IMMIMPANGKEP – Al-Imam Ibnul Qayyim menuliskan syair tentang Bidadari Surga dan mahar untuk mereka dalam Nuniyahnya:
Wahai orang yang thawaf di ka’bah kecantikan
Yang di kelilingi oleh hijr dan rukun – rukun
Tiada henti berjalan di sekitar shafa dan muhassir
Jalannya tiada batasan (1)
Menginginkan kedekatan berhubungan di Mina
Namun bukit menghalanginya untuk dekat
Oleh sebab itu engkau lihat dia selalu ihram
Sedangkan tempat usainya tidaklah dekat
Mengharap tamatu’ sendirian, terlepas dari kecintaan
Mengharap terwujud qiran(2)
Sehingga dia terus melempar jamrah(3) ke hatinya
Itulah Manasiknyadi setiap jaman
Sudah menghela tunggangan ke tanah air
Di ikuti keinginan dan cita-cita tinggi
Menuju tempat tinggal awal mereka
Tanda-tanda tiba terbentang untuk mereka di perjalanan
Maka bergegaslah wahai pemalas yang selalu terhalang
Dari kejauhan mereka melihat tenda-tenda menjulang
Memancarkan cahaya dan burhan
Maka ia tuju tenda itu lalu menyalakan di dalam nya
Pelita –pelita bagaikan rembulan yang tidak redup
Dari wanita yang cantik jelita pandangannya
Dia tiada menginginkan selain kekasihnya
Yang tidak memperdulikan semua pemuda lain
Dia hanya menetapkan pandangan kepada kekasihnya, karena ketampanannya
Pandangan pada sisi ini adalah pandangan wanita(4)
Atau karena dia membuat pandangan hanya tertuju kepadanya karena kecantikannya
Maka pandangan yang dimaksud adalah pandangan para pria(5)
Wahai pengumbar pandangan yang tersiksa dalam kesenangan
Lepaskan matamu dari kecantikan dan kemolekan
Jangan sampai kecantikan menawanmu
Padahal menyimpan penyakit yang justru membawa kerugian
Yang rendah akhlaknya lagi buruk perilakunya
Dia Syaithan betina dalam bentuk manusia
Yang mengajak pada kehinaan dan kerendahan
Mereka pasangannya laki-laki yang tidak suka berbuat ihsan
Yang tidak memiliki agama dan tidak pula akal sehat
Tidak pula akhlak dan rasa takut kepada Ar-rahman
Kecantikannya tipuan lagi imitasi
Kalau kecantikannyatelah dia tinggalkan tiada mata meliriknya
Ia diciptakan memiliki kebiasaan tidak menjaga diri
Apalagi memenuhi hak suami dengan kedua tangannya
Jika suami sedikit saja melakukan kekurangan
Ia mengatakan “engkau tidak pernah berbuat kebaikan”
Atau jika suaminya meluruskan kesalahnnya, ia justru membangkang
Dia tidak mau menerima selain kebengkokan dan kekurangan
Pikirannya selalu melancarkan tipu daya
Yang terkadang mengacaukan pikiran manusia
Kecantikannya tipis dan lembut
Di bawahnya segala macam aib dan kekurangan yang engkau inginkan.
Wanita yang menjaga dirinya saat suaminya tiada
Menjadi wanita istimewa tersendiri dalam kehidupan
Apabila gadis pingitan telah membelalakkan matamu yang kau dambakan
Belum juga kau dapatkan sampai sekarang
Maka pinanglah dari Ar-rahman gadis pingitan
Persembahkan maharnya selagi ada kesempatan(6)
Nikah itu lebih mudah bagimu
Apabila engkau termasuk orang yang memiliki ilmu dan iman
Demi Allah, tidaklah engkau lahir ke dunia ini
Sekedar untuk merasakan manisnya kehidupan dan tidak pula harta yang kan sirna
Akan tetapi engkau lahir tuk mempersiapkan bekal menuju akhirat
Dengarkan sifat-sifat pengantin – pengantin putri surga
Kemudian pilihlah untuk dirimu wahai orang yang berakal
Mereka adalah gadis cantik jelita yang telah di sempurnakan tubuhnya
Juga kecantikannya mengalahkan gadis – gadis tercantik
Sampai pandangan kebingungan melihat kecantikannya
Maka pandangan bagaikan orang kebingungan
Dia mengatakan tatkala menyaksikan kecantikannya
Maha suci Dzat yang memberi kecantikan dan kebaikan.
Keterangan:
1. Mayoritas manusia di dunia, hatinya terpaut dengan kecantikan, mabuk kerinduan dan cinta, selalu membicarakan kecantikan dan wanita cantik, yang seperti ini tidak akan membawa kepada Kebaikan dan yang di dapat hanya kelelahan;
2. Yakni ingin bertemu dengan wanita yang di dambakan untuk bersenang-senang dengannya;
3. Jamrah, yaitu kecintaan, yang di maksud bukan melempar jamrah saat manasik. Tapi dia lemparkan hatinya kepada wanita yang dia dambakan dan dia cintai, mauk cinta dan wanita, orang yang seperti ini tidak akan pernah sampai tujuan;
4. Yang di maksud adalah para biddari itu hanya membatasi pandangan hanya tertuju pada suaminya sehingga tidak memandang yang lain;
5. Bahwa suaminya hanya mengarahkan pandangan kepada sang bidadari, sebab ia tidak melihat wanita lain yang lebih cantik darinya;
6. Para Bidadari surga itu walinya adalah Ar-rahman, mereka akan di nikahkan dengan hamba – hamba Nya yang Shalih. Dia maha dekat lagi maha mengabulkan, sedangkan maharnya adalah amal shalih.
(***)
Tinggalkan Komentar