
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat mengikuti Majelis Sama’ wa Ijazah sanad “Qasidah Banat Su’ad” yang diselenggarakan oleh Markaz Thalabul Ilmi (MTI) yang mana majelisnya dibawakan langsung oleh Founder MTI, Ustadz Abu Abdillah al-Farisi al-Batawy secara online via zoom meeting pada 28 Januari 2023.
Apa itu Qasidah Banat Su’ad? Qasidah Banat Su’ad merupakan lantunan syair-syair Ka’ab bin Zuhair kepada Rasulullah Saw ketika ia masuk Islam. Ka’ab bin Zuhair salah seorang tokoh Makkah yang dahulunya suka menghina Nabi Muhammad SAW dan ia semakin membenci Rasulullah SAW ketika mengetahui kakaknya, Bujair bin Zuhair Ra masuk Islam.
Lalu Bujair bin Zuhair Ra meminta kepada adiknya Ka’ab bin Zuhair untuk bertaubat dan minta maaf kepada Rasulullah SAW, tapi justru Ka’ab bin Zuhair menolaknya dan meminta perlindungan kepada kabilah-kabilah Arab untuk melindunginya. Namun kabilah arab tersebut tidak mau menolong Ka’ab bin Zuhair, lalu ia mendatang Abu Bakar Ra untuk menjadi penengah dirinya dengan Rasulullah SAW.
Di hadapan Nabi Muhammad Saw akhirnya Ka’ab bin Zuhair menyatakan dirinya masuk Islam. Kemudian di hadapan Rasulullah Saw ia melantunkan syair pertamanya:
Artinya:
“Su’ad berpisah jauh sekali, maka hatiku hari ini sedih, sakit karena cinta. Lemah lunglai tak mampu lepas dari ketertawanan dan belenggu.”
Menyaksikan pertaubatan Ka’ab bin Zuhair dan selesainya pembacaan syairnya, lalu Rasulullah Saw membuka burdah atau jubahnya, lalu memberikannya kepada Ka’ab bin Zuhair. Itulah sebabnya syair Ka’ab bin Zuhair selain dikenal dengan nama Qasidah Banat Su’ad, juga dikenal dengan nama Qasidah al-burdah Ka’ab bin Zuhair
Syair Ka’ab bin Zuhair yang dibacakan di hadapan Rasulullah SAW disebut puisi madah dan dikategorikan sebagai puisi pra Islam yang masih dipengaruhi masa jahiliyah dan juga termasuk puisi klasik arab. Struktur bahasa puisi arab klasik yang paling menonjol yakni tidak adanya judul sebagai pengikat makna, ada beberapa tema mayor atau isi puisi yang terangkai secara spontan. Begitu pula Qasidah Banat Su’ad dengan gaya bahasanya yang bersajak akhir (qafiyah) terdiri dari satu baris dibagi dua persajakan.

Ijazah sanad Qasidah Banat Su’ad. (foto: ist/*)
Selengkapnya, berikut ini teks dan terjemah Qasidah Banat Su’ad, yang sebelumnya telah penulis tuliskan di Blog Guru ini, medio/terpublikasi sejak Agustus 2022 lalu.
Teks dan Terjemah Qasidah Banat Su’ad – 1
Teks dan Terjemah Qasidah Banat Su’ad – 2
Teks dan Terjemah Qasidah Banat Su’ad – 3
Teks dan Terjemah Qasidah Banat Su’ad – 4
Teks dan Terjemah Qasidah Banat Su’ad – 5
Teks dan Terjemah Qasidah Banat Su’ad – 6 (Tamat)
Demikian catatan singkat ini sebagai pengingat telah mengikuti Majelis Sama’ Qasidah Banat Su’ad dan telah pula diperoleh ijazah sanadnya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.