Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat mengikuti beragam majelis ilmu dari beragam khazanah keilmuan Islam yang mengkaji kutub para ulama, syarah dan mukhtasornya. Kali ini yang penulis ikuti adalah Dauroh/Majelis Sama’ Kitab Shahih Bukhari, syarah dan mukhtasornya pada Tanggal 25 Februari 2024 lalu yang diselenggarakan oleh Ma’had Sanad lir Riwayah wad Dirayah dengan Mujiz: Ustadz Ahmad Hawasy al-Bantany, Lc.
Untuk Majelis Sama’ wal Ijazah~Shahih Bukhari dan Syarahnya, total kitab yang diijazahkan sanadnya ada beberapa kitab, diantaranya:
Dalam tulisan ini, penulis akan mengulas singkat Kitab Fathul Bari’, salah satu kitab syarah Shahih Bukhari karya Imam Ibnu Hajar al-Asqalaniy.
Kitab Fathul Bari (فتح الباري, “Pemberian Sang Pencipta”), berjudul lengkap “Fath Al-Bari bi Syarh Shahih Al-Bukhari” adalah Kitab yang sangat penting kedudukannya pada kalangan ahlus sunnah, sangat masyhur dan dijadikan rujukan Kaum Muslimin baik di kalangan santri, pelajar dan sarjana muslim, dan bagi masyarakat muslim pada umumnya.
Penyusunan kitab Fathul Bari’ ini sendiri membutuhkan waktu 25 tahun untuk penyelesaiannya, dari Tahun 817 H hingga pada Rajab 842 H. Dimulai saat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani berusia 44 tahun, Mukadimah kitab ini sendiri diberi judul Hadyus Sari, mencakup 10 pasal yang digunakan sebagai landasan untuk memahami isi kitab Fathul Bari.
Kitab Fathul Bari ini memiliki kedudukan yang tinggi, diantara sebabnya karena penulisnya adalah dua orang ulama yang pakar di bidangnya. Kitab ini mempertemukan dua ulama terbaik di bidang hadits yang keilmuannya diakui Umat Islam, yaitu Imam al-Bukhari (Amirul Mukminin dalam bidang Hadits) dan Al-Hafidz Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani. Gelar al-hafizh bagi seorang ahli hadits hanya disematkan kepada yang mampu menghafal 100.000 hadits, baik sanad maupun matannya. Karya besar Imam Ibnu Hajar al-Asqalani selain Fathul Bari adalah Kitab Bulughul Maraam min Adillatil Ahkaam.
Kitab Shahih Al-Bukhari disebut sebagai kitab yang paling sahih setelah Al-Qur’an dan diposisikan teratas daripada kitab-kitab hadist lainnya, karena itu kitab syarahnya sangat diperlukan untuk memahami makna-makna yang terkandung di dalam Shahih Bukhari secara benar dan mendalam dan syarah terbaik untuk kitab Shahihul Bukhari, adalah kitab Fathul Bari ini, yang dipuji para ulama dengan ungkapan, “Laa hijrata ba’dal Fathi” (Tidak perlu ber-hijrah ke kitab Hadis lain selama ada Fathul Bari”).
Untuk mendekatkan pemahaman terhadap Kitab Fathul Bari’ Syarah Shahih Bukhari, berikut ini penulis cantumkan terjemahnya:
1. Terjemah Kitab Fathul Bari Jilid 1
2. Terjemah Kitab Fathul Bari Jilid 2
3. Terjemah Kitab Fathul Bari Jilid 3
Demikianlah catatan singkat ini sebagai pengantar mengakrabkan diri dengan Kitab Fathul Bari’ Syarah Shahih Bukhari, sekaligus sebagai pengingat pembelajaran atas ijazah sanad Kitab Shahih Bukhari, Syarah dan Mukhtasornya yang telah diterima.
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Komentar Terbaru