Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

6 Santriwati Putri IMMIM Kelas XI Raih Nilai “Kompeten” dalam Short Course Artificial Intelligence – MOOC Pintar Kemenag RI

IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, dari ribuan santriwati yang mengikuti Short Course di MOOC Pintar Kemenag RI, yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia – Pendidikan dan Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, terdapat 12 santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, 6 diantaranya merupakan Kelas XI yang dinyatakan “Sangat Kompeten”, Kompeten” dan “Cukup Kompeten”.

Keenam Santriwati Putri IMMIM Kelas XI tersebut adalah: Afifah Maisyarah Fadwansyah (Nilai 90/Sangat Kompeten), Andi Alykha Nurul Fhadillah (Nilai 90/Sangat Kompeten), Nur Magfira  (Nilai 80/Kompeten), Naela Niswah Nasrullah (Nilai 70/Kompeten),  Ummul Fauziyah (Nilai 60/Cukup Kompeten), dan Zakiah Azzohrah (Nilai 70/Kompeten). Keenam Santriwati Kelas XI Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep ini mengikuti Pelatihan “Short Course: Artificial Intelligence” Angkatan II yang diselenggarakan lewat Platform MOOC (Massive Open Online Course) Pintar Kemenag RI, dari tanggal 14-18 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, pembina, pengasuh pesantren, pengembang potensi siswa, mahasiswa, dan santri seluruh Indonesia.

Mengapa Penting Memahami Artificial Intelligence (AI) dan santriwati mengambil peran penting dalam dunia digital? Ya, Dunia yang mengglobal dan digital adalah keniscayaan. Semua orang, termasusk santri dan warga pesantren harus menyiapkan diri untuk bisa beradaptasi dengan teknologi digital, karena kehadiran teknologi digital tidak bisa ditolak. Siapa menguasai teknologi dia yang akan menguasai dunia.  Di sisi lain, teknologi adalah alat perjuangan untuk menyampaikan pesan dan konten kebaikan. Dengan ditopang penguasaan teknologi, maka santriwati bisa berdampak, mengelola dan menghasilkan banyak konten positif dan islami.

***

Di era digital yang terus berkembang, teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian penting dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam, perlu siap menghadapi tantangan ini agar tetap relevan dan dapat dimanfaatkan dalam berkemajuan. Melalui pelatihan “Santri Mahir Artificial Intelligence (AI)”, para santri terbekali dengan pemahaman dan keterampilan AI, sehingga dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung kegiatan belajar atau pengelolaan kegiatan dalam pesantren berbasis digital.

Dalam pelatihan ini, santri belajar mengenal peran AI dalam pesantren serta bagaimana chatbot berbasis AI dapat membantu menyampaikan informasi Islami dengan efisien. Selain itu, pengenalan aplikasi untuk digitalisasi teks Arab akan memudahkan akses literatur Islami, serta mendukung studi bahasa Arab. Melalui pelatihan ini, santri dapat menjadi pionir dalam memanfaatkan teknologi AI dalam ekosistem pesantren serta membantu menciptakan pesantren yang modern dan inovatif, sejalan dengan Nilai-nilai Islami.

Humas Pesantren, Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. mengungkapkan bahwa pemahaman tentang AI saat ini adalah kebutuhan dan tuntutan zaman. “Dalam Short Course Artificial Intelligence ini, para santriwati diperhadapkan pada tiga materi inti tentang AI dalam konteks kebutuhan pemanfaatannya di Pesantren. Materi pertama tentang AI dan Masa Depan Pesantren untuk memberikan pemahaman tentang peran dan manfaat AI di pesantren, serta pentingnya kesiapan pesantren dalam menghadapi era digital. Materi kedua tentang Pembuatan Chatbot AI untuk Santri untuk memahami prinsip dasar chatflow dan mempraktikkan pembuatan chatbot berbasis AI untuk menjawab pertanyaan umum dan memberikan informasi Islami, serta Materi ketiga Penggunaan Aplikasi untuk Pengenalan Tulisan Arab untuk pengembangan keterampilan penggunaan teknologi digitalisasi teks Arab dan memperluas akses ke literatur Islami,” ungkap Muhammad Farid Wajdi, yang juga penanggung jawab TIK Pesantren ini.

Salah seorang santriwati Kelas XI, Andi Alykha Nurul Fhadillah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya telah dipilih mengikuti Short Course MOOC Pintar Kemenag RI, “Sekarang memang serba AI, eranya artificial intelligence. Namun kami tentu tidak bisa belajar sendiri, apalagi AI ini suatu hal yang baru. Karena itu kami, merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Humas Pesantren dan Wali Asrama telah memfasilitasi kami mengikuti pelatihan ini. “Ke depannya, jika masih diberikan kesempatan, kami siap berpartisipasi dan ikut lagi, apalagi MOOC Pintar Kemenag mencakup berbagai bidang dan jika lulus, Alhamdulillah mendapatkan sertifikat nasional yang dikeluarkan oleh Badan Diklat Kemenag Pusat,” ujar Andi Alykha Nurul Fadhilah, yang pernah menjadi Juara 3 Seni Tunggal dalam Kejuaraan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tingkat Sulawesi Selatan ini.

Demikian catatan singkat ini sebagai pengingat prestasi santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep yang telah diraih dan ditorehkan dalam bidang penguasaan teknologi digital dan artificial intelligence. Barakallahu fiikum. (*)

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077