Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mengenal Kitab Ad-Diba’i dan Maulid Diba’ (4)

Mengenal Kitab Ad-Diba'i dan Maulid Diba' (4)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Apa itu Kitab Ad-Diba’i atau Kitab Maulid Diba’?  Kitab Ad-Diba’i merupakan Kitab yang membahas Riwayat Kelahiran Nabi Muhammad SAW, disertai syair pujian dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.  Umumnya kitab terjemahnya menambahkan isi kitab dengan Do’a Khitbah, Khutbah Nikah, Aqad Nikah dan Do’a Aqad, serta Nama-nama Anak.

Jadi, Maulid Diba’ adalah sebuah kitab atau shalawat yang dibaca saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Adapun Syair Pujian atau Shalawat yang ada dalam Kitab ad-Diba’i, diantaranya ialah Shalawat Nariyah, Shalawat Munjiyat, Shalawat Tausiul Arzaq wa Tahsinul Akhlaq, Shalawat an-Nuur, Shalawat Thibbil Qulub, Mahallul Qiyami, Shalawat Badriyah, dan lain-lainnya.

Berikut bacaan Maulid Ad Diba dan terjemahnya.

 

فَسُبْحَانَ مَنْ خَصَّهٗ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَشْرَفِ الْمَنَاصِبِ وَالْمَرَاتِبِ

أَحْمَدُهٗ عَلىٰ مَا مَنَحَ مِنَ الْمَوَاهِبِ

وَأَشْهَدُ أَنْ لَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ رَبُّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبْ

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلٰى سَآئِرِ الْأَعَاجِمِ وَالْأَعَارِبِ

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلىٰ اٰلِهٖ وَأَصْحَابِهٖ أُوْلِى الْمَآَثِرِ وَالْمَنَاقِبِ

صَلاَةً وَسَلاَمًا دَآئِمَيْنِ مُتَلاَزِمَيْنِ يَاتِيْ قَآئِلُهُمَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ غَيْرَ خَآئِبِ

Artinya:

Maka Maha suci Allah yang mengkhususkan Nabi Muhammad SAW dengan kemuliaan pangkat dan martabat

Aku menyanjungkan pujian kepada-Nya, atas segala nikmat anugerah dan pemberian-Nya.

Dan aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa lagi tiada sekutu bagi-Nya, pemilik arah timur dan barat.

Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya penghulu kami Nabi Muhammad itu adalah seorang hamba Alloh dan utusan-Nya yang diutus kepada semua bangsa ‘Ajam dan Arab.

Semoga rahmat Allah dan salam-Nya tetap dilimpahkan kepada Nabi dan keluarga serta sahabatnya yang mempunyai perilaku agung dan sebutan nama baik.

Dengan rahmat dan salam yang kekal, keduanya merata kepada para pembacanya yang datang kelak di hari kiamat tanpa merugi.

 

بسم الله الرحمن الرحيم

أول ما نستفتح بإيراد حديثين وردا عن نبي گان قدره عظيما

ونسبه گريما وصراطه مستقيما

قال فی حقه من لم يزل سميعا عليما

إن الله وملآئگته يصلون علی النبي يآأيها الذين أمنوا صلو عليه وسلموا تسليما

Artinya:

“Pertama kali kami awali hal ini dengan mengemukakan dua buah hadits datang dari Nabi yang berkedudukan agung”

“dan bernasab mulia serta lurus perjalanan hidupnya.”

“Allah berfirman: Demi hak Muhammad. Dzat yang tiada terlepas dari sifat Maha Mendengar dan Maha Melihat,”

“Bahwasannya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat untuk nabi, wahai orang-orang yang beriman, mohonkan rahmat dan salam dengan kesungguhan untuknya”.

 

اَلْحَدِيْثُ الْأَوَّلُ عَنْ بَحْرِ الْعِلْمِ الدَّافِقِ وَلِسَانِ الْقُرْآَنِ النَّاطِقِ أَوْحَدِ عُلَمَآءِ النَّاسِ سَيِّدِنَا عَبْدِ اللهِ بْنِ سَيِّدِنَا الْعَبَّاسِ

رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهٗ قَالَ

إِنَّ قُرَيْشًا كَانَتْ نُوْرًا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ قَبْلَ أَنْ يَّخْلُقَ اٰدَمَ بِأَلْفَيْ عَامٍ

يُسَبِّحُ اللهَ ذٰلِكَ النُّوْرُ وَتُسَبِّحُ الْمَلَآئِكَةُ بِتَسْبِيْحِهٖ فَلَمَّا خَلَقَ اللهُ اٰدَمَ أَوْدَعَ ذٰلِكَ النُّوْرَ فِيْ طِيْنَتِهٖ

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَأَهْبَطَنِيَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ اِلٰى الْأَرْضِ فِيْ ظَهْرِ اٰدَمَ

وَحَمَلَنِيْ فِي السَّفِيْنَةِ فِيْ صُلْبِ نُوْحٍ وَّجَعَلَنِيْ فِيْ صُلْبِ الْخَلِيْلِ إِبْرَاهِيْمَ حِيْنَ قُذِفَ بِهٖ فِي النَّارِ

وَلَمْ يَزَلِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يُنَقِّلُنِيْ مِنَ الْأَصْلاَبِ الطَّاهِرَةِ اِلٰى اْلأَرْحَامِ الزَّكِيَّةِ الْفَاخِرَةِ

حَتّٰى أَخْرَجَنِيَ اللهُ مِنْ بَيْنِ أَبَوَيَّ وَهُمَا لَمْ يَلْتَقِيَا عَلىٰ سِفَاحٍ قَطُّ

Artinya:

Hadis pertama dari pancaran seorang ahli ilmu yang menyamudra, tutur katanya dengan Al-Qur’an dan salah seorang ulama yang terkenal, yaitu Sayyidina Abdullah bin Sayyidina Abbas rodhiyallohu ‘anhumaa.

Dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau telah bersabda:

Sesungguhnya seorang Quraisy (Nabi Muhammad SAW) ketika masih berwujud nur (cahaya) di hadapan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung sebelum menciptakan Adam kira-kira dua ribu tahun.

Nur itu selalu bertasbih kepada Allah dan bertasbih pula para malaikat mengikuti bacaan tasbihnya. Ketika Allah menciptakan Adam, maka nur itu diletakkan pada tanah liat asal kejadiannya.

Telah bersabda Nabi SAW: Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan aku ke bumi pada punggung Nabi Adam.

Dan membawaku ke dalam kapal berada pada tulang rusuk Nabi Nuh dan menjadikan aku pada tulang rusuk Nabi lbrahim ketika dilempar ke dalam api.

Tiada henti-hentinya Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung memindahkan aku dari tulang-tulang rusuk yang suci, sampai pada rahim yang suci dan megah, hingga Allah melahirkan aku dari antara kedua orang tuaku, dan keduanya tidak pernah berbuat zina sama sekali.

 

(Bersambung … )

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR