Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Ilmu Nahwu atau Ilmu Tata Bahasa Arab memiliki satu bab tersendiri yang disebut Babul i’rab, Bab tentang I’rob, yang sebenarnya Bab ini menurut para ahli bahasa Arab adalah jantungnya ilmu Nahwu. Maka itu berarti jika sudah menguasai bab i’rab maka itu berarti sudah menguasai dasar ilmu Nahwu dan bisa mencoba membaca kitab gundul dengan benar.
Apa itu i’rab? Ya, benar! I’rob merupakan perubahan cara membaca akhir huruf yang ada di suatu kata seusai dengan jenis Amil yang memasukinya. Inti dari bab i’rab sendiri adalah ketika terjadi perubahan yang ada di akhir kata, baik itu karena ada tanda baca dhommah, fathah, kasroh atau sukun. Sebagai contoh jika kata yang dimaksud berperan sebagai kata benda, kemudian akan mengalami perubahan menjadi kata sifat. Umumnya perubahan harakat atau tanda baca tersebut terjadi pada huruf yang terakhir.
Seperti pada huruf yang awalnya memiliki tanda baca tanwin, menjadi tidak tanwin seperti pada hukum yang terjadi pada isim munshorif dan isim ghoiru munshorif, sedangkan untuk mengetahui apa itu jenis i’rab dalam bahasa Arab, terdiri dari dua pengertian secara bahasa atau istilah.
Pengertian I’rob Rofa dan Ciri-cirinya
I’rab secara bahasa berarti penerangan atau penjelasan, sedang secara istilah, I’rob berarti perubahan yang dialami pada sebuah kata di bagian akhir, yang dikarenakan adanya perbedaan Amil yang masuk sehingga mempengaruhi kata tersebut secara keseluruhan.
Jenis i’rab sendiri ada 4 macam, yaitu I’rab Rofa’, I’rab Nashab, I’rab Khafadz atau Jarr, dan I’rab Jazm. Dari ke empat jenis i’rab ini, dalam tulisan ini akan berfokus pada I’rab Rofa’, terkait jenis, tanda serta contohnya. I’rab Rofa’ memiliki pengertian di mana harakat huruf yang terakhir pada sebuah kata berada dalam kondisi yang disebut sebagai tanda i’rab Rofa’, yaitu:
1. Harakat dhommah yang ada di isim murid, jamak taksir, jamak muannats Salim dan fi’il mudhari’. Harakat atau tanda baca dhammah umumnya terdapat di empat bagian kata, namun biasanya bentuk dhammahnya ada di dalam kondisi tanwin.
2. Huruf wawu, yaitu tanda yang ada di jamak mudzakar dan Asmaul khamsah. Posisi huruf wauw ini berfungsi untuk mengganti harakat atau tanda baca dhammah. Huruf wauw ini biasanya digunakan pada kondisi yang terdapat di dua tempat yaitu pada kata jamak mudzakar Salim dan kelompok Asmaul khomsah.
3. Huruf Alif, yaitu yang terdapat di isim tatsniyah. Tanda i’rab huruf Alif biasanya terdapat di dalam isim Tatsniyah atau yang banyak dikenal sebagai kata mutsanna dalam tata bahasa Arab. Padanan kata ini menunjukkan pada dua orang atau dua benda yang biasanya akan diakhiri dengan huruf Alif dan huruf nun.
4. Huruf Nun yaitu tanda yang terdapat di kalimat fi’il mudhari’ yang bertemu dengan dhamir sya’an. Tanda i’rab yang terakhir adalah huruf nun yang umumnya bisa Anda dapati di fi’il mudhari’ atau kata kerja masa kini yang dilakukan oleh dua orang, lebih dari dua orang atau perempuan.
Jenis-Jenis I’rab Rofa
Berikut ini jenis-jenis i’rab dalam Bahasa Arab atau kalimat yang banyak diulas dalam contoh i’rab yang dibahas nanti.
1. Isim mufrod, yaitu isim atau kata benda yang menunjukkan makna satu. Dalam artian isim tersebut tidak akan di tatsniyahkan, dijamakkan atau disamakan dengan tatsniyah, serta bukan juga Asmaul Khomsah.
2. Jama’ Taksir, yaitu sebuah kata benda yang merujuk pada pengertian banyak (sejumlah tiga atau lebih) dengan bentuk yang berubah dari mufrodnya.
3. Jama’ Muannats Salim, yaitu sebuah kata benda yang memiliki sifat dijamakkan untuk merujuk pada makna tiga atau lebih dengan memberikan tambahan berupa huruf alif atau ta’ pada akhir kalimat tanpa merusak bentuk asli dari mufrodnya.
4. Fi’il mudhari’, yaitu sebuah kata kerja yang merujuk pada waktu yang akan datang atau kejadian tersebut sedang terjadi dengan adanya huruf mudloro’ah yang terdapat di empat tempat yaitu huruf Hamzah, Nun, Ta’ dan Ya’.
Contoh-Contoh I’rab Rofa
Berikut ini beberapa contoh penerapan tanda dan jenis i’rab dalam bahasa Arab dalam sebuah kata atau kalimat dalam bahasa Arab.
1. Contoh tanda i’rab dengan harakat dhammah yaitu :
2. Contoh tanda i’rab dengan huruf wauw yaitu:
3. Contoh tanda i’rab huruf Alif
4. Contoh dari tanda i’rab huruf nun
Demikianlah sedikit catatan tentang I’rob Rofa, terkait ciri, jenis dan contohnya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiik. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Bahasa Arab/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar