Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Alfiah al-‘Iraqi fis Sirah

Meraih Ijazah Sanad Alfiah al-'Iraqi fis Sirah

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengakrabi Sirah Nabawiyah dalam Kitab Ar-Rahiqul Makhtum

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat mengikuti majelis ilmu pengijazahan sanad kitab “Alfiah al-‘Iraqi” karya Imam al-‘Iraqi yang diselenggarakan oleh Markaz Imam Syafi’i, dengan pemateri/mujaz Abu Idris Abdurrahman bin Syafaruddin al-Maidany.

Menyebut kata “Alfiyah” maka pikiran kita langsung tertuju pada Nadhom Alfiah Ibnu Malik dalam bidang gramatika arab (Nahwu-Shorof), padahal dalam khazanah ilmu Sirah Nabawiyah atau bidang sejarah kenabian dan tafsir, ada pula Alfiyah Al-‘Iraqi karya Imam al-‘Iraqi.

Ada dua karya alfiyah di bidang ilmu tafsir. Salah satunya adalah karya Al-‘Iraqi yang penulis berikan catatan singkatnya dalam postingan ini. Alfiyah karya Imam Al-’Iraqi ini membicarakan tentang ilmu tafsir, khususnya mengulas tafsir dari kata-kata yang dirasa asing di dalam Al-Quran (gharibu alfadil qur’an).

Sebenarnya Imam Al-’Iraqi, pengarang kitab alfiyah di bidang tafsir ini tidak lain adalah Al-Hafidz Zainuddin Abu Fadl ‘Abdurrahim Al-‘Iraqi (725 – 806 H/1325 – 1404 M). Beliau adalah pengarang kitab Alfiah dalam ilmu hadits dan kitab alfiyah dalam ilmu sirah Nabi. Beliau juga mentakhrij banyak hadits yang disebutkan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin.

Jadi, supaya tidak membingungkan penulis sampaikan ulang bahwa ada dua kitab “alfiah al-Iraqi”, satu kitab dalam bidang Mustholah Hadits dan satu kitab dalam bidang Ilmu Sirah (Sejarah). Nah, sanad yang telah penulis raih adalah Alfiyah al-Iraqi fis Sirah.

Semoga catatan ini dapat menjadi pengingat kegiatan majelis ilmu yang telah diikuti, sekaligus sebagai penyemangat dalam mempelajari dan mengkaji “Alfiah al-‘Iraqi fis Sirah”. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR