAW. makan di rumah Abdullah bin Busr r.a. kemudian beliauberkata, “Ya Allah, berkatilah mereka dalamrezeki yang Engkau berikan kepada mereka dan ampunilah serta rahmatilah mereka.”

Apabila engkau menghadiri jamuan makan, maka janganlah mengambil sesuatu makanan ke rumahmu. Itulah yang dinamakan suatu kekeliruan. Kecuali jika diizinkan oleh pemilik makanan atau engkau ketahui persetujuannya, maka tidaklah mengapa kalau begitu.

Ketika itu ambillah apa yang engkau inginkan atau yang disetujui oleh teman-temanmu. Janganlah engkau menghadin walimah/pesta di mana engkau tidak diundang sehingga engkau menjadi tamu tak diundang. | Dalam hadits: “Barangsiapa berjalan menuju jamuan makan sedang ia tidak diundang, maka iapun berjalan sebagai orang fasik (berbuat jahat) dan yang engkau makan haram.”

 

(Bersambung …. )

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR