
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat terus menambah interaksi keilmuan dan pengalaman intelektual ditengah keterbatasan sosial sebagai dampak dari Pandemi Covid-19. Salah satu pengalaman berharga tersebut adalah penulis diberikan waktu, kesempatan dan waktu luang dalam mengikuti Pelatihan Perencana Keuangan Syariah (Associate Wealth Planner) yang diselenggarakan oleh Financial Planning Standards Board Indonesia (PSBI) bekerjasama dengan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Jakarta pada Tanggal 9-10 Agustus 2021.
Apa itu Associate Wealth Planner? Associate Wealth Planner (AWP) adalah sebuah gelar profesional yang menandakan seseorang telah memiliki kompetensi dalam perencanaan keuangan pribadi. Gelar ini diperoleh setelah mengikuti program pelatihan dan sertifikasi yang komprehensif, yang biasanya mencakup berbagai aspek perencanaan keuangan, seperti:
1. Konsep Dasar Perencanaan Keuangan. Memahami prinsip-prinsip dasar perencanaan keuangan, siklus hidup keuangan, dan tujuan keuangan individu.
2. Analisis Keuangan. Mampu menganalisis kondisi keuangan klien, baik dari sisi aset, liabilitas, maupun aliran kas.
3. Perencanaan Tujuan Keuangan. Membantu klien menetapkan tujuan keuangan yang realistis dan menyusun strategi untuk mencapai tujuan tersebut.
4. Produk Keuangan. Memahami berbagai produk keuangan yang tersedia di pasar, seperti investasi, asuransi, dan produk perbankan.
5. Etika Profesi. Menerapkan kode etik profesi perencana keuangan dalam memberikan layanan kepada klien.

AWP Batch 3 – PSBI dan UISI. (foto: ist/*)
Apa yang penulis dapatkan setelah mengikuti Pelatihan AWP ini? Paling tidak ada empat manfaat yang dapat penulis rasakan setelah mengikuti Pelatihan AWP yang diselenggarakan PSBI bekerjasama dengan UISI Jakarta ini, yaitu:
1. Memberikan konsultasi perencanaan keuangan: Membantu individu atau keluarga menyusun rencana keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka.
2. Menganalisis produk keuangan: Membandingkan berbagai produk keuangan dan memberikan rekomendasi yang sesuai.
3. Membuat laporan perencanaan keuangan: Menyusun laporan perencanaan keuangan yang komprehensif dan mudah dipahami oleh klien.
4. Memantau dan mengevaluasi rencana keuangan: Melakukan evaluasi berkala terhadap rencana keuangan yang telah disusun dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Singkatnya, dengan perolehan gelar AWP ini, penulis berharap dapat ikut membantu orang lain dalam mencapai tujuan keuangannya. Paling tidak aplikasinya bagi diri penulis sendiri terlebih dahulu sebagai wujud profesionalisme, menjaga kepercayaan klien serta bagi pengembangan karir.
Berikut ini beberapa materi pelatihan AWP yang sempat penulis arsipkan sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan:
– AWP-Syariah-30-02-2021.pdf, oleh: Abdul Choliq, CFP – Co Founder & CTO MyIFPE
– Bersodaqah: Bahagia Dunia Akherat. Why Not?, oleh: Tim Fasilitator AWP Academy Departemen Ekonomi Syariah UISI
– Maqashid Syariah in Financial Planning Sakinah Finance, oleh: Ahmad Dahlan Malik, BA (Hons)., M.Ec.,CFP., AWP.
– The Tauhidic Financial Planning – Imunitas Keuangan Keluarga, oleh: Tim Dosen Ekonomi Syariah UISI.

Certificate AWP (foto: ist/*)
Demikianlah sedikit catatan penulis sebagai hasil mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi AWP Batch 3 yang diselenggarakan oleh Financial Planning Standards Board Indonesia (PSBI) bekerjasama dengan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Jakarta pada Tanggal 9-10 Agustus 2021.
Semoga catatan singkat ini dapat bermanfaat adanya dan menjadi bahan pembelajaran bagi rekan guru, akademisi dan sahabat profesi para perencana keuangan syariah lainnya.
Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene-Pangkep, 11 Agustus 2021
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.