Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
5 April 2026

Terjemah Nurul Yaqin: Mukjizat – Mukjizat Rasul selain Al-Qur’an (1)

Ming, 5 April 2026 Dibaca 200x

IMMIMPANGKEP – Di antara mukjizat Rasulullah saw. yang lain ialah terbelahnya rembulan: hal ini telah disebutkan oleh hadis secara rinci. Di antaranya lagi ialah memancarnya air dari celah-celah jari-jemari Rasulullah saw. sehingga air makin bertambah banyak berkat mukjizatnya. Hal ini diriwayatkan oleh sebagian besar sahabat, di antara mereka adalah Sahabat Anas ibnu Malik, Sahabat Jabir, dan Sahabat ‘Abdullah ibnu Mas’ud. Sahabat Anas r.a. menceritakan bahwa ia pernah melihat Rasulullah saw. pada suatu hari ketika salat asar telah tiba. Para sahabat mencari air untuk berwudu, tetapi mereka tidak menemukannya.

Akhirnya Nabi saw. mendatangkan air dalam suatu wadah yang cukup untuk satu kali wudu, kemudian dia meletakkan tangannya ke dalam wadah tersebut. Setelah itu Rasulullah saw. memerintahkan orang-orang untuk berwudu dari wadah itu. Sahabat Anas r.a. melanjutkan ceritanya, bahwa ia melihat ada air yang keluar dari celah-celah jari-jemari Rasulullah saw. Kemudian orang-orang berwudu sehingga mereka semua sempat melakukan wudu dari wadah itu. Setelah itu Rasulullah saw. bertanya, “Berapa orangkah jumlah kalian?” Ada yang menjawab bahwa jumlah mereka sekitar tiga ratus orang.

Sahabat ‘Abdullah ibnu Mas’ud r.a. menceritakan pula, “Kami sedang bersama Nabi saw. pada waktu itu kami tidak membawa air. Nabi saw. berkata, “Carikanlah air oleh kalian dari orang-orang yang mempunyai kelebihan air.” Ada seseorang yang membawa sedikit air. Nabi saw. menuangkan air tersebut ke dalam suatu wadah, kemudian ia meletakkan telapak tangannya ke dalam wadah tersebut. Kala itu seolah-olah air memancar dari sela-sela jari-jemarinya.

Sahabat Jabir menceritakan. “Pada peristiwa Hudaibiyah orang-orang kehausan sementara di tangan Rasulullah saw. terdapat wadah yang berisi sedikit air. Lalu Nabi saw. berwudu. Ketika itu orang-orang berdatangan kepadanya seraya mengatakan, bahwa mereka tidak mempunyai air ke. cuali yang ada di dalam wadah yang sedang dipakainya.

Rasulullah saw. meletakkan tangannya ke dalam wadah tersebut. Saat itu air seolah-olah menyembur dari sela-sela jari-jemarinya bagaikan mata air. Lalu ada yang bertanya, ‘Berapakah jumlah kalian?’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Seandainya kita ini berjumlah seratus ribu orang, niscaya air ini akan mencukupi kita semua.’ Pada saat itu jumlah kami hanya seribu lima ratus orang.” Kisah seperti hadis-hadis di atas telah diriwayatkan oleh banyak sahabat.

Hal-hal seperti itu, yang terjadi di tempat-tempat yang disaksikan banyak orang, merupakan hal yang tidak diragukan lagi kebenarannya oleh perawi. Sebab para perawi itu adalah orang-orang yang paling selektif dalam mengemukakan hadis-hadis, dan mereka adalah orang-orang yang tidak akan tinggal diam bilamana melihat suatu hal yang batil. Sedangkan sebagian besar sahabat telah menyaksikan sendiri kejadian-kejadian tersebut dan mengalaminya sehingga tidak ada seorang pun dari para perawi yang mengingkari apa yang telah diceritakan oleh para sahabat. Karena para sahabat sendiri yang menjadi pelaku dan saksi dalam peristiwa-peristiwa tersebut, maka kedudukannya sama dengan hadis yang telah disepakati oleh para sahabat semua.

Mukjizat lainnya yang menyerupai memancarnya air dari sela-sela jarijemari berkah doa dan sentuhan tangannya ialah seperti yang diceritakan oleh Sahabat Mw’adz. Sahabat Mu’adz ibnu Jabal r.a. menceritakan bahwa sewaktu para sahabat berada dalam Perang Tabuk, mereka menemukan mata air yang airnya tinggal sedikit sekali. Mereka mencedok airnya dengan tangan, lalu mereka kumpulkan dalam suatu wadah.

Kemudian Rasulullah saw. membasuh muka dan kedua tangannya dengan air itu, lalu air bekas basuhannya itu di kembalikan ke dalam mata air. Pada saat itu juga mata air itu menjadi banyak kembali airnya sehingga semua orang dapat minum daripadanya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishag disebutkan bahwa pada saat itu terdengar dari mata air suara seperti guntur. Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada Sahabat Mu’adz: Hai Mu’adz, bilamana umur engkau panjang, niscaya engkau akan melihat banyak kebun di sekitar sini.

Kisah mengenai kejadian di atas telah kami kemukakan dalam pasal yang membahas Perang Tabuk. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan melalui Al-Barra dan Salamah ibnul Akwa’ disebutkan pula mengenai mata air di Hudaibiyah yang menjadi banyak airnya berkat doa Rasulullah saw. Abu Qatadah meriwayatkan, “Dalam suatu perjalanan, para sahabat mengadu kepada Rasulullah saw. tentang rasa haus yang mencekik tenggorokan mereka.

Rasulullah saw. memerintahkan supaya didatangkan sebuah wadah untuk berwudu kepadanya, lalu wadah itu di dekapnya, kemudian dia meletakkan mulutnya kepinggiran wadah itu. Hanya Allahlah Yang maha tahu, apakah dia meniup wadah tersebut atau tidak. Setelah itu orang-orang minum dari wadah itu sehingga segar kembali, dan mereka memenuhi setiap wadah air yang mereka bawa. Anehnya, kulihat wadah itu masih berisi air seperti semula sewaktu diambilnya dariku. Pada saat itu jumlah sahabat ada tujuh puluh orang.” Masih banyak lagi kisah serupa yang terjadi di berbagai tempat, semuanya telah diriwayatkan oleh banyak sahabat sehingga tidak diragukan lagi kebenarannya, terlebih lagi diperkuat oleh para perawinya yang dapat dipercaya”. (*)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077