Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Dhamir, dalam istilah bahasa Indonesia, bermakna “kata ganti”. Penggunaan kata ganti dalam bahasa Arab sering digunakan, apalagi dalam kalimat fi’il. Kesalahan menentukan kata ganti yang terdapat dalam fi’il tersebut akan merusak makna yang diinginkan penulis.
Dua jumlah tersebut hanya berbeda di satu huruf terakhir saja, tetapi memiliki perbedaan makna karena berbeda juga dhamirnya. Bagaimana, sudah mulai menarik, bukan? Untuk lebih jelasnya, langsung saja, kita membahas pengertian dhamir dan jenis-jenis dhamir.
Pengertian Isim Dhamir
Dhamir secara bahasa bermakna kata ganti. Isim dhamir berfungsi untuk menggantikan isim zhahir, isim yang nampak. Misalnya, kalimat “Ahmad masuk ke masjid. Lalu Ahmad membaca Al-Qur’an.” Ahmad termasuk isim zhahir. Lantas, dengan penerapan isim dhamir kata tersebut dapat diubah menjadi, “Ahmad masuk ke masjid. Lalu dia membaca Al-Qur’an.”
Sementara secara istilah, ahli nahwu mendefinisikan isim dhamir sebagai:
Artinya:
“Dhamir adalah isim mabni yang menunjukk
an kepada mutakallim, mukhatab atau pun ghaib.”
Mutakallim, mukhatab, dan ghaib itu adalah bagian dari kata ganti. Maksudnya, Mutakallim, sebagai orang yang berbicara, masuk pada bagian kata ganti orang pertama, yaitu saya (اَنَا) dan kami (نَحْنُ).
Mukhatab, sebagai orang yang diajak berbicara atau lawam berbicara. Ini merupakan kata ganti orang kedua. Kata gantinya berupa, kamu laki-laki (اَنْتَ), kamu dua laki-laki (اَنْتُمَا), kalian laki-laki (اَنْتُمْ), kamu perempuan (اَنْتِ), kamu dua perempuan (اَنْتُمَا), dan kalian perempuan (اَنْتُنَّ).
Terakhir, Ghaib sebagai orang yang dibicarakan. Ini termasuk dalam kategori kata ganti orang ketiga. Anggota-anggotanya terdiri dari, dia laki-laki (هُوَ), dia dua laki-laki (هُمَا), mereka laki-laki (هُمْ), dia perempuan (هِيَ), dia dua perempuan (هُمَا), mereka perempuan (هُنَّ).
Jenis Isim Dhamir
Secara umum, isim dhamir terbagi menjadi dua bagian, yakni dhamir mustatir dan dhamir bariz.
Dhamir Mustatir
Mustatir artinya yang bersembunyi, sehingga dhamir mustatir dapat diamaknai sebagai dhamir yang bersembunyi. Sementara secara istilah, ahli nahwu mendefinisikan dhamir mustatir sebagaimana berikut:
الضمير المستتر ما ليس له صورة في اللفظ
“Dhamir mustatir adalah kata ganti yang tidak memiliki bentuk dalam pelafadzannya.”
Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat ketahui bahwa isim dhamir mustatir tidak memiliki bentuk atau tidak terlihat dalam pelafalannya. Namun, meskipun tidak terlihat, kita dapat mengetahui dhamir mustatir tersebut dengan melihat wujud atau penulisan dari kalimat (fi’il) itu sendiri.
Dhamir mustatir dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, yakni dhamir mustatir wujub. Maksudnya adalah kata ganti yang wajib untuk bersembunyi. Kata ganti ini berlaku pada:
| Bentuk Kalimat | Arti | Contoh Dhamir Mustatir Wujud |
| Fi’il amr mufrad mudzakkar mukhatab | (Kamu lk) bekerjalah! | اُفْعُلْ |
| Fi’il mudhari’ mufrad mudzakkar mukhatab | (Kamu lk) akan bekerja | تَفْعُلُ |
| Fi’il mudhari’ mufrad muzakkar mutakallim | (Saya) akan bekerja | اَفْعُلُ |
| Fi’il mudhari jamak mudzakkar mutakallim | (Kami) akan bekerja | نَفْعُلُ |
Sementara bagian kedua, yakni dhamir mustatir jawaz.
Ini adalah dhamir yang penggunaanya boleh tidak tertulis (tersembunyi) dan juga boleh untuk dinampakkan dhamirnya atau dengan menggunakan isim dzahir. Kata ganti ini berlaku pada:
| Bentuk Kalimat | Arti | Contoh Dhamir Mustatir Jawaz |
| Fi’il madhi mufrad mudzakkar ghaib | (Dia lk) telah bekerja | فَعَلَ |
| Fi’il madhi mufrad muannats ghaibah | (Dia pr) telah bekerja | فَعَلَتْ |
| Fi’il mudhari’ mufrad mudzakkar ghaib | (Dia lk) akan bekerja | يَفْعُلُ |
| Fi’il mudhari’ mufrad muzakkar ghaibah | (Dia pr) akan bekerja | تَفْعُلُ |
Bariz artinya tampak, sehingga dhamir bariz dapat dimaknai sebagai dhamir yang tampak atau yang terlihat jelas. Ahli nahwu mendefinisikan dhamir baris sebagaimana berikut ini:
الضمير البارز ما له صورة في اللفظ
“Dhamir bariz adalah kata ganti yang memiliki bentuk dalam pelafadzannya.”
Dhamir bariz terbagi menjadi dua bagian, yakni dhamir muttashil dan dhamir munfashil. Penjelasan keduanya adalah sebagai berikut:
a. Dhamir munfashil. Dhamir ini merupakan dhamir yang nampak dan penulisannya terpisah. Dhamir munfashil, dengan penyesuaian mahalnya, terbagi menjadi dua model. Kedua model tersebut, antara lain:
b. Dhamir muttashil. Dhamir ini merupakan dhamar yang tampak dan penulisannya tersambung dengan kalimat (fi’il) itu sendiri. Penulisan dhamir muttashil dibagi menjadi tiga macam bentuk yang itu menyesuaikan dengan mahal dhamir tersebut. Macam bentuk dhamir muttashil tersebut, antara lain:
Contoh Isim Dhamir
Setelah dijelaskan, tak lengkap rasanya, apabila kita tidak menunjukan contohnya. Berikut penulis perlihatkan beberapa contoh penggunaan dhamir dalam kalimat.
Contoh dhamir mustatir
Contoh dhamir bariz
Demikianlah sedikit penjelasan tentang Isim Dhamir, jenis dan contohnya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiik. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Bahasa Arab/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar