Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 2: Ushuluddin (Bait 11-30)

Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 2: Ushuluddin (Bait 11-30)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Sudah kenal Kitab Matn Shofwatu Zubad atau lebih populer disebut Nadzom Zubad? Ya, Kitab Matn Zubad berisi nadzom (syair) puisi yang terdiri dari 1.000 bait lebih tentang Fikih Syafi’iyah. Kitab Matn Fikih ini populer diajarkan di Pondok Pesantren karena mudah dihafalkan dalam bentuk nadzom.  Meski begitu Matn Zubad ini tak hanya menguraikan bait-bait syair tentang fiqih, akan tetapi juga mengandung materi bab Tauhid dan Tasawuf. Secara umum kitab Zubad dapat kita bagi menjadi tiga bagian yakni bagian bab aqidah/tauhid di bagian awal kitab, bab fiqih asy-Syafi’iyah di bagian tengah dan bab tasawuf di bagian akhir kitab. Sehingga mempelajari Matn Zubad, akan terasa lebih lengkap pemahaman khazanah keilmuan Islam kita, karena  isinya mencakup semua materi dasar yang wajib diketahui sebagai umat Islam yaitu: ‘Aqidah, Fiqih dan Tasawuf.

Matan Zubad adalah hasil karya Abu al-Abbas Ahmad ibn Hussein ibn Hasan ibn ‘Ali ibn Yusuf ibn ‘Ali ibn Arsalan al-Ramli [753H -844H] atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Ruslan. Beliau lahir di Ramlah, Palestina dan wafat di Baitulmaqdis, Palestina. Matan Zubad ini banyak disyarahkan oleh para ulama seperti Ghayah al-Bayan fi Syarh Zubad Ibn Ruslan oleh al-‘Allamah Syamsuddin al-Ramli, Mawahib al-Shomad fi Hal Alfaadz al-Zubad oleh Syaikh Ahmad al-Hijazi al-Fasyani, Ifaadah al-Saadah al-Umad bi Taqrir Ma’ani Nazam al-Zubad oleh al-‘Allamah al-Sayyid Muhammad bin Ahmad bin ‘Abd al-Baari al-Ahdal, Faidh al-Manan Syarh Zubad Ibn Ruslan oleh al-‘Allamah al-Sayyid Yusuf bin Muhammad al-Bathah al-Ahdal dan lain-lain lagi.

Berikut ini Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 2: Ushuluddin (Bait 11-30)

 

{ﻗﺎﻟﻮا ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﻻ ﻋﻠﻢ ﻟﻨﺎ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ ﺇﻧﻚ ﺃﻧﺖ اﻟﻌﻠﻴﻢ اﻟﺤﻜﻴﻢ}

اﻭﻝ ﻭاﺟﺐ ﻋﻠﻰ اﻹﻧﺴﺎﻥ … ﻣﻌﺮﻓﺔ اﻹﻟﻪ ﺑﺎﺳﺘﻴﻘﺎﻥ

 

Artinya:

11. Kewajiban yang pertama kali atas manusia adalah mengenal Tuhannya dengan yaqin.

 

ﻭاﻟﻨﻄﻖ ﺑﺎﻟﺸﻬﺎﺩﺗﻴﻦ اﻋﺘﺒﺮا … ﻟﺼﺤﺔ اﻻﻳﻤﺎﻥ ﻣﻤﻦ ﻗﺪﺭا

 

Artinya:

12. Dan mengucapkan dua kalimat syahadat adalah disyaratkan bagi sahnya keimanan bagi orang yang mampu mengucapkannya.

 

ﺇﻥ ﺻﺪﻕ اﻟﻘﻠﺐ ﻭﺑﺎﻷﻋﻤﺎﻝ … ﻳﻜﻮﻥ ﺫا ﻧﻘﺺ ﻭﺫا ﻛﻤﺎﻝ

 

Artinya:

13. Jika (ucapan tersebut) dibenarkan oleh hati dan diikuti dengan amal maka iman itu bisa berkurang (jika berbuat maksiat) dan bisa sempurna (bertambah jika melakukan ketaatan).

 

ﻓﻜﻦ ﻣﻦ اﻹﻳﻤﺎﻥ ﻓﻲ ﻣﺰﻳﺪ … ﻭﻓﻲ ﺻﻔﺎء اﻟﻘﻠﺐ ﺫا ﺗﺠﺪﻳﺪ

 

Artinya:

14. Maka jadilah engkau selalu dalam pertambahan daripada keimanan dan orang yang selalu memperbarui ketaatan hati.

 

ﺑﻜﺜﺮﺓ اﻟﺼﻼﺓ ﻭاﻟﻄﺎﻋﺎﺕ … ﻭﺗﺮﻙ ﻣﺎ ﻟﻠﻨﻔﺲ ﻣﻦ ﺷﻬﻮاﺕ

 

Artinya:

15. Dengan memperbanyak shalat dan ketaatan-ketaatan serta meninggalkan segala yang menjadi kesenangan nafsu.

 

ﻓﺸﻬﻮﺓ اﻟﻨﻔﺲ ﻣﻊ اﻟﺬﻧﻮﺏ … ﻣﻮﺟﺒﺘﺎﻥ ﻗﺴﻮﺓ اﻟﻘﻠﻮﺏ

 

Artinya:

16. Sebab (memperturutkan) kesenangan nafsu bersamaan dengan (melakukan) dosa-dosa adalah dua hal yang menyebabkan kerasnya hati.

 

ﻭﺇﻥ ﺃﺑﻌﺪ ﻗﻠﻮﺏ اﻟﻨﺎﺱ … ﻣﻦ ﺭﺑﻨﺎ اﻟﺮﺣﻴﻢ ﻗﻠﺐ ﻗﺎﺳﻲ

 

Artinya:

17. Dan sesungguhnya hati manusia yang paling jauh dari Tuhan kita Yang Maha Penyayang adalah hati yang keras.

 

ﻭﺳﺎﺋﺮ اﻷﻋﻤﺎﻝ ﻻ ﺗﺨﻠﺺ … ﺇﻻ ﻣﻊ اﻟﻨﻴﺔ ﺣﻴﺚ ﺗﺨﻠﺺ

 

Artinya:

18. Dan semua amal tidak akan dapat diterima kecuali (jika diikuti dengan niat yang kau bersihkan (dari hal-hal yang dapat merusaknya).

 

ﻓﺼﺤﺢ اﻟﻨﻴﺔ ﻗﺒﻞ اﻟﻌﻤﻞ … ﻭاﺋﺖ ﺑﻬﺎ ﻣﻘﺮﻭﻧﺔ ﺑﺎﻷﻭﻝ

 

Artinya:

19. Oleh sebab itu engkau harus benarkan niat sebelum beramal dan datangkanlah niat itu bersamaan dengan permulaan amal.

 

ﻭﺇﻥ ﺗﺪﻡ ﺣﺘﻰ ﺑﻠﻐﺖ ﺁﺧﺮﻩ … ﺣﺰﺕ اﻟﺜﻮاﺏ ﻛﺎﻣﻼ ﻓﻲ اﻵﺧﺮﺓ

 

Artinya:

20. Jika engkau melanggengkan niat hingga akhir dari amal tersebut maka engkau akan memperoleh pahala secara sempurna di akhirat.

 

ﻭﻧﻴﺔ ﻭاﻟﻘﻮﻝ ﺛﻢ اﻟﻌﻤﻞ … ﺑﻐﻴﺮ ﻭﻓﻖ ﺳﻨﺔ ﻻ ﺗﻜﻤﻞ

 

Artinya:

21. Niat ibadah, perkataan ibadah dan amal ibadah tanpa mengikuti sunnah (Nabi saw.) maka tidak akan sempurna (yakni tidak sah).

 

ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻳﻌﻠﻢ ﺫا ﻓﻠﻴﺴﺄﻝ … ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺠﺪ ﻣﻌﻠﻤﺎ ﻓﻠﻴﺮﺣﻞ

 

Artinya:

22. Barangsiapa yang tidak mengetahui hal ini maka hendaknya ia bertanya, dan barangsiapa yang tidak mendapati seorang pengajar maka hendaknya ia pergi (untuk mencarinya).

 

ﻭﻃﺎﻋﺔ ﻣﻤﻦ ﺣﺮاﻣﺎ ﻳﺄﻛﻞ … ﻣﺜﻞ اﻟﺒﻨﺎء ﻓﻮﻕ ﻣﻮﺝ ﻳﺠﻌﻞ

 

Artinya:

23. Adapun ketaatan dari seorang yang memakan hartra yang haram maka keadaannya seperti bangunan yang dibangun di atas ombak.

 

ﻓﺎﻗﻄﻊ ﻳﻘﻴﻨﺎ ﺑﺎﻟﻔﺆاﺩ ﻭاﺟﺰﻡ … ﺑﺤﺪﺙ اﻟﻌﺎﻟﻢ ﺑﻌﺪ اﻟﻌﺪﻡ

 

Artinya:

24. Maka yakinkanlah secara kuat dengan hatimu dan tetapkanlah dengan barunya alam ini setelah tiada.

 

ﺃﺣﺪﺛﻪ ﻻ ﻻﺣﺘﻴﺎﺟﻪ اﻹﻟﻪ … ﻭﻟﻮ ﺃﺭاﺩ ﺗﺮﻛﻪ ﻟﻤﺎ اﺑﺘﺪاﻩ

 

Artinya:

25. Allah mewujudkannya bukan karena Dia membutuhkannya. Seandainya Dia berkehendak untuk meninggalkannya maka Dia tidak akan menciptakannya.

 

ﻓﻬﻮ ﻟﻤﺎ ﻳﺮﻳﺪﻩ ﻓﻌﺎﻝ … ﻭﻟﻴﺲ ﻓﻲ اﻟﺨﻠﻖ ﻟﻪ ﻣﺜﺎﻝ

 

Artinya:

26. Dia (Allah) bisa melakukan apa yang Dia kehendaki dan tidak ada yang menyamai-Nya diantara semua makhluk

 

ﻗﺪﺭﺗﻪ ﻟﻜﻞ ﻣﻘﺪﻭﺭ ﺟﻌﻞ … ﻭﻋﻠﻤﻪ ﻟﻜﻞ ﻣﻌﻠﻮﻡ ﺷﻤﻞ

 

Artinya:

27. Kekuasaan-Nya berlaku atas segala yang dikuasai dan ilmu-Nya meliputi segala yang diketahui.

 

ﻣﻨﻔﺮﺩ ﺑﺎﻟﺨﻠﻖ ﻭاﻟﺘﺪﺑﻴﺮ … ﺟﻞ ﻋﻦ اﻟﺸﺒﻴﻪ ﻭاﻟﻨﻈﻴﺮ

 

Artinya:

28. Dia (Allah) sendirian dalam penciptaan dan pengaturan Maha Suci dari sesuatu yang menyerupai dan menyamai.

 

ﺣﻰ ﻣﺰﻳﺪ ﻗﺎﺩﺭ ﻋﻼﻡ … ﻟﻪ اﻟﺒﻘﺎ ﻭاﻟﺴﻤﻊ ﻭاﻟﻜﻼﻡ

 

Artinya:

29. Dia (Allah) Maha Hidup, Maha Berkehendak, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Dia memiliki sifat Kekal, Mendengar dan Berfirman.

 

ﻛﻼﻣﻪ ﻛﻮﺻﻔﻪ اﻟﻘﺪﻳﻢ … ﻟﻢ ﻳﺤﺪﺙ اﻟﻤﺴﻤﻮﻉ ﻟﻠﻜﻠﻴﻢ

 

Artinya:

30. Firman-Nya bersifat terdahulu seperti sifat-Nya yang lain dan tidak menimbulkan suara yang didengar pada diri orang yang diajak-Nya berbicara.

(***)

Bersambung ….

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR